NEWS
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Friday, 30 August 2019

Chaidir Syam Terima Award Tokoh Muda Inspiratif

Legislator Maros, H.A.S Chaidir Syam, S.Ip, M.H, menerima penghargaan Kategori Tokoh Inspiratif Muda dari salah satu media di Makassar.

Penghargaan itu diberikan KabarMakassar.com bertepatan Puncak perayaan HUT Kabar Makassar yang ke-10 Tahun, di Nipah Mall Makassar, kamis (29/8/2019).

Penyerahan Award itu disaksikan berbagai tokoh yang hadir, di antaranya Menpan RB Letjen Pol (Purn) Syafruddin, Sekda Provinsi Sulsel, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Rahman Pina, Chaidir Amin Daud, Andi Darussalam Tabussala, Bachtiar Adnan Kusuma dan sejumlah tokoh-tokoh Sulsel yang hadir.

Keterangan Gambar : Chaidir Syam (kanan) saat terima Award Tokoh Muda Inspiratif. (dok. ist)

Founder Kabar Makassar, Upi Asmaradhana mengatakan, ada 10 Kategori Penerima Award, 3 Penghargaan Khusus dan 1 Lifetime Achievement.

Menurutnya, penghargaan khusus ini diberikan untuk orang-orang yang tepat karena para penerima Award telah memberikan sumbangsih buat kemajuan daerah sesuai bidangnya masing-masing.

Sementara Chaidir Syam, Legislator Maros yang pernah meraih suara terbanyak selama 2 periode ini mengaku sangat mengapresiasi penghargaan tersebut.

Menurutnya, dalam menginspirasi orang lain, tidak lepas dari peran besar media dalam memberikan informasi positif ke khalayak sehingga banyak hal yang bisa diubah menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Mantan Ketua DPRD Maros ini juga berharap, di HUT Ke 10 Tahun Kabar Makassar, semakin banyak pula memberi inspirasi bagi pembacanya, dengan sajian berita yang berkualitas serta jauh dari informasi hoax.

Selain Chaidir Syam, beberapa tokoh lain yang menerima Award seperti, DR. Jusuf Kalla, Tokoh Sulsel, Kadir Halid, Akademisi, Prof Nurhayati Rahman, dan masih. banyak tokoh lainnya. (marosfm news department)

Saturday, 30 June 2018

Rilis Lagu "Kutemukan Penggantimu", The Sampul Optimis Ramaikan Blantika Musik Indonesia

Geliat dunia musik di Kabupaten Maros kembali memperlihatkan perkembangan yang cukup baik. Setelah beberapa waktu lalu Senada (Seniman Dangdut Daerah) Maros yang baru saja merilis lagu dangdut daerah bernuansa Bugis, kini kembali salah satu Band lokal Maros juga siap untuk unjuk gigi.

Band berpersonilkan dua orang yang dinamai The Sampul ini, Ari pada gitar dan Madina pada Vokal, mengusung genre Pop dengan lirik sederhana dengan nuansa easy listening.

Saat diwawancarai Maros FM, Sabtu (30/6/2018) di acara Top In (Top Indonesia) yang dipandu penyiar Kalila, Ari mengaku bandnya baru terbentuk di 2015 lalu dan sempat gonta ganti personil sebelum akhirnya bertemu dengan Madinah yang aktif di Forum Komunikasi Dara Daeng Maros hingga merilis single perdana berjudul “Kutemukan Penggantimu”.

Keterangan Gambar : Foto bersama penyiar Maros Fm, Kalila (kiri) dengan personil The Sampul Madinah (tengah) dan Ari (kanan). (dok. MarosFm)

Ari menjelaskan, lagu “Kutemukan Penggantimu” ciptaannya ini, bercerita tentang seseorang yang telah move on dari masa lalunya. Ia sengaja memilih nada dan lirik yang sederhana agar lagu mereka ini mudah diterima masyarakat.

Sementara sang vokalis Madinah, yang juga salah satu finalis Dara Daeng Maros 2018 ini mengaku baru saja lulus dari SMKN 1 Maros dan bergabung dengan The Sampul di awal tahun 2018.

Tak hanya wawancara, The Sampul juga membawakan lagunya secara live di Maros FM. Suara merdu Madinah diiringi petikan gitar akustik Ari terbukti mampu membuat segenap crew Maros FM terpukau.

Berencana merilis mini album di 2018 ini, The Sampul berharap karya-karya mereka mampu diterima Masyarakat khususnya di Maros, dan dapat melanjutkan karir meramaikan blantika musik Nasional.

Penasaran dengan single perdana The Sampul..! Request di maros FM atau Dengarkan lagunya di
https://soundcloud.com/bs-fm/ku-temukan-penggantimu

Monday, 12 March 2018

INSPIRATIF, GADIS CILIK PENGHAFAL AL-QURAN INI CITA-CITA JADI DOKTER DAN GURU

Bibit penghafal Al-Quran atau Hafidz dan Hafidzah cilik semakin tumbuh dan berkembang dengan baik di Kabupaten Maros, Sulsel.

Salah satu hafidzah cilik di Maros, Nafia Lutfia Alim, meskipun masih berusia 4 tahun sudah lincah menghafalkan 3 surah Ayat Suci Al-Quran, yakni Surah An-Naba, An-Naziat dan Abasa.

Saat hadir di Acara Tadarrus Al-Qur'an Maros FM, senin (12/3/2018) Nafia menghafalkan surah-surah tersebut dengan lancar.

Saat ditanya cita-citanya, Nafia spontan menjawab ingin jadi dokter dan guru.

Ibu Nafia, Raihan Nabila yang mendampinginya malam itu mengatakan dua profesi ini yang paling dikagumi Nafia sehingga jika dirumah, Nafia sering menyampaikan ke ibunya kalau dewasa nanti mau jadi dokter dan guru.

Ditanya keseharian Nafia, ibunya mengungkapkan Nafia termasuk anak yang lincah dan selalu ceria.

Selain belajar menghafal Al-Quran di Rumah Tahfidz QAF Maros, Nafia juga sering bermain bersama boneka yang bisa membaca Al-Quran sehingga daya ingatnya untuk menghafal semakin kuat.

