Hal itu disampaikan Ketua DPRD Maros, H. Chaidir Syam dalam sambutannya pada acara Lokakarya Forum Komunitas Mitra MAMPU Sulsel di Baruga Kantor Bupati Maros, Kamis (22/10/2015).
Team Leader Program MAMPU, Beth Elson saat menjelaskan latar belakang Program Mampu serta memotivasi konstituen Mitra MAMPU dalam Lokakarya Forum Komunitas Mitra MAMPU Sulsel di Kabupaten Maros. (22/10/2015) (dok. bsfm/ist)
Chaidir mengatakan “Kehadiran program Mampu yang telah dilakukan kerjasamanya dengan Pemerintah Maros, baik berupa workshop, pelatihan dan mentoring dalam beberapa penyusunan Perda dan hal ini merupakan alur penyusunan Perda yang harus di contoh oleh pembahasan-pembahasan Perda yang lainnya agar bisa terimplementasi oleh Masyarakat”.
Terkait data masyarakat miskin yang ada di Maros saat ini masih Variatif, sehingga Chaidir berharap lewat Program Mampu, akan didapatkan data lebih akurat untuk setiap nama warga miskin sehingga dalam membuat kebijakan di parlemen, benar-benar bisa mengurangi persoalan kemiskinan dan bisa pro gender dan pro poor.
Program Manager MAMPU, Lusia Palulungan menjelaskan, inisiasi Program MAMPU dilaksanakan karena persoalan kemiskinan masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Sehingga Program MAMPU bertujuan melakukan pengentasan kemiskinan dengan melakukan penguatan pada pengambil kebijakan dalam hal ini pihak DPRD dan Pemerintah Kabupaten/kota dalam merumuskan berbagai kebijakan yang responsif dan pro gender bahkan sampai pada pengawalan Implementasi kebijakan yang telah dibuat.
Lokakarya tersebut kurang lebih 100 konstituen dari mitra MAMPU seperti MAUPE, Aisyiyah, PEKKA, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan KAPAL Perempuan, serta anggota DPRD Perempuan, TKPKD, Bappeda Maros dan Bappenas.
Program Mampu di Kabupaten Maros terlaksana atas kerjasama dengan Yayasan BaKTI dan Australian Aid. (bsfm news department)


Post a Comment