NEWS

Sunday, 6 September 2015

PESONA MAROS : GUA TERPANJANG INDONESIA, SALUKANG KALLANG

Kabupaten Maros adalah tempat yang paling direkomendasikan jika anda menyukai wisata petualangan terutama di lokasi yang tidak jauh dari ibukota Sulawesi Selatan, Makassar. Maros selama ini memang terkenal dengan gugusan gunung karst dengan barisan tebing yang menjulang indah yang diistilahkan "The Spectacular Tower Karst" dan gelar Kerajaan Kupu-Kupu atau "The Kingdom Of Butterfly". Dan disinilah terdapat gua terpanjang di Indonesia yaitu Gua Salukang Kallang.


Gua Salukang Kallang merupakan Gua horizontal dengan panjang lebih kurang 27 kilometer ini menjadikan Salukang Kallang sebagai gua terpanjang di Indonesia. Gua ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung yang dikelola dan dilindungi pemerintah.

Letaknya di jalan poros antar kota Makassar dan kabupaten Bone. Jarak lokasi goa dengan kota Maros sekitar 25 kilometer atau dapat ditempuh kurang dari satu jam perjalanan sambil menikmati pemandangan sawah dan pepohonan liar yang tumbuh di sepanjang jalan.

Setiba di area gua, anda bisa memarkirkan kendaraan di pinggir jalan atau menitipkannya diwarung dan rumah penduduk. Dari sini masih butuh perjalanan lebih kurang satu kilometer lagi untuk menemukan mulut goa. Anda pun harus berhati-hati dan teliti dalam menemukan rute jalan kaki. Mulut gowa Salukang Kallang sangat kecil hanya berdiameter kurang lebih 50 sentimeter di kedalaman kurang lebih 10 meter sehingga membutuhkan peralatan panjat tebing (Rapling) untuk meraihnya.

Terdapat berbagai macam ornament yang tersusun rapi dan bisa ditemukan dalam penelusuran gua di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung ini. Antara lain adalah gordam, gordin, stalagtit, stalagmite, sodastaw, dan berbagai macam ornament lainya. Mereka berkilauan bagaikan tambang permata. Mereka juga bisa mengeluarkan bunyi indah ketika diketuk. Namun, tetap berhati-hati ketika bermain dengan batu tetes (Dropstone) ini. Jangan sampai merusaknya karena butuh waktu ratusan tahun membentuk gugusan kerucut indah (Sodastraw) di dalam goa.

Pembentukan ornament membutuhkan waktu beratus-ratus tahun lamanya agar menjadi indah seperti yang dilihat saat ini. Saat ini keberadaan ornament-ornament tersebut sangat terancam dari kehancuran (apalagi masih musim batu permata..hmm).

Jika dipelajari lebih dalam, kehidupan didalam goa adalah sesuatu yang sangat unik. Berbagai macam biota goa dapat beradaptasi dan berevolusi menyesuaikan kondisi lingkungannya.

Peralatan seperti helm, head lamp dan sepatu boot adalah perlengkapan dasar yang harus dikenakan sebab medan yang ditelusuri seringkali memberikan kejutan. Selain, tidak ada sama sekali sinar matahari yang masuk, lantai goa juga basah dan lembab, serta tekstur langit-langit goa kebanyakan landai dan kasar. Terkadang akan membuat kepala dan punggung cedera jika tidak menggunakan pengaman.

Semakin ke dalam goa tantangan semakin besar, tidak hanya menunduk dan merayap tapi juga berenang menyusuri sungai. Ya.. tepat di tengah-tengah goa terdapat aliran sungai jernih. Sungai bawah tanah ini menjadi pemasok utama ketersediaan air bersih bagi kehidupan warga kabupaten Maros dan sekitarnya. Salukang Kallang diakui para peneliti sebagai goa yang memiliki system air yang baik yaitu sungai Permukaan Das Bantimurung. Sungai seringkali dijadikan tempat periristirahatan oleh pengunjung yang ingin menginap di dalam goa.

Aliran sungai bawah tanah yang terdapat di goa Sallukang Kallang merupakan sumber air utama yang biasa digunakan sebagai konsumsi. Baik oleh masyarakat Maros ataupun pemerintah kabupaten Maros melalui PDAM Tirta Bantimurung.

Keberadaan sungai bawah tanah tersebut patut dijaga kelestariannya. Tidak hanya sistem pergoaannya, namun juga vegetasi diatas system pergoaan tersebut. Dengan adanya vegetasi yang bagus maka sistem tata air pergoaan pun teratur dengan sendirinya.

Selain menjadi tempat wisata petualangan, Salukang Kallang biasa dijadikan obyek penelitian dan tempat pelatihan penelusuran goa (Caving). Konon, goa yang terbentuk sejak ribuan tahun lalu ini menjadi tempat tinggal bagi para manusia prasejarah. Disini juga banyak biota dan vegetasi khas menarik untuk dikaji. (bsfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.