Diperkirakan luas area kebakaran hutan telah mencapai 50 hektar. Menurut Komandan Kodim 1422 kabupaten Maros Letkol Sunarto sesuai rilis yang bsfm terima, petugas kewalahan untuk memadamkan api, hal itu dikarenakan hembusan angin sangat kencang di puncak hutan pendidikan.
Kebakaran Hutan di maros (dok. ist)
"Sejak kita mulai memadamkan kemarin, beberapa titik sudah berhasil dipadamkan. Namun karena anginnya kencang, sehingga kita kesulitan untuk memadamkana. Beberapa area telah kami sekat, tapi karena angin kencang membuat api mudah untuk menyeberang, " jelasnya.
Dia menuturkan, dari pantauannya diperkirakan luas area kebakaran hutan sudah mencapai 60 hektar. Dari pantauannya, titik api juga muncul di Dusun Patttiro, menara telkom, baruga unhas, Desa Leppu poccoe. Khusus di Dusun Pattiro sedikitnya 50 orang dari Kodim diturunkan sejak senin malam untuk memadamkan api.
Dia menuturkan, meski terhalang hembusan angin kencang, tapi Sunarto menargetkan, api mampu dipadamkan hingga sore kemarin. "Kami tidak ditarget untuk mengatasi kebakaran ini, tapi kami menargetkan api bisa dipadamkan minimal hari ini," ujarnya.
Untuk memadamkan api dengan cepat, pihaknya menambahkan personil menjadi 100 orang, dari instansi terkait. Selain itu, 50 orang mahasiswa fakultas kehutanan unhas juga turun langsung untuk memadamkan api.
Sementara itu, Bupati Maros Andi Herry Iskandar saat memantau lokasi kebakaran mengatakan, Pemkab Maros mengkoordinasikan dengan unsur TNI, POLRI, tim pemadam kebakaran dari Pemds Maros untuk memaksimalkan pemadaman ini.
Namun, tim pemadam kata Andi Herry kekurangan alat pemadam atau jet shooter. Saat ini ketersediaan jet shooter hanya 12 buah. "Kita butuh jet shooter tipe EV, butuh sebanyak-banyaknya atau sekitar 100 buah sehingga lokasi yang sulit bisa dijangkau oleh tim pemadam. Saya sudah telepon pak Gubernur untuk kebutuhan ini dan nanti pak Gubernur minta langsung ke Menteri," bebernya (bsfm news department)


Post a Comment