Penandatanganan itu dilakukan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda, MUI dan Ormas Islam Se-Kabupaten Maros yang dilaksanakan di ruang pola Kantor Bupati Maros, rabu (20/1/2016).
Rapat Koordinasi Forkopimda, MUI dan Ormas Islam Se-Kabupaten Maros Dan Penandatanganan MOU (dok. bsfm/guhTip)
Kapolres Maros, AKBP Lafri Prasetyono S,Ik dalam rakor itu mengatakan, potensi kerawanan di Maros cukup tinggi karena Maros merupakan jalur perlintasan apalagi saat ini sudah ada 4 warga di Maros yang melaporkan kehilangan anggota keluarga dan diprediksi direkrut Gafatar.
Lafri menjelaskan, sasaran utama teroris ialah anggota kepolisian dan penegak hukum lainnya, serta tempat-tempat usaha dari barat sehingga seluruh pihak harus bekerjasama melaporkan dalam 1x24 jam jika disekitar lingkungan warga ada tindakan mencurigakan yang dilakukan orang asing.
Kepala Kantor Kemenag Maros, Drs. Syamsuddin M.Ag mengatakan, Pendidikan agama bagi generasi muda harus lebih ditingkatkan agar lebih paham agama dan tidak mudah dipengaruhi doktrin-doktrin radikal sehingga menghilangkan Ukhuwah Wathaniyah yang memiliki makna persaudaraan/kerukunan dalam bangsa dan negara.



Post a Comment