Melalui jejaring Blackberry Messenger dan Facebook, pesan berantai tersebut disebar secara luas. Entah dari mana sumbernya, yang pasti dalam pesan tersebut disebut bendungan retak lantaran gempa yang terjadi di Takalar.
Informasi Hoax yang menyebar melalui jejaring soasial dan bbm pasca gempa di laut Takalar. (dok. bsfm/ist)
“Di himbau semua warga sulsel terutama makassar agar malam ini jangan terlalu nyenyak tidurnya karna bendungan bili2 retak di sebabkan oleh gempa yg tadi berlangsung selama 3 menit. Diperkirakan pusat gempa terjadi di tengah laut pantai losari dan memicu terjadinya gelombang besar tsunami. Dimhon kepada wrga skitar pntai losari dan bendungan bili-bili agar menjauh dari lokasi. Tolong BC di terusin ke kontak anda.agar sahabat tau kerabat anda bersiaga setiap saat.makasaih atas bantuanya,” Demikian isi pesan berantai tersebut.
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Yunuz sebagaimana kami kutip dari rakyatku.com membantah keras informasi menyesatkan itu, menurutnya situasi di wilayah hukumnya masih aman terkendali.
Terkait gempa yang terjadi malam ini (22/12/2015), gempa terakhir sebelum kejadian malam ini terjadi pada 14/12/2015 lalu pada pukul 09:17:23 WIB, lokasi Gempa berdekatan dengan gempa yang baru saja terjadi yakni pada koordinat 5.38 LS - 118.9 BT dengan Magnitudo 4.5 SR, kedalaman laut 15 Km. Pusat gempa berada di laut : 68 km Barat Laut Takalar Gowa.
Berdasarkan informasi ini, News Director Bsfm, Ady berharap masyarakat tidak panik terhadap gempa susulan dan dugaan potensi tsunami apalagi dengan adanya info hoax yang tidak berdasar. "Kami akan terus menyampaikan informasi terkini terkait dengan kejadian ini melalui 107,3 MHz atau official web kami".ungkap Ady. (bsfm news department)


Post a Comment