Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Maros menargetkan akan membentuk 15 Kampung Keluarga Berencana (KB) di seluruh Kecamatan se Kabupaten Maros.
Khusus daerah pesisir seperti Kecamatan Marusu, akan ada 2 kampung KB, sementara 13 kecamatan lain masing-masing 1 Kampung KB.
Hal itu disebabkan karena melihat program dan sosialisasi yang dilakukan di Kampung KB seperti di Dusun Tambayang Desa Pabbentengang Kecamatan Marusu ini dinilai cukup berhasil.
Hal itu disampaikan, Kepala DPPKB Maros, Nuraini Wahid saat menyambut rombongan Konsultasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari 33 Provinsi Se Indonesia, di Kecamatan Marusu, rabu (21/2/2018).
Nuraini Wahid Menjelaskan, Program Kampung KB di Maros sudah berjalan sejak Februari 2016 lalu dan kini sudah lebih 40 persen warga dusun sudah mengikuti program KB seperti vasektomi dan lain-lain.
Menurutnya, tujuan utama dibentuknya kampung KB agar bisa mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta mengintegrasikan pembangunan lintas sektor mulai kesehatan hingga pendidikan.
Sementara Kepala Desa Pabbentengang, Kecamatan Marusu, Amran Yusuf mengaku warga kini sudah merasakan manfaat Kampung KB yang dibentuk 2 tahun lalu ini.
Ia menjelaskan, kini warga dusun bisa lebih cerdas dan sejahtera karena dalam program Kampung KB, rutin dilakukan pertemuan kelompok dan pembinaan mulai dari bina keluarga balita hingga bina keluarga lansia. Bahkan diajari berwirausaha mandiri dengan mengelola dan menciptakan produk lokal.
Ia berharap dengan adanya gerakan tersebut, sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah desa agar senantiasa memperhatikan kesejahteraan warga. (maros fm news department)
Keterangan Gambar : Kepala DPPKB Maros, Nuraini Wahid

Post a Comment