Ibu Nafia berharap, anaknya bisa tumbuh menjadi anak sholehah dan menjadi generasi Al-Quran yang mengaplikasikan ajaran agama dengan baik sesuai tuntunan, dan bisa meraih cita-cita mulianya. (marosfm news department)

Keterangan Gambar :  Nafia Lutfia Alim

Thursday, 1 March 2018

ANGKAT MUSISI LOKAL, "SENADA" MAROS PRODUKSI 10 LAGU BUGIS

Kreatifitas musisi lokal di Kabupaten Maros dan Pangkep terus menggeliat dan memperlihatkan perkembangan positif.

Terbukti, saat ini sebuah wadah, Seniman Dangdut Daerah (SENADA) yang telah terbentuk beberapa waktu lalu kini telah siap meluncurkan 10 lagu dangdut daerah bernuansa Bugis.

Ketua Senada, Jumadi, kamis (1/3/2018) menjelaskan 10 lagu ini digarap oleh gabungan para seniman dan pencipta lagu Kabupaten Maros dan Pangkep, yang Tim Produsernya di ketuai Hakim yang akrab disapa Om Master.

Lagu-lagu tersebut sudah siap produksi, dan sisa tahap pembuatan Video Klip yang sejak 17 februari lalu telah berjalan.

Ia menceritakan, proses pembuatan 10 lagu di album perdana ini bukanlah hal yang mudah karena mulai dari proses pembuatan lirik, aransemen, recording, video klip hingga penggandaan cd dikerjakan swadaya dari SENADA.

Jumadi menjelaskan, 10 lagu yang diciptakan musisi handal asal Pangkep, Haris Cici ini dinanyikan 10 artis yang bernaung di SENADA. Sementara untuk pembuatan Video Klip, akan menggunakan beberapa tempat yang nenonjolkan panorama destinasi wisata di Kabupaten Maros dan Pangkep.

Menurutnya, hal ini sangat positif karena sekaligus mendukung pemerintah dalam mempromosikan destinasi wisata melalui musik dangdut daerah.

Ia berharap, proses ini berjalan lancar sebagai upaya SENADA dalam meningkatkan citra dan kualitas musisi lokal serta seni karya lagu daerah di Sulawesi Selatan. (maros fm news department)

Keterangan Gambar : Salah satu proses syuting Video Klip yang mengambil lokasi di Destinasi wisata andalan Kabupaten Maros, Rammang-Rammang. (28/2/2018)

Wednesday, 28 February 2018

LULUS PENDIDIKAN PERWIRA, POLISI TELADAN INI PAMIT KE WARTAWAN MAROS

Personil Polres Maros yang menjadi Bhabinkantibmas Desa Cenrana Kabupaten Maros Bripka Akbar Sirajuddin akhirnya akan mengikuti pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira (SETUKPA) Tahun 2018 di Sukabumi, Jawa Barat.

Saat mengikuti seleksi Sekolah Inspektur Perwira, Ia meraih ranking 3 dari 509 peserta Se-Polda Sulsel.

Saat bertemu wartawan dari beberapa media, rabu (28/2/2018) di Cafe Buana Maros, Bripka Akbar mengucapkan terima kasih atas dukungan rekan media karena selama ini selalu mensupport dan mempublikasikan berbagai inovasi dan kegiatan positif yang dilakukan untuk masyarakat.

Sebelum berangkat pendidikan, ia mengaku sengaja melakukan silaturrahmi bersama awak media untuk memberikan apresiasi atas jalinan koordinasi yang selama ini terjalin baik.

Ia juga menyebutkan selama ini banyak didukung pimpinan seperti Kapolsek Camba, AKP. A. Alamsyah dan Kapolres Maros serta rekan personil lainnya yang memberikan arahan dan motivasi sehingga program yang ada bisa maksimal dijalankan.

Selama ini Bripka Akbar banyak berbuat untuk masyarakat di wilayah binaanya sehingga mengangkat citra positif Polri di tengah masyarakat.

Beberapa hal yang dilakukannya di lingkup Polsek Camba yakni melakukan Pemusatan Pelatihan Pemuda Muslim Kabupaten Maros di Rumah Pengendali Kamtibmas (Rudal) sebagai inovasi kreatif.

Di Rudal itu, Bripka Akbar mengajari anak mengaji, berbahasa inggris dan beladiri Karate.

Bripka Akbar juga melakukan pembinaan warga tani dalam penanaman holtikultura di Desa Cenrana Kecamatan Camba sehingga mendapat kunjungan Menteri Pertanian dan Menteri Pemberdayaan Perempuan.

Ia juga menjadi salah satu dari 10 Polisi Santri yang mengisi ceramah di Masjid, serta meraih Juara 1 Polisi Teladan di Maros.

Karena prestasinya itu, ia telah dianugerahi berbagai Penghargaan mulai dari Piagam Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono, Bupati Maros, HM Hatta Rahman, Ketua DPRD Maros, H.A.S Chaidir Syam dan berbagai lembaga kepemudaan dan Pemerintah Kecamatan.

Selain Bripka Akbar, Bripka Ramdan SH, seorang penyidik dari satuan Reskrim Polres Maros juga akan mengikuti pendidikan yang sama dan akan berangkat ke Sukabumi tanggal 2 Maret 2018. (maros fm news department)

Keterangan Gambar : Bripka Akbar Sirajuddin (kanan) saat silaturrahmi bersama News Director Maros FM, Ady (kiri) serta rekan media lainnya.

Wednesday, 21 February 2018

PERTAMA DI INDONESIA, KADES INI RANCANG INOVASI KONSEP UNGGULAN DESA

Lima Dusun di Desa Pabbentengang Kecamatan Marusu Kabupaten Maros kini telah memiliki identitas program unggulan masing-masing.

Kelima dusun tersebut antara lain, Dusun Kaemba yang mengusung konsep Kampung Budaya, Dusun Kaemba Jaya dengan konsep Kampung Sehat, Dusun Ujung Bulo dengan tagline Kampung Pendidikan, Dusun Corawali berkonsep Kampung Hijau dan Dusun Tambayang menjadi Kampung KB.

Konsep tersebut digagas Kepala Desa Pabbentengang, Amran Yusuf sejak sejak menjabat tahun 2016 lalu.

