NEWS
Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

Saturday, 31 March 2018

HARI FILM NASIONAL, SINEAS MAROS OPTIMIS FILM LOKAL TETAP DIMINATI MASYARAKAT

Hari Film Nasional (HFN) yang jatuh setiap tanggal 30 Maret menjadi momen penting bukan hanya bagi insan perfilman Nasional namun juga bagi sineas lokal.

Di Kabupaten Maros - Sulsel, komunitas film pendek yang tergabung dalam cokko cokko movie mengungkapkan berbagai harapannya di HFN ke 68 Tahun 2018 ini.

Fajrin Yusuf atau akrab disapa Uno Sech, Sutradara yang saat ini menggarap film pendek Patah Hati Tanpa Batas (PTB) berharap karya pemuda dalam bidang perfilman bisa terus diasah dan dikembangkan sebagai wadah kreatif dalam menyalurkan ide meskipun dengan alat seadanya.

Uno menilai, keterbatasan alat atau fasilitas bukan menjadi halangan, apalagi di Sulsel saat ini sedang tren movie maker yang eksis dan berhasil membuktikan karyanya mulai dari penayangan di medsos seperti instagram, youtube hingga bioskop.

Sementara tokoh kesenian Kabupaten Maros, Lory Hendradjaya yang juga sebagai penulis naskah mini seri PTB, melihat perkembangan perfilman dalam skala lokal utamanya di Kabupaten Maros semakin menunjukkan geliat yang positif.

Lory menjelaskan, sejak 2010 lalu sudah ada pergerakan untuk menghidupkan dunia film di Maros melalui Festival Film Pelajar, dan karya pelajar Maros ini mendapat tempat dihati masyarakat. Bahkan bibit dari festival tersebut ada yang tetap melanjutkannya ke dunia profesional.

Menurut Direktur Maros FM ini, di Kabupaten Maros banyak memiliki sumberdaya yang mumpuni dalam hal teknis maupun untuk kebutuhan pemain, belum lagi ditunjang dengan nuansa kekayaan alam yang eksotis untuk lokasi syuting sehingga mubazir jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

Dihari Film Nasional ini, Lory juga mengucapkan selamat atas mereka yang mendedikasikan diri dan kreatifitasnya dalam bidang Perfilman, serta berharap, kedepannya semakin banyak karya film yang lahir dari sineas berbakat di Sulsel maupun di Kabupaten Maros. (marosfm news department)

Keterangan Gambar : Crew Cokko-Cokko Movie di Kabupaten Maros

Thursday, 25 February 2016

GALA PREMIERE FILM BOMBE 2 DUMBA'-DUMBA, PENONTON MEMBLUDAK

Gala premiere atau pemutaran perdana Film Bombe 2 Dumba'-Dumba' di Panakkukang 21 Mal Panakkukang, kamis (25/2/2016 ) dipadati penonton. Tiket yang disiapkan pun sudah sold out.

Suasana setelah penayangan perdana Kamis Malam (24/2/2016) di PANAKUKANG 21 Mall Panakkukang masih ramai pengunjung yang minta foto bareng pemain (dok. ist)

Penayangan perdana itu juga dihadiri Sutradara Syahrir Arsyad Dini bersama para pemeran utama seperti Alya Nur Azizah Hendra (seysa), Muh Dzaky Nur Irfansyah (Chaky), Mahadewi Arsy Azzahra Putrisal (rara), Zahra Syahira Syahrir (aya), Saffanah Kayla Zulkarnain (kayla) dan Andi Emir Wahyudi Aspa (yudi) dan pemeran pendukung lainnya.

Sebelum dan sesudah pemutaran, para pengunjung terlihat antusias berfoto bareng para pemeran film itu di photo booth yang sudah disiapkan.

Syahrir Arsyad Dini atau yang akrab disapa Rere Art2Tonic mengatakan area Makassar, Dumba'-Dumba' bisa dinonton di PANAKUKANG 21 theatre 1, PANAKUKANG XXI theatre 1, MTOS Theatre 1, TRANS MALL XXI theatre 1 dan MALL RATU INDAH XXI theatre 2.

Selain di Bioskop Makassar, film ini juga tayang di seluruh Indonesia bahkan keluar negeri.

Syahrir berharap semoga kehadiran film karya sineas Makassar ini bisa diapresiasi dan mendapat sambutan hangat seperti karya-karya sebelumnya yakni Bombe 1 dan Urban Legend "Sumiati". (bsfm news department/Ady Maros Enterprise)

Berita terkait : 

- MEET N' GREET : FILM BOMBE DUA DUMBA'-DUMBA' OPTIMIS "BOOMING"

Tuesday, 23 February 2016

MEET N' GREET : FILM BOMBE DUA DUMBA'-DUMBA' OPTIMIS "BOOMING"

Paramedia Studio (Makassar) yang menjadi rumah produksi Film Bombe Dua Dumba'-Dumba' yang akan tayang di Bioskop-bioskop se-indonesia tanggal 25 Februari 2016 mengadakan Meet And Greet bersama para fansnya dan beberapa wartawan di Kedai Kopi Papa Ong, jalan rusa Makassar senin sore (22/02/2016).

