Acara yang berlangsung sederhana di pelataran Kampus Yapim ini dihadiri puluhan Seniman serta penikmat dan pemerhati seni di Maros.
Lory Hendradjaya (dok. bsfm/ibhet)
Ketua DKBS, Wawan Mattaliu (dok. bsfm/ibhet)
Ketua BKKI Maros Drs. Husni Siame (dok. bsfm/ibhet)
Tercatat ada 25 Nama dari berbagai generasi seniman di Maros yang membacakan puisi malam itu diantaranya Wawan Mattaliu, Lory Hendradjaya, Husni Siame, Hendra Cipta, Ras A Gaffar, Herman Temmajarra, Ilham Halimsyah, Tunggal Hayaskoro, Ahmad Takbir Abadi, Herawaty, Imbung Multasim, Mardianto, Qaimuddin Haq, Rasyid Djunaid, Sarnawiah Saing Dan lain-lain.
Lory Hendradjaya selaku ketua panitia menjelaskan seniman di maros sudah terlalu lama larut dalam kegalauannya untuk kembali berkarya dan galau atas kurang berkembangnya aktifitas kesenian sehingga dipilihlah tema "Semalam Dalam Pelukan Galau" yang mewakili perasaan tiap seniman di maros.
Sementara Ketua DKBS, Wawan Mattaliu yang juga Legislator Provinsi Sulsel mengajak para seniman maros untuk mendeklarasikan malam tersebut sebagai malam kebangkitan kesenian di Maros.
Kegiatan Baca Puisi itu akan dilakukan rutin kerjasama DKBS dan BKKI Maros setiap 3 bulan sekali dan target bulan desember akan diadakan di STAI DDI Maros.
Acara yang dilaksanakan DKBS dan BKKI Maros dibantu tim kerja dari sanggar seni Toddolimayya selaku tuan rumah, juga turut didukung KNPI Maros, STIM Yapim, dan 107,3 BSFM Inspirasi Butta Salewangang. (bsfm news department)

Post a Comment