Satu keluarga yang mengalami kondisi disabilitas atau memiliki keterbatasan fisik/mental di daerah pelosok Kabupaten Maros, sangat membutuhkan perhatian kita.
Daeng Halim (37), warga di Dusun Tala-tala desa Bonto Manai, Kec Tompobulu merupakan seorang ayah yang mengalami keterbelakangan mental dan harus menghidupi Tiga anaknya yang juga merupakan penyandang disabilitas.
Anak pertamanya, Liana (17) pernah mengalami lumpuh layu sejak kecil dan hingga kini kondisinya belum normal, anak keduanya, Feri (14) juga mengalami lumpuh layu dan gizi buruk namun hingga kini masih terbaring di rumahnya. Sementara anak bungsunya Ali (6) mengalami kelainan perkembangan sistem saraf atau Autis.
Selain anaknya, Istri Daeng Halim, Mantang (34) juga merupakan penyandang disabilitas Low Vision (Tuna Netra).
Selama ini Daeng Halim hanya menghidupi anaknya dengan pekerjaan kesehariannya sebagai petani penggarap sehingga tidak bisa mencukupi biaya hidup dan kebutuhan gizi keluarga.
Salah seorang tokoh masyarakat, Muhammad Salman Sunu, selasa (28/2/2018) saat mengunjungi kediaman Daeng Halim di Tala-tala menjelaskan jika kondisi ekonomilah yang melatar belakangi kondisi yang dialami Daeng Halim dan keluarganya.
Salman menjelaskan, kondisi ini telah ia alami bertahun-tahun, apalagi tinggal jauh di pelosok dan terisolir, sehingga ia luput dari perhatian.
Ia menceritakan awalnya menemukan keluarga ini setelah melakukan survey bersama tim HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) dan AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) dari situlah akhirnya kita melakukan pendampingan secara aktif, untuk saat ini sudah ada dari pihak kesehatan yang ikut bersama kami mendampingi.
Selain menjadi penyandang Disabilitas, Daeng Halim bersama istri dan tiga anaknya tidak pernah mengecap bangku sekolah.
Salman berharap, pemerintah bisa peduli dan tanggap terhadap kondisi ini karena saat ini mereka membutuhkan pergatian dan uluran tangan dari berbagai pihak. (marosfm news department)
Keterangan Gambar : Pihak Polsek Tompobulu saat memantau kondisi keluarga penyandang disabilitas.

Post a Comment