Siswa SMA/MA DDI Alliritengngae Maros meraih peringkat 3 dalam event tahunan yang diselengarakan lembaga kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Kimia Unhas (HMK) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin yang dilaksanakan tanggal 13 - 15 Februari 2016 lalu.
Utusan KIR SMA DDI Alliritengngae Maros yang terdiri dari Wahyudin Rauf, Nur Atika, Sri Wahyuni Nasir dalam Kompetisi Chemistry Smart Challenge (CSC) 2016 cabang Recycle Smart Challenge (Remach 2016) Se-Indonesia Tingkat SMA/Sederajat mempresentasekan cara menciptakan pupuk ramah lingkungan dari pengolahan limbah rumah tangga menjadi Organik Biopestisida Alami (Orbital) dengan menggunakan teknologi effective microorganisme sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi pertanian.
Kepala sekolah serta staff pengajar dan Siswa SMA DDI Alliritengngae Maros foto bersama dengan membawa Trophy Juara III Recycle Smart Challenge (Remach 2016) Se-Indonesia Tingkat SMA/Sederajat (22/2/2016) (dok. bsfm/Ady)
Saat ditemui reporter bsfm, senin kemarin (22/02/2016), Kepala Sekolah SMA/MA DDI Alliritengngae Maros, Ridwan S.Ag, S.Pdi mengatakan sangat senang dengan raihan prestasi anak didiknya apalagi hasil penelitian mereka saat ini sudah diteliti balai penelitian pertanian untuk diketahui kandungan dan zat yang ada dalam pupuk organik ini untuk selanjutnya digunakan dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Ridwan menjelaskan, pupuk organik ini bisa dibuat dengan biaya yang sangat murah karena bahan bakunya hanya menggunakan sampah rumah tangga seperti sisa-sisa makanan, sampah sayuran, sampah buah, sampah tulang serta tanaman serai.
Sementara itu, Sri Wahyuni Nasir, salah satu siswa yang ikut dalam lomba itu mengatakan, hasil penelitian ini selain dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian, juga menghindarkan ketergantungan masyarakat atas pupuk kimia yang harganya sudah relatif mahal.
Selain itu, Pupuk organik ini akan menyuburkan tanah serta berfungsi sebagai bahan pengendali biologis dalam menekan penyakit tanaman yang disebabkan serangga dan hama lainnya.
Ketua KNPI Maros, Marjan Massere yang juga hadir dalam pertemuan itu mengatakan, potensi siswa berprestasi yang juga menjadi kader-kader pemuda masa depan ini memang perlu diperhatikan karena bukan hanya membawa nama sekolah bersangkutan tetapi sekaligus mengharumkan nama Maros di Kancah Kompetisi Sains Nasional. (bsfm news department)
Tuesday, 23 February 2016
CIPTAKAN PUPUK RAMAH LINGKUNGAN, SISWA SMA/MA DDI MAROS RAIH JUARA 3 KOMPETISI TINGKAT NASIONAL
Posted by Maros FM on 2:03 am in Lintas Maros Pendidikan Pertanian | Comments : 0
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


Post a Comment