Amran Yusuf, rabu (21/2/2018) mengatakan, masing-masing dusun ini akan ditonjolkan sesuai konsepnya misalnya Kampung Budaya di Dusun Kaemba, maka jenis kesenian seperti Paraga dan upacara tradisonal Maddeko dan Mappalili yang menjadi hajatan tahunan akan semakin dipromosikan dan dikembangkan.

Menurutnya, dengan adanya pengklasifikasian ini maka akan semakin memudahkan aparat desa menjalankan berbagai program yang bersinergi dan lintas sektor.

Ia mengakui inovasi desa yang dinilainya baru pertama di Indonesia ini terinspirasi dari keberhasilan Kampung KB di Dusun Tambayang, sehingga Dusun lain pun dirasakan perlu untuk untuk diberikan identitas berbeda sesuai target yang ingin ditonjolkan.

Amran menjelaskan, saat ini pihaknya sementara menyusun rancangan peraturan desa yang menunjang identitas masing-masing dusun sehingga program yang dilakukan nantinya juga bisa lebih terarah.

Desa Pabbentengan yang dihuni sekitar 577 'Kepala Keluarga merupakan daerah pesisir yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan petani tambak.

Desa ini pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo yang meninjau pengalokasian Dana Desa yang tepat sasaran sehingga menjadi salah satu desa percontohan di Indonesia. (maros fm news department)

Keterangan Gambar : Kepala Desa Pabbentengang Kecamatan Marusu Kabupaten Maros, Amran Yusuf

Thursday, 25 January 2018

INSPIRATIF, PETUGAS PPDP DI MAROS PANTANG MENYERAH SUKSESKAN PEMILU MESKI MEMILIKI KETERBATASAN FISIK

Salah seorang Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP) di Kabupaten Maros layak menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk tidak menyerah pada kondisi keterbatasan yang ada.

Namanya Syukur, dengan Keterbatasan fisik dimana sejak lahir mengalami kedua tangan yang kurang sempurna dibanding kebanyakan orang pada umumnya membuatnya tidak menyerah dalam menjalankan tugasnya dalam masa Pencocokan dan Penelitian data (Coklit) di TPS 03, di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.

Dengan keterbatasannya tersebut, justru memacu dirinya bekerja maksimal melakukan pendataan dengan mendatangi setiap rumah dalam wilayah tugasnya.

Atas kegigihannya meski berpendidikan terakhir SMA, ia pun mendapat apresiasi dari KPU Maros atas kinerjanya dalam melakukan pencoklitan sebagai petugas PPDP yang juga bersemangat dalam mensukseskan pemilu serentak 2018.

Ia berprinsip, setiap aktivitas yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati maka pasti akan menuai hasil yang baik bahkan bernilai ibadah.

Selain sebagai PPDP, kesehariannya juga diisi dengan bertani dan mengurus masjid di desanya. (maros fm news department)

Keterangan Gambar : Syukur (tengah) bersama salah satu komisioner KPUD Maros saat melakukan pencoklitan di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru Kab. Maros.

Tuesday, 5 September 2017

INSPIRATIF, MURID SD DI MAROS BERQURBAN 5 EKOR SAPI DARI HASIL MENABUNG SETAHUN

Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Hikmah Kabupaten Maros di Jalan Garuda Maccopa, Kelurahan Taroada Kecamatan Turikale, sejak dini telah dididik untuk ikut berqurban di Hari Raya Idul Adha.

Caranya pun inspiratif dan dengan koordinasi guru dan orang tua murid, sekitar 300 anak mulai kelas 1 hingga kelas 6 diajarkan menabung selama setahun hingga akhirnya terkumpul dana yang cukup untuk membeli 5 ekor sapi di Hari Raya Idul Adha 1438 H.

Guru Olahraga SD IT Al-Hikmah Maros, Ismail S.Pd, selasa (5/9/2017) menjelaskan, penyembelihan hewan Qurban ini dilaksanakan senin kemarin (4/9/2017) agar bisa disaksikan seluruh murid bersama orang tuanya.

Ismail menjelaskan, selain diajarkan menabung, para siswa juga diajarkan bagaimana adab menyembelih hewan qurban, memotong daging hingga membagikan langsung daging tersebut ke warga sekitar.

Ismail berharap dari metode tersebut, murid SDIT Al-Hikmah bisa ditanamkan rasa cinta ber-Qurban serta merasakan indahnya berbagi daging Qurban kepada masyarakat. (maros fm news department)

Saturday, 5 August 2017

NUR INDAH LESTARI, GADIS MAROS YANG WAKILI INDONESIA DALAM RAIMUNA TINGKAT DUNIA

Pemuda Pemudi Maros kembali menunjukkan prestasi membanggakan mewakili Indonesia ke kancah Internasional.

Baru saja seorang puteri asal Maros, Nur Indah Lestari mewakili Indonesia dalam kegiatan yang bertajuk The Fifthteenth (15th) World Rover Moot atau Raimuna tingkat dunia di Islandia selama satu pekan 25 Juli sampai 2 Agustus 2017 lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 5ribu orang berasal dari 93 negara. Sementara Indonesia hanya diwakili 2 orang termasuk salah satunya Nur Indah Lestari.

Indah menceritakan, selama disana dirinya yang ditunjuk sebagai ketua regu banyak dilatih kemahiran dan keterampilan dialam terbuka dan bertukar ide serta pemikiran dan budaya dari berbagai negara yang hadir.

Dalam setiap kesempatan mengunjungi negara lain, Indah juga selalu menunjukkan jati dirinya sebagai seorang muslimah dengan tidak melepas jilbab, serta menunjukkan diri sebagai puteri bugis Makassar dengan membawa ciri khas Sulsel seperti kain sutera atau budaya Sulsel lainnya.

Nur Indah Lestari merupakan Puteri pertama dari pasangan HM Hatta Rahman (Bupati Maros) dan Hj. Suraida. Namun Ia mengaku perjalanannya sebagai utusan Indonesia ke berbagai negara tidak menggunakan uang pribadinya maupun bantuan orang tuanya. Namun, merupakan perjalanan gratis dari penyelenggara maupun sponsorship.

Gadis kelahiran 24 Mei 1992 ini bersyukur karena orang tuanya sangat mensupport berbagai kegiatan positif yang dilakukannya meskipun dirinya seorang perempuan tetapi itu bukan penghalang untuk mengeksplore berbagai kemampuan dan prestasinya.

