Suasana "Massuro Baca" yang dilakukan HM Yusuf Damang (07/09/2015) (dok. bsfm)
Tradisi "Massuro Baca" ini merupakan Tradisi Suku Bugis Makassar yang dilakukan sebagai ungkapan Syukur atas apa yang diraihnya selama ini, dengan simbol Onde-onde (umba-umba) yang berarti selalu mendapatkan hal yang baik dan manis. Dan pisang gepok sebagai simbol rejeki yang tidak akan berhenti.
Dalam acara itu, Seorang imam kampung menjadi "pabaca" dalam syukuran itu, yang juga hadir beberapa anggota DPRD Maros, staf kantor dan beberapa pengurus Partai Gerindra Maros.
Salah seorang Pengurus Partai Gerindra, Yudi mengapresiasi hajatan itu sebagai hajatan yang sangat menghargai budaya. Menrut Yudi, Sekalipun beliau sudah jadi pimpinan DPRD, tapi cara beliau mensyukuri adalah dengan jalan "Massuro Baca".
"Ini simbol betapa babba (panggilan yusuf damang-red) menghargai budaya leluhur suku bugis makassar ini. Banyak orang dapat jabatan syukurannya di hotel atau di tempat tempat hiburan. Tapi babba tidak. Dia tetap pakai adat turiolo" Ujar Yudi kepada BSFM.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros gelar rapat paripurna istimewa Jumat lalu (04/09/2015), melantik HM Yusuf Damang menggantikan almarhum Irwansyah Kasim yang meninggal dunia tahun lalu. Yusuf Damang merupakan kader partai Gerindra, pemilik suara tertinggi kedua. (bsfm news department)


Post a Comment