Meet N' Greet Film Dumba'-Dumba' (Bombe 2) (22/2/2016) (dok. bsfm/ist)

Acara yang berlangsung ramai itu dihadiri para pemeran utama Bombe Dua Dumba'-Dumba' antara lain Alya Nur Azizah Hendra (seysa), Muh Dzaky Nur Irfansyah (Chaky), Mahadewi Arsy Azzahra Putrisal (rara), Zahra Syahira Syahrir (aya), Saffanah Kayla Zulkarnain (kayla) dan Andi Emir Wahyudi Aspa (yudi) dan pemeran pendukung seperti Dg. Uki (Bapak Chaky), Rodjak Petta Puang (Bapak Yudi) dan Syukri MTC (Pengawal Bapak Yudi).

Sutradara, Syahrir Arsyad Dini atau yang akrab disapa Rere Art2Tonic mengatakan target penonton yang akan dicapai dari Bombe Dua Dumba'-Dumba' ini setidaknya diperkirakan akan mengalahkan jumlah penonton film kami sebelumnya "The Urban Legend SUMIATI"

Film yang juga akan tayang dibeberapa negara tetangga ini, rencananya akan tayang di maskapai penerbangan Garuda Airlines sekitar pertengahan tahun ini.

Sinopsis Film "Dumba-Dumba" ini menceritakan 6 orang sahabat yaitu Aya, Seysa, Yudi, Zaki, Kayla, Rara yang kini bersahabat di satu kelas yang sama tidak seperti di sequel pertamnya yaitu Bombe. Persahabatan mereka terusik ketika ayah Yudi dan Zaki menjemputnya ketika pulang sekolah. Kedua orang tua Yudi dan Zaki ini ternyata masih menyimpan dendam lama. Ayah Zaki pernah di penjara karena kesaksian Ayah Yudi saat pengadilaan yang menyangkut Ayah Zaki. Dari situ pawal mula permusuhan kedua orang tua ini yang berhimbas kepada persahabatan Yudi dan Zaki.
Yudi trus menolak larangan yang diberikan Ayahnya tersebut, Yudi ingin tetap bersekolah dan bertemu sahabatnya Zaki. Ketika Yudi berlari dan terjatuh kepalanya terbentur oleh tangga lalu di bawa ke rumah sakit tetapi keadaannya koma.

Dokter mengatakan bahwa yudi harus segera dibangunkan dari koma untuk merangsang panca indera pendengarannya dan menghadirkan kelima sahabatnya untuk mengajaknya kembali bermain bersama.

Saat Kelima sahabatnya berusaha membantu Yudi Bangun dari komanya, tiba tiba terjadi gempa dahsyat yang meluluh lantahkan kota Makassar.

Bagaimana kisah selanjutnya? Saksikan cerita film "Bombe 2: Dumba-Dumba" hanya di bioskop kesayangan anda.  (bsfm news department)

Baca juga :

- DUMBA' - DUMBA' AKAN TAYANG 25 FEBRUARI MENDATANG.

Thursday, 11 February 2016

WARGA MAROS ANTUSIAS NANTIKAN PENAYANGAN FILM "DUMBA'-DUMBA" 25 FEBRUARI MENDATANG

Film Layar Lebar karya sineas Makassar, Dumba'-Dumba' tidak lama lagi akan diputar di bioskop-bioskop jaringan XXI dan 21 Indonesia ( 21Cineplex dan Cinemax) yakni 25 Februari 2016.

Film ini merupakan sequel dari film sebelumnya “BOMBE” yang sukses tayang di beberapa daerah Sulawesi Selatan Khususnya di Makassar bahkan di Sulawesi Tenggara Kendari.

Poster Film Dumba'-Dumba' di Studio BSFM Maros, Kompleks Kantor Bupati Maros (dok. Bsfm/Guhtip)

Di Kabupaten Maros sendiri yang berbatasan langsung Makassar, sudah terlihat poster film Dumba-Dumba terpasang di berbagai tempat umum seperti warkop dan sekolah seperti SMAN 1 Maros, SMPN 1 Maros, SMA angkasa, Warkop Pettarani Maros dan sejumlah tempat umum lainnya.

Animo warga Maros atas pemutaran film ini termasuk yang dinanti-nantikan. Terlihat dengan ramainya yang mempertanyakan tentang film ini saat tim promosi bergerak di beberapa titik tempat pemasangan poster.

