Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulsel mengumumkan, sebagian besar wilayah di Sulsel telah memasuki musim hujan.
Pihak BMKG juga memprediksi puncak musim hujan khususnya di kabupaten Maros akan terjadi pada bulan Desember.
Kepala Station BMKG Abdul Mutholib senin (14/11/2016) menjelaskan, prediksi hujan lebih dari 200 mm perhari. Sementara di waktu puncak hujan dirata-ratakan 700-800 mm.
Beberapa daerah yang akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi yakni kecamatan Tanralili, Maros Baru dan Lau. Untuk wilayah tersebut curah hujannya diatas rata-rata, dan berpotensi banjir.
Sementara itu, untuk beberapa kecamatan yang berada di pesisir seperti, Maros Baru, Bontoa, Lau, Marusu, Turikale diprediksi akan terkena dampak banjir.
Abdul Mutholib mengimbau kepada petani untuk tidak menanam padi pada bulan desember. Hal itu untuk menghindari gagal tanam yang akan menyebabkan petani merugi. Apalagi prediksi musim hujan mendatang berpotensi banjir.
Abdul Mutholib mengimbau kepada petani untuk tidak menanam padi pada bulan desember. Hal itu untuk menghindari gagal tanam yang akan menyebabkan petani merugi. Apalagi prediksi musim hujan mendatang berpotensi banjir.
Abdul Mutholib juga mengingatkan memasuki puncak musim hujan agar masyarakat Maros diimbau waspada dan lebih berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, jalan licin, dan lainnya.
Dalam website resmi BMKG untuk hari senin (14/11/2016) warga juga diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang - lebat akhir-akhir ini disertai petir yang berpotensi terjadi sore hari di wilayah Makassar, Maros, Pangkajene, Sidenreng, Sungguminasa serta Watansoppeng. (maros fm news department)


Post a Comment