Indah yang sudah menggeluti Dunia Pramuka selama 13 tahun ini berpesan kepada generasi muda Maros untuk jangan pernah takut bermimpi karena semua pencapaiannya selama ini berawal dari mimpi yang dibarengi dengan usaha, kerja keras dan Doa untuk memantaskan diri. (maros fm news department)

Monday, 31 July 2017

DITINGGAL SANG BUNDA JELANG PERTUKARAN PELAJAR KE AMERIKA, PELAJAR MAROS INI DIHIBUR LEGISLATOR SULSEL

Anggota DPRD Sulsel, Irfan AB sangat mendukung pelajar berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia, terkhusus nama Daerahnya.

Setelah mengikuti berbagai perkembangan dan memberi dukungan untuk salah seorang Mahasiswa Maros, Musawwir Muhtar yang berprestasi menemukan biskuit dari bahan daun kelor atau dikenal Morbi Plus, kini Irfan AB juga melirik pelajar Maros, Sila Farsidia Putri yang akan mengikuti pertukaran pelajar di Amerika dengan beasiswa penuh dari Program Youth Exchange and Study (YES).

Legislator dari Fraksi PAN ini mengatakan, sangat kagum dengan kemampuan bahasa Inggris Sila saat bertemu Ketua DPRD Maros, H. AS Chaidir Syam, namun selain kemampuan berbahasa inggris, Sila tentunya punya kemampuan lain seperti pengetahuan umum yang tidak perlu lagi diragukan karena Program YES ini termasuk sangat ketat dalam menyeleksi peserta.

Menurutnya, Di Indonesia, hanya ada sekitar 70an pelajar yang berkesempatan lolos belajar di Amerika selama 11 bulan setelah bersaing dengan ribuan pelajar lainnya.

Irfan mengatakan, dirinya sudah merencanakan untuk bertemu Sila sejak minggu kemarin (30/7/2017) di kompleks BBVET Balitjas Maros, namun adik kita ini ditimpa musibah sang bunda meninggal dunia, sehingga menunda kunjungannya hingga senin pagi (31/7/2017).

Irfan berharap, cobaan ini bisa menjadi motivasi bagi Sila Farsidia Putri untuk selalu membuktikan prestasi terbaiknya sehingga bisa membahagiakan sang bunda meskipun lebih dahulu dipanggil Sang Maha Pencipta.

Sila saat bertemu Irfan AB mengucapkan terima kasih atas motivasi yang diberikan. Menurutnya, Prestasi untuk membawa nama baik Kabupaten Maros dan Indonesia secara umum sudah menjadi tekad sejak awal lulus program YES ini.

Sila juga berharap agar kiranya segenap warga Maros bisa mendoakan Sang Bunda a.n DR. drh. Faizah M.Ta sehingga diberi tempat terbaik disisi Allah SWT.

Sila akan berangkat tanggal 1 Agustus ke Jakarta untuk Karantina dan akan diberangkatkan ke Iowa, Amerika sekitar 7 Agustus mendatang untuk membawa misi menjembatani pemahaman dan saling pengertian antara masyarakat antar negara dengan populasi muslim yang signifikan dengan masyarakat Amerika Serikat.

Selain itu, Sila juga akan membawa misi budaya dalam mempromosikan keindahan Indonesia serta potensi wisata Kabupaten Maros secara khusus. (maros fm news department)

Keterangan Gambar : Sila Farsidia Putri bersama Legislator Sulsel, Irfan AB (31/7/2017)

Thursday, 27 July 2017

LOLOS PERTUKARAN PELAJAR KE AMERIKA, PELAJAR INI MINTA RESTU KETUA DPRD MAROS

Pelajar berprestasi, Sila Farsidia Putri yang saat ini duduk dibangku kelas 3 SMAN 1 Maros berkunjung dan bersilaturrahmi bersama Ketua DPRD Maros, H. AS Chaidir Syam diruang kerjanya, rabu (26/7/2017).

Silaturrahmi tersebut sekaligus untuk meminta doa restu terkait lolosnya pelajar ini dalam seleksi pertukaran pelajar program YES yang merupakan program beasiswa penuh yang diberikan U.S. Department of State kepada siswa SMA atau Sederajat, dan akan berangkat ke Iowa, Amerika mewakil Indonesia, serta Kabupaten Maros secara khusus.


Sila menjadi satu-satunya pelajar Maros yang berhasil lolos program YES bersama 79 pelajar dari seluruh Indonesia setelah melalui beberapa tahapan seleksi yang sangat ketat.

Sila menjelaskan program pertukaran pelajar ini bertujuan menjembatani pemahaman dan saling pengertian antara masyarakat antar negara terkait populasi muslim yang minoritas dibanding warga Amerika Serikat sehingga bisa memberikan pemahaman yang baik terkait perbedaan antar umat beragama.

Selain misi tersebut, Sila juga menjelaskan momen ini tentu saja kesempatan emas untuk mempromosikan budaya dan berbagai destinasi wisata di Indonesia, khususnya Maros sehingga mengharumkan nama daerah.

Chaidir Syam mengaku sangat kagum atas prestasi pelajar tersebut apalagi saat Sila mempresentasekan salah satu objek wisata andalan Maros yakni Bantimurung dalam bahasa  Inggris dengan fasih.

Chaidir menjelaskan hal ini menjadi inspirasi bagi pelajar di Kabupaten Maros karena adanya pelajar yang membawa nama baik Maros dan mewakili Indonesia di Kancah Internasional.

Chaidir berharap setelah Sila belajar 11 bulan di Amerika, maka tentu saja banyak hal positif yang bisa di bawa saat kembali ke Maros untuk menjadi inspirasi bagi pelajar dan pemuda lainnya. (maros fm news department)

Tuesday, 25 July 2017

SILA FARSIDIA PUTRI, PELAJAR MAROS YANG SIAP HARUMKAN NAMA INDONESIA DI AMERIKA

Setelah Musawwir Muhtar yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Maros di Belanda. Kali ini ada satu lagi sosok pelajar asal Maros yang siap membawa nama Maros di Negeri Paman Sam, Amerika.