Bahkan, di Radio BSFM Maros, yang menjadi salah satu media partner film ini, sejak beberapa minggu lalu, pendengar sudah ramai me-request original sountrack film Dumba-Dumba yang berjudul Sahabat di acara TOP IN setiap sore hari.

Ketua BKKI Maros, Husni Siame sangat mengapresiasi Film Dumba-Dumba ini dan melihat perkembangan film di Makassar sudah mulai pesat dengan adanya karya sineas Makassar yang merambah ke Bioskop-bioskop Nasional. Dirinya berharap, kreatifitas dalam dunia perfilman ini juga bisa menular ke Maros.

Salah seorang warga Maros, Lory Hendradjaya mengungkapkan anak-anaknya sudah beberapa hari lalu mewanti-wanti dirinya untuk diajak nonton film ini karena teman-teman dari anaknya di sekolah sudah heboh berencana nonton bersama keluarganya masing-masing setelah melihat trailernya di youtube.

Film bersegment keluarga ini menampilkan latar belakang Kota Makassar dengan special effect yang keren dan dimainkan dengan baik oleh artis-artis cilik asal Makassar yang dulunya juga beradegan di Film Bombe I dan hampir keseluruhan adegan menggunakan dialek Makassar.

Dumba-Dumba disutradarai Syahrir Arsyad Dini atau yang akrab disapa Rere Art2Tonic dan diproduksi Paramedia Picture yang sebelumnya sukses dengan garapan Film Sumiati yang meraih 80 ribu penonton. (bsfm news department)

Baca juga :

- DUMBA' - DUMBA' AKAN TAYANG 25 FEBRUARI MENDATANG

- SUKSES DENGAN FILM SUMIATI, PARAMEDIA PICTURES LUNCURKAN TRAILER FILM DUMBA'-DUMBA' DI YOUTUBE

Sunday, 31 January 2016

MUSISI DAN PEMERAN UTAMA FILM ALIGUKA MENINGGAL DUNIA

"Sejak mula hadir di dunia
lalu mampir dari bibir ke bibir
tawa tak pernah bertambah
besar, tak pernah bertumbuh
subur, tak pernah berkurang
dan tak pernah berkembang.

Jika di sepasang bibir ada
tawa yang sedang pecah
di sepasang bibir lain tiada
tawa yang merekah.

Begitulah tawa lahir
dan hidup menyandang takdir.

Seperti kini, di kejauhan sana
saat kau tertawa bahagia
bibirku yang tawar tanpa tawa
menjadi asin oleh airmata"

Lirik lagu Hukum Kekekalan Tawa yang menjadi soundtrack film "Aliguka" masih begitu akrab ditelinga penulis. Lirik yang ditulis M. Aan Mansyur dan diaransemen Fattah Tuturilino sangat cocok dengan vokal Andi Iip Pannyiwi yang menambah karakter lagu itu menjadi lebih kuat.

A. Iip Pannywi (dok. ist)



Informasi yang kami terima, Sabtu Malam, kurang lebih sekitar pukul 20.15 wita,  musisi makassar yang juga menjadi pemeran utama dalam film itu. sudah berpulang ke rahmatullah setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya beberapa tahun terakhir.

Sutradara Film Aliguka, Arman Dewarti menceritakan kepada reporter bsfm dirinya baru mendapat kabar sekitar pukul 22.00 Wita (30/1/2016) dan tadi pagi (minggu, 31/1/2016) saat akan melayat di rumahnya di Bumi Permata Sudiang (BPS) Makassar, jenazah iip sudah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kabupaten Sidrap.

Kecintaannya terhadap seni musik tidak diragukan lagi, bahkan dalam kondisinya yang lemah, dirinya mengisi waktu dengan menulis lagu bahkan membeli alat musik.

Iip dalam karir bermusiknya sempat bergabungdengan Level band, ALENA  dan mengawali kiprahnya sebagai vokalis dalam band Fase, salah satu band indie Makassar yang lagunya "Because i Need you" populer setelah menjadi soundtrack film indie karya Rusmin Nuryadin Produksi Rumah Media "Cinta = Cindolo Na TaPe"



Dirinya juga di tahun 2011 sempat membuat lagu daerah berjudul Nene' Mallomo yang memperlihatkan kecintaannya terhadap daerah asalnya dimana lagu ini bercerita tentang tokoh cendekiawan dari Sidenreng Rappang.



Ucapan Duka cita mengalir deras mengiringi kepergiannya, terlihat di wall facebooknya dan medsos lainnya.

Mantan Anggota DPR RI dan Tokoh Seniman Sulsel, Asmin Amin saat wawancara bersama reporter Bsfm ikut menyampaikan ucapan belasungkawanya.

