Adapun Hidrosefalus adalah penyakit yang menyerang organ otak yang berakibat pada meningkatnya tekanan pada otak. Pada bayi, kepala bayi akan terlihat sangat besar dan ubun-ubun mereka akan tampak menggelembung dan menegang.
Jenazah Wahyu AlGazali, Balita Pengidap Hidrosefalus (19/2/2016) (dok. bsfm/ist)
Algazali akan dimakamkan di TPU Sudiang sabtu (20/2/2016) setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka di rumah keluarga ibunya di sudiang, Makassar.
Sebelumnya, senin lalu (15/2/2016) Kapolres Maros, AKBP Lafri Prasetyono bersama rombongan dari Polres Maros dan Pimpinan Cabang BRI Maros, Wurianto membesuk Wahyu dan memberikan bantuan biaya pengobatan setelah mendengar kabar semakin melemahnya balita dari keluarga kurang mampu itu hingga harus dibawa ke Rumah Sakit.
Baca : POLRES MAROS & BANK BRI PEDULI BALITA PENGIDAP HIDROSEFALUS DI MAROS
Ibu Syamsuriani, Bunda dari Wahyu Algazali menjelaskan sebelumnya Algazali hanya dirawat seadanya di rumah karena kekurangan biaya. Tetapi karena kondisi bayinya sebulan terakhir ini (sejak januari) semakin memburuk maka dengan terpaksa harus dilarikan kerumah sakit.
Beberapa Pihak di Maros seperti PMI, Komunitas Sosial, Anggota Dewan dan Awak media termasuk Radio BSFM setelah mengetahui kondisi Algazali, berkomitmen akan membantu meringankan beban Algazali, tetapi ternyata setelah BSFM melakukan investigasi, pada jumat sore (19/2/2016) untuk memantau perkembangan terakhirnya, ruangan a.n Wahyu AlGazali di P ICU, Depan Lontara 4 RSWS Makassar telah kosong dan dikabarkan meninggal dunia dan jenazah sang bayi telah dibawa keluarganya. (bsfm news department)


Post a Comment