Sila Farsidia Putri, pelajar kelas 3 SMAN 1 Maros ini berhasil lolos dalam program pertukaran pelajar Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) dari lembaga AFS Intercultural Program dari Amerika.

Program YES adalah program beasiswa penuh yang diberikan oleh U.S. Department of State kepada siswa SMA atau sederajat, yang bertujuan menjembatani pemahaman dan saling pengertian antara masyarakat antar negara dengan populasi muslim yang signifikan dengan masyarakat Amerika Serikat.

Sila, begitu dia biasa disapa menjadi satu-satunya pelajar Maros yang berhasil lolos program YES bersama 79 pelajar dari seluruh Indonesia setelah melalui beberapa tahapan seleksi yang sangat ketat.

Sila saat berkunjung ke Studio Maros FM, selasa malam (25/7/2017) menjelaskan seleksi tersebut terdiri dari tes pengetahuan umum, tes wawancara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, diskusi kelompok, dan tes penulisan essai dalam bahasa Inggris.

Tahapannya pun sangat ketat karena seleksinya mulai tingkat provinsi, Nasional hingga Internasional dengan pesaing dari berbagai belahan dunia.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan drh. Soegiarto M.Sc Ph.D dan DR. drh Faizah M.Ta akan berangkat tanggal 30 Juli mendatang dan melanjutkan sekolah di Iowa, Amerika Serikat.

Di negara yang terkenal penghasil jagung tersebut, Sila akan tinggal bersama keluarga angkat selama 11 bulan.

Sila berharap bisa belajar lebih banyak di Amerika, dan memberi contoh bagi pelajar lain untuk berkontribusi mengharumkan nama Indonesia, khususnya nama baik Kabupaten Maros dengan prestasinya. (maros fm news department)

Keterangan Gambar : Sila Farsidia Putri.

Friday, 21 July 2017

TITI LEVILIA, DARA MAROS 2017 YANG HARUMKAN NAMA MAROS DI KEJURDA TAEKWONDO

Komitmen mengharumkan nama Kabupaten Maros dengan berbagai prestasi membanggakan selalu menjadi hal utama dalam berbagai aktifitas Dara Daeng Maros.

Seperti yang dilakukan Dara Maros 2017, Titi Levilia. Setelah terpilih sebagai Dara 2017, Titi semakin giat mengasah kemampuannya dan aktif dalam berbagai kegiatan termasuk dalam Cabang Olahraga Beladiri Taekwondo.

Baru-baru ini, Titi berhasil mengharumkan nama Kabupaten Maros dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sulawesi Selatan Cabang Olahraga Taekwondo, Under 55 Kg Putri dengan meraih medali perunggu.

Prestasi yang diraih ini merupakan torehan prestasi yang ketiga setelah berhasil meraih medali perak dalam ajang Politeknik Cup se-Indonesia Timur Tahun 2014 dan medali perunggu dalam ajang yang sama pada tahun 2015.

Titi saat wawancara media, jumat (21/7/2017) mengatakan sebelum mewakili Kabupaten Maros, ia mengikuti seleksi yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispori) Maros dan berhasil menyisihkan 2 calon perwakilan putri lainnya dalam kelas 55kg untuk mewakili Kabupaten Maros di Kejurda Sul-Sel.

Titi mengaku motivasi dari orang tua serta tekun latihan menjadi modal utama dalam mengikuti Kejuaraan tersebut.

Selain mengisi waktu luang dengan latihan, Gadis usia 17 tahun ini juga sibuk menjalankan program kerja di Forum Komunikasi Dara dan Daeng Maros (FKDDM) sejak menjadi Dara 2017 demi mengharumkan nama Kabupaten Maros. (maros fm news department)

Monday, 27 March 2017

MAHASISWI ASAL MAROS INI WAKILI SULSEL DI AJANG NASIONAL "YOUTH ADVENTURE DAY"

Generasi Muda Maros terus memperlihatkan berbagai prestasi menarik yang mampu mengharumkan nama Baik Kabupaten Maros di luar daerah.

Salah satunya Sri Wahyuni Syukur, warga jalan Poros Bantimurung Km. 7 Dusun Sege-Segeri Kecamatan Bantimurung yang sementara menjalani kuliahnya di Fakuktas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar (UNM).

Sri Wahyuni Syukur (dok. ist)

Gadis usia 21 tahun, putri dari pasangan H. Muh. Syukur MM dan Dra. Hj. Nurasmi MM ini baru saja lolos seleksi nasional mengikuti kegiatan Youth Adventure Day (YAD) yang diadakan Indonesian Youth Dream yang merupakan sebuah program pengembangan diri berbasis Experiental Learning, bertualang dan penguatan nilai-nilai ESQ.

Sri, senin (27/3/2017) mengatakan lolos seleksi dalam ajang ini menjadi kebanggaan tersendiri karena seleksinya lumayan ketat dan bisa menjadi bekal untuk mengembangkan potensi diri menjadi pemuda yang berpengaruh, baik untuk Indonesia maupun Kabupaten Maros.

Dalam kegiatan tersebut, Sri Wahyuni Syukur juga mengikuti Fashion Show yang mewakili Sulsel dalam memperkenalkan Baju Bodo sebagai baju adat Sulawesi Selatan.

Sri selama ini dikenal aktif dalam dunia kesenian di Maros dan tekun melakukan banyak kegiatan seni seperti mengajar tari dan vocal. (maros fm news department)

Tuesday, 21 March 2017

SOLUSI GIZI BURUK BALITA, PENELITI MUDA ASAL MAROS INI SIAP KEMBANGKAN TEMUANNYA DI INDONESIA

Musawwir Muhtar, Mahasiswa dan peneliti muda asal Kabupaten Maros yang saat ini kuliah S2 di Belanda dan dikenal sebagai penemu biskuit dari daun kelor sedang menikmati liburannya di Indonesia.

Berbeda dengan mahasiswa lainnya, Musawwir Muhtar menggunakan masa liburnya bukan untuk bersantai tetapi tetap sibuk menjadi pembicara, motivator dan narasumber di berbagai forum hingga TV Nasional.