Asmin Amin yang mengaku kenal baik dengan Iip, melihat sosok iip dalam hal skill sudah tidak diragukan lagi, Di kalangan Musisi Makassar, popularitasnya lumayan bagus, mungkin bisa dihitung jari yang tidak mengenalnya. (bsfm news department)

Friday, 15 January 2016

DUMBA' - DUMBA' AKAN TAYANG 25 FEBRUARI MENDATANG.

Film keluarga “DUMBA’-DUMBA” karya Sineas Makassar akan naik tayang di bioskop mulai 25 Februari 2016 di jaringan XXI dan 21 Indonesia.

Film ini merupakan sequel dari film sebelumnya “BOMBE” yang sukses tayang di beberapa daerah Sulawesi Selatan Khususnya di Makassar bahkan di Sulawesi Tenggara Kendari.


Dumba-Dumba adalah sebuah film yang disutradarai Syahrir Arsyad Dini atau yang akrab disapa Rere Art2Tonic dan diproduksi Paramedia Picture yang sebelumnya sukses dengan garapan Film Sumiati yang meraih 80 ribu penonton.

Film ini dimainkan dengan baik oleh artis-artis cilik asal Makassar yang dulunya juga beradegan di Film Bombe I dan hampir keseluruhan adegan menggunakan dialek Makassar.

“DUMBA-DUMBA” sudah mendapat respon yang bagus dari semua pihak termasuk kritikus film “Yan Widjaya” yang mengatakan dalam akun twitternya “@rohmanmomo @filmbombe CGI PompaBensin mledak n mobil van jungkir balik keren abis! Menakjubkn sekualitas CGI flm impor! Kt tunggu #Dumba2”.

Baca Juga : SUKSES DENGAN FILM SUMIATI, PARAMEDIA PICTURES LUNCURKAN TRAILER FILM DUMBA'-DUMBA' DI YOUTUBE

Untuk anda yang penasaran dengan film ini, yuk nonton trailernya :


Selain Makassar, film ini akan tayang di Tangerang, Medan, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Banjarmasin, Samarinda, Kendari dan Gorontalo yang juga sebelumnya menyangkan Film Sumiati. (bsfm news department)

Wednesday, 16 December 2015

SUKSES DENGAN FILM SUMIATI, PARAMEDIA PICTURES LUNCURKAN TRAILER FILM DUMBA'-DUMBA' DI YOUTUBE

Sukses dalam film BOMBE 2014, dan Film Sumiati 2015 (Sedang Tayang) Production Home Paramedia Pictures Indonesia (MAKASSAR) siap meluncurkan trailer Film Bombe Dua DUMBA'-DUMBA' yang akan di tonton via Youtube.

Film yang bertagline “Segala yang dari hati, akan sampai ke hati” sudah bisa kita nonton pada rabu tanggal 16 Desember Pukul 19.00.


Sutradara, Syahrir Arsyad Dini atau yang akrab di sapa "Rere Art2Tonic" kepada reporter bsfm mengatakan Film DUMBA'-DUMBA' akan menyuguhkan scene yang lebih mengejutkan. Inti pesan yang ingin disampaikan tetap sama, yakni bahaya dan akibat dari permusuhan, Namun cara penyampaiannya berbeda. Salah satunya, akan lebih cenderung ke arah religius.

“Inti dari ceritanya yakni permusuhan lama antara bapak Yudi (DG. UKI) dan bapak Zaki (PETTA PUANG), yang akhirnya mengganggu persahabatan kedua anak mereka,”. Ungkap Rere.

"Selain itu, Cerita Film Bombe tahun lalu yang lebih cenderung ke interaksi anak-anak, Lain pula dengan DUMBA'-DUMBA' yang kini ke arah interaksi hubungan ibu dan anak akan lebih dimunculkan. Untuk para pemain, dari enam anak yang terlibat dalam film Bombe, Seysa, Zaky, Aya, Kayla, Annisa, Yudi. Peran Nisa akan digantikan oleh Rara, Penggantian pemeran Nisa disebabkan Nisa sudah menginjak masa remaja" konfirmasi dari sang sutradara.

Rencananya Film DUMBA'-DUMBA' ini akan tayang di beberapa layar bioskop jaringan 21Cineplex dan Cinemax di seluruh Indonesia, juga beberapa layar lebar di beberapa negara tetangga, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam pada 2016 mendatang. (bsfm news department)

Wednesday, 25 November 2015

MASAYU ANASTASIA NONTON BARENG "LASKAR PEMIMPI" DI SMKN 2 SIMBANG MAROS

Artis pemeran Yayuk dalam film Laskar Pemimpi, Masayu Anastasia berkunjung ke SMKN 2 Simbang, Kabupaten Maros, rabu (25/11/2015).

