Drama Teatrikal tersebut ditampilkan seusai Upacara Pengibaran Bendera, di Lapangan Pallantikang Kantor Bupati Maros, 17 Agustus 2019.
Pemkab Maros Melalui Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) ini juga didukung Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Maros, Dinas Pendidikan Prov Sulsel, Dinas Pendidikan Maros, Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati (PSHT) Maros, dan Radio Maros FM.
| Keterangan Gambar : Drama Kolosal yang ditampilkan usai pengibaran bendera memperingati HUT Ke-74 RI di Lapangan Pallantikang Maros (dok. marosfm) |
Ia menjelaskan, untuk Drama kali ini, mengangkat tema Perjuangan Kerajaan Bontoa dalam melawan penjajah di Masa Raja Bontoa XIII, I Bambo Dg Matekko (Petta Tekko).
Ia berharap, dari kisah tokoh-tokoh sejarah di Maros, bisa menjadi contoh kegigihan pemuda saat ini dalam mengisi kemerdekaan yang di tebus air mata, darah dan keringat para pejuang terdahulu.
Sementara Kabid Pengembangan Nilai-Nilai Kesatuan Bangsa, Badan Kesbangpol Maros, Dra Murniati M.Si mengatakan Drama Teatrikal tersebut disaksikan antusias peserta Upacara dan Masyarakat Umum bahkan ada yang meneteskan air mata karena larut dalam cerita yang disajikan.
Ia menjelaskan, para pemeran yang ada mulai dari SD, SMP dan SMA di Maros ini latihan dan persiapan sekitar 10 hari lalu dengan melibatkan sekitar 200 pelajar.
Dalam Pementasan itu juga disajikan atraksi Mangngaru', Puisi dan atraksi Sitobo Lalang Lipa atau Saling Tikam Dalam Sarung yang menjadi salah satu tradisi yang dianggap menjadi pemecah masalah bagi laki-laki Bugis Makassar dalam menyelesaikan sebuah perselisihan. (marosfm news department).

Post a Comment