Musawwir Muhtar (kiri) saat bertemu Irfan AB (kanan) saat bertemu di Er Colin Cafe, PTB Maros (20/3/2017) (dok. ist)

Musawwir, senin (20/3/2017) di salah satu cafe di Maros mengaku akan mengembangkan biskuit tersebut di Indonesia karena telah melihat pasaran Moringa Biscuit Plus (Morbi+) atau biskuit dari bahan baku daun kelor yang dapat menjadi solusi untuk gizi kurang bahkan solusi terbaik untuk gizi buruk ini sudah mulai dipasarkan di Belanda.

Alasan lain Musawwir sehingga berkeinginan besar mengembangkan biskuit ini di Indonesia karena kandungan dalam daun kelor sangat kaya protein, vitamin, mineral, asamamino, serta mikronutrian apalagi jika diolah menjadi tepung dan biskuit.

Sementara Morbi+ di Kabupaten Maros sendiri, Musawwir rencananya akan memberdayakan ibu-ibu pedesaan untuk budidaya tanaman sampai pengemasan (packaging). Selain itu, ibu-ibu tersebut juga akan dibekali dengan basic ilmu gizi, cost management, metode khusus budidaya tanaman kelor dan berbagai informasi penting lainnya sehingga bisa meningkatkan taraf hidup mereka.

Anggota DPRD Sulsel, M. Irfan AB, yang terus mengikuti perkembangan Musawwir mengatakan, negara akan maju karena kegiatan riset atau penelitian menjadi tren bagi pemuda di negara tersebut sehingga potensi yang ada pada Musawwir tentunya harus terus didukung semua pihak sehingga menjadi penunjang kemajuan Indonesia khususnya Sulsel dan Kabupaten Maros.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Maros, Ilhamsyah Azikin, mengatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Musawwir sehingga diharapkan pemuda lainnya bisa mengikuti jejak Musawwir dalam berkontribusi menciptakan prestasi yang membanggakan serta mengangkat nama Maros hingga kancah Internasional. (maros fm news department)

Wednesday, 18 January 2017

RAJIN KIRIM DOA DI MEDSOS, PEMUDA INI JADI IDOLA TOKOH PEMUDA MAROS

Burhan, sosok pemuda Maros yang lugu, jenaka dan sederhana namun akhir-akhir ini menjadi terkenal dan sering menjadi bahan perbincangan di kalangan beberapa tokoh pemuda dan pejabat publik di Maros.

Pemuda berusia 25 tahun ini hanya berprofesi sebagai buruh bangunan dan tukang pijat tetapi kebiasaannya mengirimkan doa melalui messenger atau inbox facebook menjadikannya seorang yang diidolakan beberapa pengguna medsos di Maros.

Direktur Maros FM, Lory Hendradjaya (kiri) saat bersama Burhan (kanan) (dok. ist)

Burhan mengaku sebelum mengirimkan Do'a melalui messenger, dirinya setiap pagi harus duduk dan menuliskan pada selembar kertas konsep doa itu. Setelah mengedit Do'a, dirinya mengetik Do'a itu di androidnya dan mengirimkannya kepada beberapa teman medsos nya.

Burhan mengaku dari 2000 lebih teman facebooknya, setiap hari dia mengirimkan doa tersebut kesekitar 100 bahkan 200 akun dengan harapan bisa semakin dekat dalam bersilaturrahmi bersama orang-orang yang mendapat kiriman doa darinya. 

Anggota DPRD Sulsel, Irfan AB awalnya mengaku canggung dan sempat bertanya-tanya siapa sosok Burhan ini. Hingga akhirnya setelah menelusuri lebih jauh, Irfan pun merasa salut dan menganggap Burhan merupakan sosok pemuda yang peduli terhadap orang lain dan rutin mengirimkan Do'a dengan penuh keikhlasan. Menurut Irfan, jangankan mengirim Do'a, saling menyapa hanya untuk menguatkan silaturrahmi saja kadang banyak diantara kita yang lupa. Sementara Burhan tetap memperhatikan hal itu, terlepas kita mau membalas sapaan dan Do'a nya atau tidak.

Selain Do'a, saat ini Burhan juga sedang sibuk membuat orderan sandal jepit dengan ukiran nama, ia tidak mematok harga, yang mengorder pun bukan hanya orang biasa melainkan para tokoh dan pejabat publik di Maros, diantaranya Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Irfan Ab, Wawan Mattaliu, Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam, Anggota DPRD Maros, Amri Yusuf, Ketua APDESI Maros, Abd. Asis, Ketua KNPI Maros Marjan Massere, Ketua Karang Taruna Maros Syaharuddin Datu, Programmer Abdul Rahman, Direktur Radio Maros FM Lory Hendrajaya, dan beberapa tokoh pemuda Maros lainnya. 

Burhan dan beberapa tokoh pemuda maros saat memamerkan sandal jepit ukirnya (dok. ist)

Burhan dengan nama facebook Bur Han tidak menyangka keahlian pas-pas an dalam mengukir sandal sangat digemari rekan medsosnya. Awalnya Burhan hanya mengukir sandal untuk dirinya sendiri. Saat menguploadnya di facebook, Direktur Maros FM Lory Hendradjaya pun ikut memesan sandal ukiran tersebut dan akhirnya sandal jepit berukir seolah menjadi tren baru di setiap postingan medsos beberapa orang di Maros.

Hal unik lainnya yang dimiliki Burhan dan membuatnya disenangi dalam pergaulan karena sifat lugu dan jujurnya yang sering menjawab apa adanya saat ditanyai. Termasuk saat bersama Maros fm, saat ditanya terkait tempat dan tanggal lahir, Burhan pun spontan menjelaskan dirinya lahir di sawah. Sehingga untuk memastikannya, Maros fm pun kembali melontarkan pertanyaan yang sama namun tetap dengan jawaban yang sama dan menegaskan dirinya serius lahir di Sawah karena merasa tidak ada yang salah dengan jawaban itu. 

Lory menganggap fenomena yang diperlihatkan Burhan sebenarnya punya banyak makna dan hikmah dimana Burhan telah berhasil mengajar kita salah satunya tentang penggunaan medsos dengan bijak yang harus dimanfaatkan untuk semakin menyambung silaturrahmi dan menguatkan persaudaraan. Selain itu, Burhan juga membuat kita sadar bahwa untuk diterima dalam suatu pergaulan, tidak perlu menjadi orang lain dan tetaplah menjadi diri sendiri dengan jujur dan apa adanya. (maros fm news department)

Monday, 9 January 2017

MAMA, PAPA..DEK, JANGAN PERGI, PULANGLAH..!