Kunjungan tersebut berkaitan dengan acara Nonton Bareng Film Laskar Pemimpi yang digelar Kementrian Pendidikan Pusat Pengembangan Perfilman Sekjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang juga sekaligus menyerahkan Bantuan Fasilitas Laboratorium Film kepada SMKN 2 Simbang Maros.

Masayu saat nonton bareng bertema Inspirasi Dunia Karya Anak Bangsa di SMKN 2 Simbang (25/11/2015) (dok. bsfm/lory)

Masayu kepada bsfm menceritakan kegembiraannya melihat antusias penonton di Maros apalagi saat berkunjung ke tempat wisata andalan Maros Bantimurung.

Sementara Arifin dari Pihak Kementrian Pendidikan menjelaskan fasilitas laboratorium film ini diserahkan untuk membangkitkan kembali minat masyarakat untuk mencintai kembali film indonesia. Pemerintpah berusaha mengisi lab untuk menjadikan sarana utk memutar film yang muatan lokalnya lebih banyak serta tempat membangun karakter bangsa lewat film.

Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan Maros, H. Azhar Salam mengatakan bantuan ini diberikan pemerintah untuk dimanfaatkan masyarakat dan pelajar yang ada di Maros untuk kebaikan bersama dan pengembangan bidang perfilman berkonten lokal di Maros.

Kepala SMKN 2 Simbang Maros, Muchtar M,Pd bersyukur dan bangga sekolahnya dipilih untuk menjadi tempat nonton bareng dan diberikan bantuan fasilitas laboratorium film mewakili 1 dari 21 sekolah yang ada di Indonesia serta 1 dari 3 sekolah di Indonesia Timur selain Manado dan Kupang.

Dalam acara tersebut, juga diikuti Ketua Komite SMKN 2 Maros, Ir. H. Amri Yusuf, Ketua Badan Koordinasi Kesenian Indonesia (BKKI) Maros, Drs. H. Husni Siame, Seniman Lory Hendradjaya yang juga sempat beradu akting bersama Masayu Anastasia di atas pentas bioskop mini SMKN 2 Maros. (bsfm news department)

Tuesday, 20 October 2015

SELASA : PEMUTARAN "PEJUANG DARI GUA PURBAKALA" DI UNHAS

Pemutaran Film "Pejuang Dari Gua Purbakala" dilaksanakan hari ini, Selasa, 20 Oktober 2015, Pukul 09.00 wita di Auditorium Prof. A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dan dibuka untuk Umum Dan Gratis.

Salah satu scene dalam film dokumenter "Pejuang Dari Gua Purbakala" yang memperlihatkan aktivitas tambang marmer di area Karst Maros (dok. bsfm/ist)

"Pejuang Dari Gua Purbakala" Sebuah Film Dokumenter karya 2 anak muda makassar dan Maros diajang Eagle Awards Documentary Competition 2015 "Merajut Indonesia" yang mengangkat kisah perjuangan kelompok pemuda melestarikan kawasan karst dengan cara yang unik.

Salah satu Director "Pejuang Dari Gua Purbakala", Nurtaqdir Anugrah yang akrab disapa Abel kepada BSFM mengungkapkan, agar warga atau siapapun yang memiliki kepedulian terhadap Karst baik dari akademisi, media, kelompok pencinta alam, pemerhati karst, aktivis lembaga dan masyarakat atau siapapun itu yang tidak sempat disebutkan, agar mendukung langkah kecil ini dengan meramaikan acara pemutaran film dokumenter tersebut.

Langkah lain yang bisa dilakukan untuk mendukung film dokumenter yang sementara berkompetisi di event bergengsi tingkat nasional ini, adalah dengan Vote Film Dokumenter "Pejuang Dari Gua Purbakala" menjadi "Film Favorite Pemirsa" Tahun Ini dengan cara vote di web berikut :

http://eagleawards-doc.com/vote/detail/1

Sinopsis film tersebut bercerita tentang Iwan (35th) beserta dengan kelompok pemuda desa yang lain, mencoba mencari cara dan jalan untuk melakukan perlindungan terhadap kawasan karst maros.

Gugusan karst maros merupakakan sebuah gugusan yang memiliki fungsi perlindungan bagi species endemik dan sebagai penyimpan cadangan air. Gugusan terbesar kedua di dunia ini, selain memiliki fungsi ekologi gugusan karst juga menyimpan peninggalan pra-sejarah berupa “lukisan dinding gua” yang sudah berusia ratusan ribu tahun. Sebuah peninggalan pra sejarah yang penting bagi catatan peradaban dunia.Namun semua kekayaan tersebut kini sudah hilang sebagian dan sebagian yang lain dalam ancaman kepunahan akibat eksploitasi pertambangan yang tidak pernah memperhatikan persoalan ekosistem dan tidak pernah menghargai peninggalan pra-sejarah sebagai aset peradaban.

