Kabupaten Maros semakin berbenah dan berkomitmen tinggi menjadikan diri sebagai kabupaten Literasi di Indonesia. Hal itu terlihat dalam Focus Group Discussion yang digelar Pemerintah Kabupaten Maros bersama KNPI Maros, bertema “Menuju Maros Sebagai Kabupaten Literasi” selasa (24/1/2017) di ruang pola Kantor Bupati Maros.
Kegiatan itu melibatkan banyak organisasi kepemudaan seperti IMM, PMII, HMI, GMNI, HPPMI, GP Ansor, BKPRMI, Pospera, SAPMA, Fokus Maros, Madani Society, karang taruna dan lain-lain.
Selain lembaga kepemudaan, FGD yang langsung dibuka Bupati Maros, M
Hatta Rahman ini juga dihadiri Ketua Komisi III DPRD Maros, 2
anggota DPRD Provinsi Sulsel, Dinas Pendidikan Maros, Kemenag, IGI,
PGRI, Forum Fasilitator Daerah USAID PRIORITAS, MKKS, MKKG dan berbagai
unsur lainnya.
Para pembicara selama FGD, diantaranya ketua komisi E DPRD Maros, Hj. Haeriah Rahman, Dua Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Irfan AB dan Wawan Mattaliu serta Ketua KNPI Maros, Marjan Massere di ruang pola Bupati Maros (24/1/2017) (dok. ist)
Bupati Maros, Hatta Rahman dalam sambutannya menyatakan berkomitmen besar untuk menjadikan
literasi sebagai gerakan yang menggema di masyarakat. Karena periode
kedua ini, tema pembangunan pemerintah adalah pembangunan sumber daya manusia, salah satunya melalui gerakan literasi ini.
Sementara salah seorang Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Wawan Mattaliu mengatakan Tiga SKPD yaitu Dinas Pendidikan, Infokom, dan Dinas Perpustakaan sudah
bersedia mensukseskan kegiatan ini. DPRD sudah nyata akan mendukung
regulasi pelaksanaannya, Bappeda juga sudah siap mengkoordinasikan dan
memasukkan dalam perencanaan pembangunannya. Oleh karena itu, gerakan
ini harus jadi besar dan tidak boleh gagal.
Ketua KNPI Maros, Marjan Massere menjelaskan kehadiran lebih 70 anggota dari semua organisasi kepemudaan yang
tergabung dalam KNPI ini, menjadi sinyal energi yang kuat tersebarnya
virus-virus gemar membaca dan ketrampilan literasi di tengah masyarakat
Maros yang bertujuan untuk mendisain berbagai
program dan kegiatan yang akan dilakukan baik di tingkat komunitas
maupun tingkat sekolah untuk keberhasilan menjadikan Maros sebagai
kabupaten literasi.
Salah seorang pembicara dalam FGD itu, Provincial Coordinator USAID
PRIORITAS untuk Sulawesi Selatan, Jamaruddin berharap gerakan di Maros
ini bisa menjadi contoh gerakan literasi bagi kabupaten lain, karena
para pemuda sudah mau terjun langsung mensukseskan gerakan literasi ini
ditambah semua elemen-elemen kebijakan dan pendidik juga bergairah
mendukungnya.
Selama FGD yang diorganisir KNPI dan Pemerintah Daerah Maros
ini, empat kelompok dibentuk merancang berbagai kegiatan literasi ke
depan; kelompok sekolah, kelompok komunitas, kelompok kebijakan dan
kelompok evaluasi dan monitoring.
Kelompok sekolah mencanangkan akan
melakukan berbagai kegiatan di sekolah seperti membaca lima belas menit,
membuat taman-taman baca, pemilihan duta baca dan lain-lain. Kelompok
komunitas yang beranggotakan organisasi kepemudaan merencanakan
pelaksanaan kegiatan seperti menghadirkan sudut baca di setiap sudut
lingkungan seperti di masjid, ruang-ruang publik, diskusi akhir pekan,
lomba membaca dan menulis dan lain-lain.
Sementara itu, Kelompok kebijakan memiliki
agenda kegiatan untuk mendukung dan merancang perbup atau perda kota
literasi, sosialisasi perbup atau perda, mendorong kebijakan anggaran
dari desa dan membentuk tim teknis untuk mengawal gerakan literasi. Sedangkan
kelompok monitoring dan evaluasi (monev) mengagendakan akan menyusun instrument
monev, melakukan monev, menganalisis hasil monev dan lain–lain. Hasil
dari rancangan ini akan dimatangkan oleh kelompok kerja yang juga telah
diputuskan keanggotaannya selama FGD tersebut. (maros fm news department)


Post a Comment