Di usianya yang sudah senja, Hj Elong tidak pernah menyangka akan mendapat kabar anak, menantu dan kedua cucunya yang masih duduk di sekolah dasar lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa.

Kesedihan yang mendalam membuatnya histeris saat mendapat kabar tragedi yang merenggut 4 nyawa orang-orang yang sangat disayanginya dalam kecelakaan lalu lintas minggu sore (8/1/2017) di salenrang, poros Maros Pangkep. Agus, Nurmi, Ferdy dan Ayu harus menghadap Ilahi secara bersamaan.

Kesedihan itupun semakin menjadi-jadi, saat sekitar pukul 22.00 wita (8/1/2017), ambulance dari RSUD Salewangang Maros tiba di rumah duka jalan Mannuruki Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanayya, Makassar membawa 4 sosok jenazah.

Suasana Rumah duka di Jalan Mannuruki, Kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya, Makassar (8/1/2017). (dok. maros fm)

Selain Hj. Elong, Tita dan Rafly pun tidak kalah histerisnya.

Tita dan Rafly merupakan anak pertama dan kedua dari Agus dan Nurmi, juga kakak dari Ferdy dan Ayu.

Tita saat ini duduk di bangku kelas 2 SMA sementara Rafly duduk di kelas 2 SMP dan harus menjadi Yatim Piatu, bahkan kehilangan kedua adiknya yang masih duduk di bangku SD kelas 2 dan 1 SD Inpres Mannuruki 2 Makassar.

Mereka pun hanya mampu memeluk penuh tangis 4 jenazah, ayah, ibu, dan kedua adiknya yang berjejer rapi tertutup kain kafan tanpa mampu memahami rencana Tuhan selanjutnya.

Truk Tronton Hino DD 8429 XC yang terparkir menggunakan bahu jalan itu merenggut semuanya.
Bermula saat Agus akan menjemput Nurmi di Padanglampe, Pangkep karena sudah sekitar sepekan membantu orang tuanya menanam padi di sawah, sementara kedua anaknya, Ferdy dan Ayu menikmati liburan di rumah neneknya.

Berhubung masa liburan sudah berakhir, Agus yang juga security di DIPO 88, Parangloe berangkat menggunakan sepeda motor yamaha scorpio DD 5972 SB untuk menjemput mereka.

Sepulangya dari Pangkep menuju arah Makassar, tepat di KM 8-9, Jalan Poros Maros Pangkep, dirinya pun tak kuasa mengendalikan sepeda motornya dan menabrak truk yang diparkir Basir, warga Dusun Kassijala Desa Tunikamasea Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros.

Agus bersama kedua anaknya pun meninggal diatas motor yang terjepit dibawah truk, sementara Nurmi setelah terbentur akhirnya terjatuh dan ikut menyusul suami dan kedua anaknya.

Sehari-hari Agus dikenal tetangganya sebagai orang yang ramah dan rajin menebar senyum. Sementara Nurmi yang kesehariannya selain merawat keempat anaknya, juga membuka usaha warung kecil-kecilan di warungnya.

Saat Ramadhan tiba, Nurmi pun dikenal senang berbagi ta’jil seperti es buah untuk tetangganya. Tiada cela yang tertinggal.

Selain disayangi tetangga, keluarga, orang tua, dan kedua anak yang ditinggalkannya, Tuhan ternyata lebih sayang terhadap mereka.

Selamat Jalan Agus, Nurmi, Ferdy dan Ayu..

Meski kami bukan siapa-siapa, namun Empati dan Do’a tak berkesudahan senantiasa kami haturkan.
Semoga tragedi ini membuka mata banyak orang betapa berharganya hidup dan betapa tidak berharganya aturan yang hanya menjadi penghias rak buku dan tiada aplikasi nyata.

Yang sabar dek Tita dan dek Rafly..

(diolah maros fm news department untuk cerpen udara maros FM)

Sunday, 18 December 2016

DG. SUMPU, POTRET WARGA MAROS YANG HIDUP DI KOLONG RUMAH TUA BERATAP TERPAL BERLANTAI LUMPUR

Dg. Sumpu (60) potret seorang warga Dusun Bangunpolea desa Pattontongan Kecamatan Mandai kabupaten Maros, hidup seorang diri dengan menumpang di salah satu kolong rumah tanpa atap dan  tidak terawat milik seorang warga milik H. Yahya.

Dg. Sumpu saat dikunjungi Aktivis LSM, Relawan BPBD Maros, Crew Maros FM dan Media lainnya di tempat bernaungnya di Desa Pattontongan Maros (17/12/2016)

Kondisi tempat tinggalnya yang sudah ditempatinya sekitar sejak 10 tahun lalu hanya berupa sebuah dipan bambu ukuran 2x2m tanpa dinding dan diatasnya tergantung sebuah terpal untuk melindunginya dari hujan. Sementara lantainya beralaskan tanah dan berlumpur saat hujan.

Saat malam tiba, tempat tinggalnya hanya diterangi bias cahaya dari lampu jalan yang ada di tepi jalan. Sementara untuk masak sehari-hari terpaksa hanya menggunakan kayu bakar yang dengan perlengkapan masak seadanya.

Nurmiati, seorang warga setempat yang kami temui sabtu kemarin (17/12/2016) mengatakan Dg. Sumpu sebenarnya masih memiliki 3 orang anak tetapi lebih memilih tinggal seorang diri di tempat tersebut karena sudah pisah dengan istrinya sejak lama.

Sementara Dg. Sumpu saat ditanya tentang pekerjaannya menjawab dulunya sehari-hari hanya membuat arang dan dijual di Daya Makassar.

Dari usahanya itu biasanya dia menghasilkan Rp. 8000 perhari. Namun saat ini sudah tidak memiliki pekerjaan yang bisa menghasilkan akibat sering merasa sakit pada tangannya sehingga untuk kebutuhan makan sehari-hari hanya diberikan dari warga sekitar.