Sebuah upaya penyelamatan besar dengan cara yang sederhana namun sebuah perjalanan penyelamat yang kompleks dan tidak sederhana. (bsfm news department)


Wednesday, 14 October 2015

EAGLE AWARD 2015 : WARGA MAROS DIMINTA DUKUNG "PEJUANG DARI GUA PURBAKALA"

Film Dokumenter yang mengangkat tentang gugusan karst Maros berjudul "Pejuang Dari Gua Purbakala" masuk nominasi 5 besar ajang bergengsi Nasional, Antologi Film Dokumenter Eagle Awards ke-11 bertema 'Merajut Indonesia'.

Film ini digarap Director, Nurtaqdir Anugrah & Muhammad Fahmi Iskandar, Cameraman Suharja Nasrun, Editor Darwin Nugraha, dan Supervisor Rhino Ariefiansyah.


Director film Pejuang Dari Purbakala, Nurtaqdir Anugrah & Muhammad Fahmi Iskandar (dok. ist)

Sinopsis film ini bercerita tentang Iwan (35th)  beserta dengan kelompok pemuda desa yang lain, mencoba mencari cara dan jalan untuk melakukan perlindungan terhadap kawasan karst maros yang saat ini terancam kepunahan akibat eksploitasi pertambangan yang tidak memperhatikan persoalan ekosistem dan tidak menghargai peninggalan pra-sejarah sebagai aset peradaban.

Nurtaqdir Anugrah atau akrab disapa Abel, kepada bsfm rabu (14/10/2015) menjelaskan proses terbentuknya ide film ini dibuat berawal dari bentuk keprihatinan atas kondisi penambangan karst yang semakin meluas tanpa memperhatikan kondisi karst yang selain menyimpan keindahan dan penyangga kehidupan, juga terdapat berbagai situs peninggalan manusia Pra-sejarah yang kini diklaim tertua dalam sejarah peradaban manusia di dunia.

Abel mencontohkan, kondisi Bulu Barakka yang hampir saja ditambang perusahaan penambang marmer padahal ditempat tersebut terdapat situs pra-sejarah. Sehingga diharapkan Pemerintah dalam mengeluarkan izin penambangan agar lebih berhati-hati dan tetap memperhatikan pelestarian alam dan gugusan karst serta situs tersebut.

Abel berharap, masyarakat terutama warga Maros dan sulawesi selatan bisa mensupport Film garapannya karena kondisi terkini, Film "Pejuang Dari Purbakala" menduduki posisi keempat dari segi penilaian voting pemirsa.

Untuk melayangkan Voting, masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi dengan memberi penilaian mereka pada karya-karya anak bangsa tersebut. Film dengan voting suara terbanyak akan digelari video terbaik. Para penonton dapat memberi penilaian lewat www.eagleawards-doc.com

Kelima film tersebut akan diputar di 5 tempat, yaitu : Universitas Hasanuddin pada 20 Oktober 2015 (Makasar), Aula Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 22 Oktober 2015 (Kupang), Universitas Negeri Semarang pada 27 Oktober 2015 (Semarang), Universitas Tadaluko pada 29 Oktober 2015 (Palu), dan Institut Francis Indonesia pada 29 Oktober 2015 (Jakarta).

Selain Pejuang dari Purbakala, 4 finalis lainnya antara lain, 'Suara Tembok Kota' yang menceritakan tentang seniman visual atau graffiti, Popo yang merespon isu-isu publik dengan proses berpikir dan cara bertutur yang kratif serta menyatu dengan ruangnya. Kemudian film 'Tinta Perajut Bangsa" yang menceritakan bagaimana keseharian pria tua, Soesilo Toer, 79 th, seorang Doktor lulusan Rusia yang menjadi korban situasi politik peristiwa 1965 hingga menikmati hari tuanya sebagai seorang pemulung dan penulis buku.

Film keempat adalah 'Sekolah Tapal Batas' dimana Film ini menceritakan tentang sebuah sekolah mandiri yang berada dipulau Sebatik, daerah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia yang didirikan oleh Suraidah, 61, dengan tujuan untuk menyelamatkan pendidikan anak-anak TKI yang bekerja di perkebunan.

