Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerentah Kabupaten (Pemkab) Maros melakukan penutupan sementara Kawasan Wisata Alam (KWA) Bantimurung yang berada di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.
Penutupan itu dilakukan akibat tingginya debit air yang terjadi tiap tahun di aliran sungai Air Terjun Bantimurung pada musim penghujan yang cukup ekstrim.
Keterangan Gambar : Kondisi luapan air akibat cuaca ekstream dari Kawasan Wisata Alam Bantimurung Maros (dok.marosfm)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, M. Ferdiansyah mengatakan jika penutupan itu untuk mengantisipasi luapan air yang bisa terjadi kapan saja. Dalam kondisi ini, pengunjung para pengunjung tidak dapat mendekat ke aliran sungai, karena sangat bahaya.
Menurut Ferdiansyah, selain alasan keselamatan pengunjung, pihaknya bersama Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) juga butuh waktu untuk melakukan pemulihan pasca cuaca ekstrim yang menerjang KWA Bantimurung.
Untuk dibukanya tidak ada tanggal tentu, karena Pihak pengelola tidak bisa memastikan sampai kapan cuaca ekstrim berlangsung. Setelah dianggap aman untuk dibuka melakukan pihak pengelola tentunya akan melakukan pemulihan serta pembersihan dan penataan ulang sarana prasarana yang terdampak banjir atau luapan air.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Maros, Yusriadi Arief mengungkapkan, untuk kerugian material sendiri baru bisa dihitung setelah berakhirnya cuaca ekstrim. Sedangkan untuk penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sendiri ditaksir 40an juta dalam sepekan.
Menurut Yusruadi, kerugian pendapatan itu sudah jelas menurun dengan trend pengnjung pada hari senin hingga Kamis rata-rata minimal 100 pengunjung. Sedangkan Jum'at, Sabtu dan Minggu lebih dari 1000 pengunjung, jika dikalikan retribusi masuk sebesar Rp30.000, total kehilangan PAD dalam sepekan mencapai 40 juta lebih. (marosfm news department)


Post a Comment