Salah seorang aktivis LSM, Ilham Lahiya yang juga ikut meninjau tempat tinggal Dg. Sumpu menjelaskan nasib warga ini harusnya menjadi perhatian pemerintah utamanya aparat desa karena kondisi ini sudah sangat memprihatinkan terlepas bagaimana latar belakang hingga akhirnya orang tua ini memilih untuk tinggal sendiri bertahun-tahun dan tidak ingin tinggal bersama anak-anaknya.

Saat berkunjung ke desa Pattontongan sabtu kemarin (17/12/2016), Crew Maros fm dan beberapa rekan media lainnya serta salah seorang relawan BPBD Maros belum sempat berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan pihak keluarga dari Dg. Sumpu. (Maros fm news department)

Monday, 12 December 2016

WARGA MAROS INI HANYA BERPENGHASILAN 15 RIBU PERHARI TETAPI HIDUPI 9 ORANG ANAK

Sebuah keluarga hidup dalam kondisi memprihatinkan di Dusun Bonto Kappong, Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.

Keluarga dari pasangan Abd.Rasyid (50) dan Ani (40) ini hidup bersama 9 orang anaknya di sebuah rumah berukuran 4x5M dengan penghasilan yang tidak menentu dari hasil memulung sampah plastik disekitar tempat pembuangan limbah Pabrik Semen Bosowa Maros.

Selain dalam kondisi kekurangan, Ani sang ibu rumah tangga juga baru-baru ini didiagnosa menderita penyakit Paru-Paru, Jantung berair dan penyakit ginjal.

Ani (kanan) bersama anak sulung dan anak bungsunya (dok. maros fm)

Abd. Rasyid saat dikunjungi media minggu kemarin (11/12/2016) hanya mengaku pasrah sambil berusaha tetap mencari nafkah untuk keluarganya.

Rasyid menceritakan, hasil sampah plastik yang dikumpulkannya kadang bisa menghasilkan Rp. 15ribu sampai Rp. 20ribu perhari dan digunakan untuk kebutuhan keluarganya termasuk untuk makan dan ongkos angkutan kesekolah anak-anaknya.

Diantara 9 anak dari Abd. Rasyid ini, 5 diantaranya sudah duduk dibangku sekolah. Yang paling Tua berumur 17 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SMU sementara yang paling bungsu baru berumur 2 Bulan.

Sementara sang Ibu, Ani hanya bisa terbaring lemas dirumah yang dibangun dari seng bekas itu. setelah sempat dirawat 2 hari di RSUD Salewangang dengan bantuan fasilitas kesehatan KIS, dirinya pun meminta untuk dirawat jalan karena mengkhawatirkan 9 orang anaknya yang kebanyakan masih kecil dan butuh kasih sayang Ibu.

Komunitas Bikers MCB dan Pemuda Bungaeja saat menyerahkan bantuan sembako ke keluarga Pak Rasyid di Desa Tukamasea Kecamatan Bantimurung Maros (11/12/2016) (dok. marosfm)

Prihatin kondisi tersebut, Motor Community Bosowa (MCB) dan Pemuda Bungaeja menyerahkan bantuan berupa sembako ke keluarga Abd. Rasyid dan Ani.

Ketua MCB Maros Irfan mengatakan, pemberian bantuan tersebut dilakukannya untuk meringankan beban hidup keluarga Rasyid dan Ani apalagi melihat anak-anak mereka yang masih kecil dan hidup dalam rumah yang kurang layak.

Sementara Ketua MCB Indonesia, Ahmad Aco juga menghimbau untuk warga yang akan menyalurkan bantuannya, bisa melalui tim yang telah dibentuk dan disepakati tokoh masyarakat di Desa Tukamasea dengan transfer, ke Nomor Rekening : 022-40100-7364530 (BRI Simpedes) an. Muh. Armin. (maros fm news department)

Monday, 5 December 2016

ERATKAN SILATURRAHMI SESAMA INSAN PENYIARAN, SBFM SINJAI BERKUNJUNG KE MAROS FM

Manajemen Radio Maros FM menerima kunjungan rombongan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Suara Bersatu FM (SBFM) milik Pemerintah Kabupaten Sinjai, di Studio Maros FM, Kompleks Kantor Bupati Maros, Minggu siang (4/12/2016).

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturrahmi antar sesama LPP yang ada di Sulsel sekaligus menjalin keakraban antar sesama insan penyiaran.

Foto bersama kru Maros FM dan Suara Bersatu FM Sinjai saat berkunjung ke Maros FM (4/12/2016) (dok Maros FM)

Direktur Maros FM Lory Hendradjaya yang menerima rombongan mengaku sangat senang dan bangga dengan adanya kunjungan tersebut apalagi Radio Suara Bersatu Sinjai merupakan salah satu radio di Sulsel yang terbilang memiliki prestasi yang sangat baik dan dibuktikan juga dalam Malam Anugerah KPID Award 2016 dengan berhasil meraih Nominasi Iklan Layanan Masyarakat Terbaik.

Lory berharap dengan adanya kunjungan ini, Manajemen Radio Maros FM juga bisa secepatnya melaksanakan kunjungan ke Sinjai untuk semakin meningkatkan jalinan ukhuwah serta bertukar informasi seputar manajemen pengelolaan radio dimana Maros FM dan Suara Bersatu FM sama-sama bergerak sebagi media dan sarana publikasi Pemerintah Kabupaten.

Direktur Maros FM, Lory Hendradjaya (kiri) saat menerima kenang-kenangan dari Program Director SBFM Sinjai, Luthfi Hidayat (4/12/2016) (dok. Maros FM)

Sementara Program Director SBFM Sinjai, Luthfi Hidayat mengucapkan terima kasih atas kesediaan keluarga besar Maros FM meluangkan waktu di sela hari libur untuk menerima kunjungan tersebut.

Luthfi mengatakan kunjungan silaturrahmi ini bisa terus dipertahankan dan siap menanti kru Maros FM meluangkan waktu berkunjung ke Sinjai dan menikmati berbagai potensi wisata dan kuliner yang ada di Kabupaten Sinjai.

Disela kunjungan tersebut, diserahkan juga kenang-kenangan dari SBFM untuk Maros Fm, serta duet siaran kru SBFM Sinjai, Harmila Surya bersama penyiar Maros FM, Ady di acara Barat Top 40 sekaligus menyapa dan berbagi informasi seputar Sinjai untuk pendengar setia Maros FM. (maros fm news department)
 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.