Masa pandemi tak mengurangi kreatifitas sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Maros untuk meningkatkan kapasitas tenaga pengajarnya.
Salah satunya di SD 103 Inpres Hasanuddin Maros yang menggelar workshop penulisan puisi.
Setidaknya dalam kegiatan tersebut ada puluhan murid dan guru diberi pelatihan selama kurang lebih sehari lamanya.

Acara yang dibuka langsung oleh kepala Dinas Pendidikan Takdir mengatakan,
pelatihan ini merupakan sebagai bentuk penambahan kapasitas guru dalam keterampilan penulisan puisi.
Ia pun berharap dengan terus berkaryanya memungkinkan kemampuan puisi guru dan murid ini mampu dituangkan dalam bentuk buku.
Selain itu dalam Workshop tersebut turut di pandu oleh praktisi kesenian di Maros Lory Hendrajaya dan koordinator Rumah Dongeng chapter Maros bersama Ima Fatimah salah seorang penulis Maros dan sekretaris Rumah Dongeng chapter Maros.
Selain memberikan motivasi pemateri juga memberi bekal bagaimana menulis puisi dengan mudah melalui pendekatan diksi yang kuat, memberanikan diri menulis, menjadikan kehidupan sehari hari sebagai tema puisi, dan menjadikan puisi dalam kehidupan sehari hari.
Lory berharap dalam workshop ini akan melahirkan penulis penulis puisi di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan di SD Hasanuddin ini serta menjadikan ilmu puisi ini sebagai media mengajar di kelas .
Sementara, Ima Fatimah berharap bukan hanya terampil menulis puisi tapi juga bisa melahirkan karya dalam bentuk antologi puisi. Kumpulan karya puisi ini akan menjadi karya abadi dan akan terus tersimpan sampai waktu yang lama.
Selain itu kepala UPTD SDN 103 Inpres Hasanuddin, Wahidah sangat mengucapkan bersyukur atas terlakasananya workshop ini sehingga walau masa pandemi, kreatifitas dan penambahan wawasan guru tetap berjalan baik.
Ia sangat bangga pada guru guru yang tak henti belajar dan mengasah kemampuannya untuk menjadi guru hebat, ia berharap semoga workshop ini akan melahirkan penulis handal dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Maros. (marosfm news department)

Post a Comment