Kebakaran bermula dari pemilik rumah yang memasak menggunakan kayu bakar. Namun tiba-tiba api dari kayu tersebut tertiup angin dan membakar gorden kain yang ada disekitar dapur hingga menghanguskan rumah tersebut.
Beruntung, 3 unit pemadam kebakaran segera mengendalikan api tersebut sehingga api tidak sempat menjalar kerumah warga yang ada disebelahnya.
Tidak ada korban jiwa akibat musibah tersebut tetapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Ilustrasi : Kebakaran di Maros beberapa waktu lalu (dok. bsfm/ist)
Kemudian, kebakaran yang kedua terjadi hari ini, (15/10/2015) sekitar pukul 20.00 di dusun bulu tarae, desa mangeloreng (dekat pabrik semen bosowa), kecamatan Bantimurung.
Kepala Pemadam Kebakaran Maros, Suyuti, kepada bsfm menjelaskan kebakaran disebabkan arus pendek dan pihaknya menurunkan 4 unit pemadam hingga berhasil memadamkan sekitar sejam kemudian. Kerugian juga ditaksir sampai puluhan juta rupiah dan tidak ada korban jiwa.
Akibat musibah ini, Suyuti kembali menghimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala apalagi yang menggunakan kayu bakar. Sebaiknya menggunakan kompor gas, tabung gas dan selang regulator yang sudah Standar Nasional Indonesia (SNI). Jangan memasang steker secara bertumpuk dan gunakan listrik seperlunya agar tewrhindar dari arus pendek.
Suyuti mengingatkan kepada masyarakat, jika melihat atau mengetahui adanya kebakaran segera melaporkan ke UPT Pemadam Kebakaran Maros yang berada di jalan Asoka nomor 1 Maros atau langsung menghubungi nomor telepon Kepala Pemadam Kebakaran 0852 9900 2499 untuk penanganan lebih cepat. (bsfm news department)


Post a Comment