Finalis kelima berjudul 'Memetik Sasandu di Nusa Lontar'. Film ini menceritakan bagaimana budaya asli Indonesia sudah mulai digeser oleh perkembangan zaman. Hal itu dirasakan oleh Esau Nalle, pemain sekaligus penyair Sasandu Gong yang merasa sedih budaya asli Nusa Tenggara Timur sudah mulai dilupakan. (bsfm news department)




Keindahan gugusan Karst Kabupaten Maros (dok. ist)

Sunday, 11 October 2015

GADIS CILIK DARI TOMPOBALANG MAROS, NABILA WARDANA PUNYA BAKAT AKTING BAGUS

Nabila Wardana, gadis cilik asal lingkungan Tompobalang, kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Maros yang didaulat memerankan Ippa dalam Film pendek "TV Bekas Baru" karya Arief Rakhman Muallim ternyata punya cerita berkesan usai proses syuting di desanya.

Nabila Wardana, Pemeran Cilik Ippa dalam Film TV Bekas Baru (dok. bsfm/ady)

Nabila menganggap pengalaman ini merupakan pengalaman pertama yang berkesan dan banyak pelajaran yang bisa dipetik, terutama jadi tahu bagaimana susahnya proses pembuatan film.

Nabila saat ini sudah berusia 11 tahun dan duduk kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Pesantren Firdaus Lingkungan Tompobalang, Maros.

Anak bungsu dari 7 bersaudara dari pasangan Sofyan Baso dan Salma ini, usai proses syuting akhirnya punya cita-cita baru yakni menjadi artis dan penyiar.

Arief selaku Sutradara juga mengakui, Nabila adalah sosok anak yang cerdas dan mau belajar. Arief juga terkesan dengan kemauan dan keberaniannya, jadi meskipun baru pertama dia sudah bisa, tinggal latihan lagi.

Ayah Nabila, Sofyan Baso juga heran dengan keberanian Nabila yang tiba-tiba bisa ber-akting, padahal keseharian Nabila adalah sosok anak yang pemalu. Selain itu, usai syuting, Nabila kini semakin rajin belajar dan lebih nurut pada orang tua.

Karakter Ayah, Ippa dan Ibu dalam Film TV Bekas Baru (dok. bsfm/ady)

Selain Nabila, pemeran lainnya adalah Ayah, yang diperankan Sukardi seorang aktivis kesenian dan guru di Maros, Nurhasanah yang berperan sebagai Ibu. Nur merupakan mahasiswa ilmu komuikasi UMI angkatan 2013. Dan Bung Herman, Penyiar BSFM yang berperan sebagai Ajjia.

Film TV Bekas Baru merupakan Film pendek yang digarap Meditatif Film diproduseri Arman Dewarti dengan mengambil lokasi syuting di Lingkungan Tompobalang, Kelurahan Kalabbirang, Bantimurung Maros, beberapa waktu lalu.

Film ini bercerita tentang dampak tayangan TV yang kurang berkualitas dan tidak mendidik namun mampu mempengaruhi kehidupan masyarakat. (bsfm news department)

Thursday, 8 October 2015

CAMAT BANTIMURUNG MAROS APRESIASI KEGIATAN SENI PERFILMAN DI WILAYAHNYA

Kegiatan seni perfilman yang dilaksanakan sejak senin kemarin (05/10/2015) hingga kamis (08/10/2015) yang dilaksanakan Arman Dewarti bersama tim Meditatif Film di Lingkungan Tompobalang, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros mendapat apresiasi positif dari Camat Bantimurung, Muh. Rusdi S.

Camat Bantimurung yang didampingi Sekcam Bantimurung, Makmur Haddade menyempatkan diri berkunjung ke lokasi syuting di salah satu rumah warga, rabu kemarin (07/10/2015) sekitar pukul 14.30.

Camat Bantimurung, Muh. Rusdi foto bersama masyarakat serta crew Meditatif Film dan pendukung film "TV Bekas Baru" di sela-sela syuting (07/10/2015) (dok. bsfm/ady)

Muh Rusdi mengucapkan terima kasih atas kegiatan tersebut yang memilih lokasi di wilayahnya dan siap membantu hal-hal yang dibutuhkan crew untuk kelancaran kegiatan syuting tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya memang pro-aktif atas kegiatan seni dan budaya yang ada di lingkup kecamatan Bantimurung, mengingat nama besar Bantimurung merupakan salah satu destinasi wisata dunia dan memiliki banyak titik tempat wisata yang bisa menjadi andalan kabupaten Maros.

Sementara itu, Arman Dewarti yang berbincang akrab dengan Camat Bantimurung, menjelaskan kegiatan seni perfilman di Maros memang harus lebih dikembangkan mengingat maros merupakan daerah yang memiliki banyak spot-spot berpanorama indah yang tidak dimiliki daerah lain. Sehingga dengan maraknya aktifitas seni perfilman di Maros, secara otomatis akan mempromosikan maros ke mata khalayak.

