Kawasan Karst Di Destinasi Wisata Rammang-Rammang memiliki banyak keunggulan dibandingkan kawasan Karst dibelahan dunia sehingga layak dijadikan Geopark Dunia.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros, Kamaluddin Nur saat wawancara Maros Fm, rabu (28/2/2018)
Kamaluddin menjelaskan, kawasan ini telah menjadi Geopark Nasional namun pihaknya tetap berusaha menjadikan kawasan ini menjadi geopark dunia karena kualitas karst ini adalah yang terbaik di dunia dengan jumlah spesies flora dan fauna endemik yang tidak kalah dengan karst yang ada di China atau Vietnam.
Menurutnya, keunikan ini disebabkan karena jenis karst ini termasuk type spectacular tower karst yaitu karst yang menjulang tinggi dan berbeda dengan China yang karstnya berjenis datar.
Selain itu, di karst ini mengandung banyak peninggalan pra sejarah dan salah satunya adalah lukisan tertua di dunia.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jajaran karst ini juga menjadi salah satu ekosistem yang mempunyai banyak spesies endemik dan yang lebih spesial kawasan ini adalah kawasan yang menjadi habitat paling banyak jenis spesies kupu-kupu makanya oleh peneliti yakni Wallace menyebutnya sebagai The Kingdom Of Butterfly.
Diduga di hamparan karst Maros ini ada lebih seribu Gua dan dua diantaranya diketahui sebagai Gua terpanjang dan terdalam di Indonesia.
Ia menjelaskan, Kawasan wisata Rammang-Rammang Kabupaten Maros juga terus dikembangkan pemerintah sebagai destinasi Wisata berbasis Desa dengan memberdayakan masyarakat lokal sebagai pengelola.
Pengembangan ini juga menjadi salah satu syarat dari unsur budaya lokal agar Kawasan Karst tersebut dijadikan kawasan Geopark Dunia. (Maros FM News Department)
Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros, Kamaluddin Nur saat mendampingi Direktur CNN Indonesia, Desy Anwar dan rombongan saat berkunjung ke Kawasan Wisata Rammang-Rammang, Desa Salenrang Kecamatan Bontoa, selasa (27/2/2018).

Post a Comment