NEWS

Thursday, 10 December 2015

KISAH INSPIRATIF : CARA SUAMI CARI NAFKAH, TERGANTUNG SIFAT ISTRINYA

Hasan Al-Bashri pernah bercerita sebagaimana dikutip dari Kitab Al-Mujaalasah Wa Jawaahirul ‘Ilm karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan. Hasan Al-Bashri berkata :

“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu aku pun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain.

2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah.

Lalu aku tanya kepadanya:”Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu? ”Ia menjawab : “Iya benar”

Aku bertanya lagi:”Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!” Ia pun bercerita: ”Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit.

Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:’Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thoyyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’.”

ilustrasi (dok. ist)

Semoga cerita singkat penuh hikmah ini mengajarkan kita untuk semakin memiliki sifat Qana’ah -suka menerima- / jiwa selalu merasa cukup. Adapun hikmah lain yakni Wanita shalihah akan mendorong suaminya kepada kebaikan dan keta’atan. Sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa dan kemaksiatan. Selain itu, ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya. 

Sekilas tentang Hasan al-Bashri. Beliau dilahirkan di Madinah pada tahun 21 Hijrah (642 Masehi). Pada usia 14 tahun, Al - Hasan pindah ke kota Basrah, Irak, dan menetap di sana. Dari sinilah Al-Hasan mulai dikenal dengan sebutan Hasan Al-Bashri. Hasan kemudian dikategorikan sebagai seorang Tabi'in (generasi setelah sahabat). Hasan Al-Bashri juga pernah berguru kepada beberapa orang sahabat Rasulullah S.A.W. sehingga dia muncul sebagai Ulama terkemuka dalam peradaban Islam. (bsfm inspiration department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.