NEWS

Wednesday, 5 October 2016

LEWAT DI CAGAR ALAM HUTAN KARAENTA MAROS? YUK MAMPIR CICIPI TUAK MANIS INI

Bagi anda yang melintas di jalan poros Maros - Bone, tepatnya di jalur kawasan Cagar Alam Hutan Karaenta Kabupaten Maros, kurang lengkap rasanya tanpa mampir mencicipi tuak aren yang dijajakan di pinggir jalan area tersebut. Tapi jangan salah paham, tuak aren yang dimaksud yakni "ballo tanning" alias tuak manis yang tidak memabukkan.

Ada belasan penjual ballo manis yang berjualan di sepanjang jalan hutan karaenta ini. Mereka berasal dari kampung Kappang, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.

Pak Halim saat menjajakan Ballo' Manis dan Madu Hutan di jalur Hutan Karaenta Maros (dok. maros fm)

Salah seorang penjual ballo manis, Pak Halim mengaku sudah berjualan ballo' manis di pinggir jalan hutan Karaenta sejak 2 tahun lalu. Ballo' manis ini dijual dalam kemasan botol air mineral berukuran 600 ml dengan harga cuma Rp. 5000.

Pak Halim menjelaskan ballo manis ini dihasilkan dari nira pohon Aren yang ia sadap sendiri. Saat penyadapan, batang bambu yang digunakan sebagai wadah yang disebut 'tongka' diberi daun Kirasa' (Manggis Hutan) agar ballo manis ini awet. Sebaliknya, bila ingin dijadikan ballo pahit yang memabukkan wadah bambu ini diberi Sene dari akar Bannyoro' (pohon Bayur).

Pak Halim mengaku bila sedang ramai pembeli, ia bisa menjual 40 liter ballo manis dalam seharinya, namun bila sepi cuma sekitar 10 sampai 15 liter perhari.

Tidak hanya pengendara yang melintas di jalan karaenta ini yang menjadi pembelinya, sesekali turis asing yang berwisata ke hutan Karaenta juga singgah untuk mencicipi ballo manisnya. (maros fm news department)

Penulis : Fahrul Z
Editor : Ady Maros Enterprise

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.