Atas inovasinya tersebut, telah menyita perhatian masyarakat Eropa dengan diundangnya Musawwir untuk mempresentasikan produknya di salah satu stasiun TV Eropa, Euronews yang saat ini menjadi saluran berita internasional terkemuka dan ditonton di 135 negara di seluruh dunia.
Musawwir Muchtar dan prototype Morbi+ (dok. ist)
Musawwir saat diwawancara Maros FM, senin malam (3/10/2016) mengatakan Morbi+ diliput euronews karena masuk 10 besar dalam kompetisi Internasional Gist Tech-I Competition 2016 di Silicon Valley, Amerika Serikat dan masuk dalam salah satu program PBB Sustainable Development Goals (SGDs).
Musawwir menjelaskan saat ini baru ada 10 produk prototype untuk masing-masing varian, karena bubuk daun kelornya masih di beli dari Afrika untuk testing. Adapun produk tersebut untuk segment market anak-anak dan dewasa yakni Superfood Moringa bar, Moringa bar varian chocolate, Moringa bar varian crunchy almond. Sementara untuk Moringa Powder disiapkan untuk segmen market balita penderita gizi kurang, ibu hamil, dan orang-orang yang concern ke healthy life style (gaya hidup sehat).
Untuk pemasarannya, Musawwir menjelaskan akan menggunakan sistem cross subsidi dimana produk yang di desa akan dijual murah, sementara yang di kota akan dijual lebih mahal ditandai dengan kemasan berbeda tetapi kualitas yang sama.
Saat kembali ke Indonesia khususnya Kabupaten Maros, Musawwir berjanji akan terus mengembangkan MorBi+ karena memberikan solusi yang berkelanjutan dengan mengusung tema kewirausahaan sosial melalui pemberdayan perempuan di daerah pedesaan yang selanjutnya berdampak pada tingkat pendapatan mereka. (maros fm news department)


Post a Comment