NEWS

Tuesday, 15 September 2015

HARI AKSARA INTERNASIONAL KE-50 : BUTA HURUF DI MAROS TERUS ALAMI PENURUNAN

Pemberantasan Buta Aksara sedang digiatkan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Maros dalam Program Pendidikan Keaksaraan. Untuk itu masyarakat diminta berperan aktif untuk mengikutkan Penyandang tuna aksara sekiranya ada disekitar Maros yang belum diikutkan Program tersebut.

Reporter BSFM bersama Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Maros Andi Tabbu (dok. bsfm/ibhet)

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Maros Andi Tabbu, saat ditemui reporter BSFM di ruangannya selasa hari ini (15/09/2015).

Andi Tabbu menjelaskan program ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi hak-hak dasar warga negara Indonesia dalam memperoleh pendidikan yang layak, selain itu juga untuk meningkatkan kualitas setiap warga negara dalam kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan mendengarkan serta berbicara untuk mengkomunikasikan teks lisan dan tulisan.

Untuk Data di Kabupaten Maros sendiri, Buta Aksara di Maros menurut data tahun 2014 mencapai 1.553 yang mengalami penurunan dibanding 2013 yang mencapai 1.829.

Hingga tahun 2015, diharapkan angka tersebut terus menurun karena sekitar 600 orang telah diikutkan Program Pendidikan keaksaraan yang menjadi bagian dari Program Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

Hari Aksara Internasional (HAI) tanggal 8 September ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) melalui Konferensi Tingkat Menteri negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 17 November 1965 di Teheran, Iran. (bsfm news department)


Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.