Jakarta.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya M.Sc, dimana Adiwiyata ini merupakan salah satu penghargaan lingkungan hidup yang diberikan ke sekolah-sekolah di Indonesia yang dinilai berbudaya lingkungan.
Tujuannya adalah untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah seorang tenaga pengajar SDN 30 Maros, Amal Finandhita mengatakan sebelumnya SDN 30 Maros, memang sudah melakukan Penyambutan Tim Verifikasi Adiwiyata Nasional 2015, yang dilakukan Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Dewan Guru dan Pegawai SDN 30 Maros di dampingi BLH Kabupaten Maros, 3 November bulan lalu.
"Dan Alhamdulillah merupakan suatu kebanggaan tersendiri tentunya dimana SDN 30 Maros terpilih dari sekian banyak sekolah di Indonesia dan ikut mengharumkan nama Maros dengan Prestasi Penghargaan Adiwiyata Nasional 2015" ungkap tenaga pengajar ini.
SDN 30 Maros saat ini memang sedang aktif mengembangkan sekolah dengan basis budaya lingkungan. Bahkan dalam sebuah persembahan seni tradisional dari sanggar La Tellu Pulo (SDN 30) yang menyanyikan lagu tentang pentingnya menjaga kebersihan dengan irama musik tradisional.
Pengamat Pendidikan, Lory Hendradjaya melalui bsfm mengucapkan selamat untuk SDN 30 Maros dan berharap prestasi Nasional seperti ini tetap ditingkatkan untuk mendapatkan lebih dari yang telah dicapai hari ini, sehingga sebagai sekolah berbudaya lingkungan bisa berhasil mendidik siswa-siswinya menjadi individu yang cinta dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. (bsfm news department)



Post a Comment