Seorang mahasiswa semester 3 jurusan biologi STKIP YAPIM Maros, Ana Safitri (20) sudah hampir setahun menderita penyakit kebocoran katup jantung sehingga menjadikan fisiknya lemah dan semakin kurus.
Ana Safitri bersama kedua orang tuanya (dok. maros fm)
Kondisi Ana yang juga warga Dusun Bombongi Desa Tenrigangkae Kecamatan Mandai Maros itu mengundang keprihatinan Ketua HMI Cabang Maros, Alryansyah dan Direktur Lembaga Bumi Mentari, Ilham Lahiya.
Bersama awak media, mereka mengunjungi Ana Safitri, sabtu kemarin (12/11/2016) dirumahnya untuk memantau langsung kondisi Ana.
Didampingi kedua orang tuanya, Arman Ramli (47) dan Fatimah (38), Ana bercerita penyakitnya awalnya berawal dari batuk dan sesak nafas yang membuatnya sangat tersiksa.Tetapi setelah dibawa ke RSUD Salewangang Maros, ternyata dianalisa klep jantung bocor.
Sementara ayah Ana, Arman Ramli yang hanya berprofesi sebagai pedagang
ikan keliling saat anaknya divonis penyakit tersebut mengaku takut anaknya dioperasi karena terkendala biaya,
sehingga membawanya pulang untuk berobat kampung.
Direktur Lembaga Bumi Mentari, Ilham Lahiya terkait hal itu menjelaskan jika melihat perekonomian dan latar belakang keluarga ini maka tidak memungkinkan untuk menjalani kembali pengobatan sehingga besar harapan agar mendapat perhatian dari berbagai pihak terkait.
Sementara Ketua HMI Cabang Maros, Alryansyah berharap agar warga Maros ataupun donatur lainnya bisa membantu menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu Ana agar bisa secepatnya sembuh dan kembali melanjutkan pendidikannya.
Terkait kasus Ana, Kadis Sosial, tenaga Kerja Dan Transmigrasi Pemkab Maros, Muhammad Alwi kepada maros fm menjelaskan jika sekiranya memang dari keluarga yang kurang mampu, maka pihak keluarga bisa langsung ke kantor Dinas Sosial membawa foto kopy kartu keluarga dan surat keterangan tidak mampu sehingga bisa secepatnya mendapat kartu indonesia sehat (KIS) untuk melanjutkan pengobatannya.
Alwi menyayangkan jika ada warga kurang mampu yang belum mendapat KIS, padahal sudah diimbau untuk kepala desa dan
kelurahan agar mendaftarkan warganya yang kurang mampu untuk mendapatkan
kartu KIS itu sejak beberapa bulan lalu tetapi masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah desa atau kelurahan. (maros fm news department)
Reporter : Indra Sadli Pratama
Editor : Ady Maros Enterprise
Reporter : Indra Sadli Pratama
Editor : Ady Maros Enterprise


Post a Comment