Film "Tv Bekas Baru" digarap Meditatif Film secara independent (indie) tanpa melibatkan sponsor dengan memberdayakan pemain dari Maros dan masyarakat lingkungan Tompobalang sendiri dengan didukung Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Kabupaten Maros serta 107,3 BSFM Inspirasi Butta Salewangang. (bsfm news department)

Baca Juga :

ARMAN DEWARTI KAGUMI KEINDAHAN ALAM MAROS LEWAT FILM

CASTING PEMAIN FILM INDIE "TV BEKAS BARU" DI STUDIO BSFM

FILM GARAPAN SINEAS MAKASSAR TAMPILKAN KEINDAHAN KARST TOMPOBALANG, LEANG-LEANG

Wednesday, 23 September 2015

CASTING PEMAIN FILM INDIE "TV BEKAS BARU" DI STUDIO BSFM

Film Indie berjudul "TV BEKAS BARU" akan digarap di Desa Tompobalang (Leang-Leang) Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung Maros sekitar awal bulan oktober 2015.

Film ini bercerita bagaimana dampak tayangan TV yang kurang berkualitas mempengaruhi kehidupan masyarakat yang seakan larut bahkan bisa mengubah gaya hidup mereka.

Sutradara Film "TV Bekas Baru" sedang mengarahkan calon pemain (dok. bsfm/ady)

Film garapan sutradara muda Arief Rakhman Muallim ini diproduseri sineas terkenal Makassar, Arman Dewarti dan D.O.P Rusmin Nuryadin.

Adapun pemain dalam film berdurasi sekitar 20 sampai 25 menit ini diperankan pemain-pemain lokal dari Maros dan proses castingnya berjalan lancar hari ini (23/09/2015) di studio BSFM, jalan Asoka Kompleks Kantor Bupati Maros.

Casting atau pemilihan peran dan pemain ini diikuti sekitar 15 calon pemain yang beberapa diantaranya adalah alumni Dara Daeng Maros seperti A. Rizky Pawawoi (Khiko), Dwi puspita, Dadang, Endang Sulastri serta seniman maros seperti Olank Sukardi dan Amul Hikmah Budiman.

Ketua BKKI Maros, Husni Siame yang juga memantau proses casting ini mengungkapkan, BKKI Maros siap membantu Crew film ini, selain sebagai tuan rumah, juga kegiatan perfilman merupakan salah satu bidang seni yang perlu dikembangkan di Maros sehingga kedepannya semakin banyak potensi-potensi keindahan alam maros yang bisa diangkat ke dunia perfilman.

Baca Juga : FILM GARAPAN SINEAS MAKASSAR TAMPILKAN KEINDAHAN KARST TOMPOBALANG, LEANG-LEANG

Senada dengan BKKI Maros, Direktur BSFM, Lory Hendradjaya juga mengapresiasi proses syuting yang menampilkan keindahan Karst Maros ini, sehingga pihaknya juga berusaha maksimal mendukung setiap bentuk kegiatan yang bisa memajukan potensi daerah yang ada di Maros utamanya Potensi SDA dan Potensi SDM. (bsfm news department)

Dokumentasi Lainnya :




Monday, 14 September 2015

FILM GARAPAN SINEAS MAKASSAR TAMPILKAN KEINDAHAN KARST TOMPOBALANG, LEANG-LEANG

Keindahan Gugusan Karst di desa Tompobalang, Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung akan dijadikan lokasi syuting film Indie Garapan sutradara muda Arief Rakhman Muallim yang diproduseri Arman Dewarti.

Arman Dewarti menjelaskan dirinya sangat tertarik dengan keindahan karst tersebut yang hanya bisa didapati di Kabupaten Maros sehingga film yang dibuat dengan berlatar gugusan karst tersebut, akan membawa suatu kebanggaan dan ciri khas tersendiri saat screening dalam ajang film Indie Nasional maupun internasional.

Arman Dewarti (Tengah), Sutradara M.Arif (Kanan) bersama crew Meditatif dan crew BSFM (dok.bsfm/ady)

Arman saat bersama crew bsfm mensurvey lokasi juga mengungkapkan panorama karst yang diangkat dalam sebuah film tentu saja memiliki nilai tambah dalam mempromosikan maros, apalagi masyarakat lokal sangat antusias dan menyambut baik kedatangan tim meditatif di desa tompobalang tersebut. Beberapa Penduduk bahkan menawarkan rumahnya untuk dijadikan lokasi syuting.

Saat ini, Pihak meditatif bekerjasama BSFM akan mulai casting pemain minggu depan dan dijadwalkan Syuting film tersebut akan dilaksanakan di awal bulan oktober 2015.

Film tersebut berjudul "TV BEKAS BARU" yang bercerita bagaimana dampak tayangan TV yang kurang berkualitas mempengaruhi kehidupan masyarakat yang seakan larut bahkan bisa mengubah gaya hidup mereka. (bsfm news department)
 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.