Benda kecil yang diperebutkan sejak tahun 1986 dengan 4 kategori itu, berhasil ditanamkan Kabupaten Maros selama tiga tahun berturut turut, tahun 2013, 2014, dan 2015.
Tentu ini bukan soal kebetulan juga bukan soal rekayasa, dengan tiga kalinya diraih piala adipura ini sudah pasti ini adalah sebuah usaha dimana Maros dalam periode tersebut dianggap berhasil dalam kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Petugas Dinas Kebersihan Maros foto bersama Pj. Bupati Maros, Ketua DPRD Maros, serta Dandim 1422 Maros (dok. beritamaros.com)
Pj Bupati menyerahkan Piala ADIPURA ke Ketua DPRD Maros. selanjutnya Ketua DPRD H. AS, Chaidir Syam Menyerahkan kepada Perwakilan Dinas Kebersihan. (dok. beritamaros.com)
3 Piala Adipura yang diraih Maros selama 3 tahun berturut-turut (dok. Korpri Maros)
Piala Adipura tahun 2015 ini di berikan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Pj Bupati Maros, Andi Herry Iskandar di Hotel Bidakara Jakarta, pada Senin (23/11/2015) malam berdasarkan kategori sebagai Kota Kecil yang di gelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun.
Setiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros (24/11/2015), ratusan petugas kebersihan dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Maros bersama beberapa unsur Muspida langsung mengarak Piala Adipura menuju Kota Maros.
Usai mengarak piala adipura keliling kota Maros, Piala Adipuran bersama petugas kebersihan dan pejabat Maros menggelar ramah tamah di pelataran Kantor Bupati Maros.
Baca : TAHUN INI MAROS DIPASTIKAN RAIH ADIPURA UNTUK KETIGA KALINYA
Andi Herry Iskandar, sebagaimana kami kutip dari pojok sulsel, menilai Maros memang pantas mendapat Piala Adipura. Apalagi, lanjut Andi Herry Iskandar, berdasarkan hasil ekspose para dewan pertimbangan Adipura di Jakarta, mereka sangat tertarik dan kagum serta mengapresiasi tentang Maros.
Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla usai memberi penghargaan bagi para pemenang Adipura di hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin kemarin, mengatakan penghargaan di bidang lingkungan hidup ini adalah salah satu simbol perbaikan kota yang dilakukan seorang kepala daerah bersama aparat dan masyarakatnya. Kota-kota yang menerima Adipura dinilai sudah menjaga lingkungan menjadi lebih baik, terutama dengan pengelolaan sampah yang operasional TPA-nya dengan sistem Controlled Landfill.
Beberapa daerah yang sebelumnya mendapat Adipura tahun lalu gagal pada tahun ini, seperti Bantaeng, Pangkep, Pinrang, Sidrap dan Selayar. Sedangkan Maros merupakan satu-satunya daerah yang tahun lalu dan tahun ini mendapat Adipura.
Selain Maros, kota/kabupaten lain yang mendapat piala Adipura yakni Makassar, Palopo, Enrekang, Parepare, Bulukumba, dan Soppeng. (bsfm news department)




Post a Comment