NEWS

Saturday, 5 September 2015

MALAM MINGGUAN ALA STUDIO

Malam minggu selalu identik dengan malam romantis, malam bersantai atau malam panjang. Setidaknya seperti itu bagi sebagian orang. Tapi berbeda dengan malam mingguan penyiar BSFM yang lagi tugas di studio.

Malam mingguan di Studio sebenarnya lebih asik daripada malam mingguan orang lain. Selain menghibur pendengar dengan lagu rock oldies era 80-an di Acara BS Everlasting yang dibawakan Lory Hendradjaya, juga kita kedatangan seniman maros yang sepertinya punya segudang uneg-uneg tentang sebuah perjuangan melebihi perjuangan nenek moyang kita melawan penjajah. Perjuangan yang harus lebih butuh banyak kalori untuk otak kita berpikir. Perjuangan tentang membangkitkan kesenian dan perhatian terhadap seniman.

Yep..Hendra Cipta atau yang akrab disapa Kak Penda (bagi Junior dan kader-kadernya) bertandang ke studio malam minggu ini. sambil menikmati lagu-lagu dari radio tua yang ada diatas sebuah lemari kotak di ruang tamu studio bersama segelas kopi susu. Terlihat ia menguatak atik Gadgetnya dan jadilah Puisi dibawah ini yang terposting di wall fb-nya sekitar pukul 10 di malam minggu ini.

"Kalau disini aku menulis, maka lampu minyak tanah yg redup tak lagi menambah inspirasiku, angin sepoi tak tak memberiku hikayat, bangku tua dan meja usang tak menyaksikan siraman rembulan dan curahan gerimis. Aku masih merindu akan pena yg terjepit di antara jemari serta kertas sisa yg tak perlu ku beli.
25 warsa adalah tempaan dimana seorang HendraCipta bukanlah siapa-siapa dan selamanya akan berada pada dunia pengasingan.
Kini keletihan telah menggerogoti seluruh inspirasiku dan keterpurukan mengantarku ke gerbang keputus-asaan.
Wahai pelayat gundah...!!! Datangkan padaku masa itu,dimana ketika itu tak ada kepedulianku selain total kedalam dunia seni hingga seekor kucing dan ayam telah lebih mengenaliku.
‪#‎Dan‬ aku....'' telah terabaikan hingga 25 tahun."  (Hendra Cipta)

Sejenak terkesima juga baca puisi diatas. Separah itukah rasa keterasingan yang ada.
Sambil berpikir tentang makna tersirat yang ada dari tiap baris puisi itu, jadi ingat kalau baru saja Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Maros baru saja beberapa hari lalu saya tulis beritanya.

Dari berita itu, teringat petikan berikut ini :

"Husni juga berkomitmen melakukan upaya diselenggarakannya penelitian, pengkajian, penulisan, penerbitan kesenian/kebudayaan bangsa serta erbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan seniman termasuk untuk melindungi hak-hak atas karya-karya para seniman sesuai Visi dan Misi BKKI."

Lebih lengkapnya silahkan ya di klik beritanya : BKKI MAROS KEMBALI KIBARKAN SAYAP DAN AJAK SENIMAN MAROS BERSATU

Yah. Semoga Kegundahan itu cepat berlalu. Rasa yang dialami Sang Seniman ini hanyalah wujud perwakilan perasaan dari beberapa seniman lainnya yang kebetulan saya kenal (mungkinlebih banyak yang saya tidak kenal ya? hehe)

Malam minggu di studio memang selalu spesial dan bisa bersama dengan mereka yang setiap hari berpikir tentang pengembangan yang ada di Maros. Tidak lama Bang Datu Maru pun datang dengan senyumnya yang Khas, menutupi kepenatan di kantornya akhir-akhir ini di KPU Maros. Mari menikmati Kopi Malam ini Bang..

Penulis : Ady1073 (bsfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.