Musawwir Muhtar saat wawancara di Studio BSFM beberapa waktu lalu (dok. bsfm)
Inovasi yang diajukan Musawwir Muhtar dalam lomba itu yakni membuat produk makanan siap saji (ready-to-use) yang dinamakan MorBi+ (Moringa biscuits plus). Produk ini termasuk biskuit bernutrisi tinggi (high nutritious biscuits) yang bahan utamanya terbuat dari daun kelor (Moringa Oleifera) untuk membantu mencegah dan mengatasi gizi kurang dan gizi buruk di Indonesia.
Ajang ini termasuk paling bergengsi karena diikuti ratusan negara berkembang dan finalis akan diberikan kesempatan untuk pitch di Global Eneterpreneurship Summit dihadapan presiden US, Barrack Obama dan para investors dunia.
Lomba ini diikuti 1800 peserta dari 140 negara berkembang. Tetapi setelah melalui proses seleksi sangat ketat, maka yang maju ketahap semifinal 102 peserta, termasuk 4 orang dari Indonesia.
Musawwir Muhtar yang akrab disapa Awi' menjelaskan penilaian pertama yakni banyaknya voting. Tetapi selain voting, juga akan dinilai seberapa banyak press conference, publikasi media baik lokal maupun nasional, serta broadcast di social media. Selain itu, yang juga sangat berperan yakni keterlibatan pemerintah dan penentu kebijakan lokal (local governance) dalam membantu kampanye yang dilakukan mengingat skala lomba yang sangat besar dan didukung investor kelas dunia.
Awi' menceritakan MorBi+ sendiri akan diproduksi ibu-ibu pedesaan di kabupaten Maros, Sulsel termasuk proses budidaya tanaman sampai pengemasan (packaging). Para ibu-ibu tersebut juga akan dibekali dengan basic ilmu gizi, cost management, metode khusus budidaya tanaman kelor dan berbagai informasi penting lainnya.
Saat ini, Awi' mengaku bersama timnya, yang terdiri dari mahasiswa food technology, consumers and management study di Belanda sedang mengkaji untuk details kompisisi biskuit yang benar-benar tepat, pengemasan serta diversifikasi produk ke permen, crackers, juice yang juga bahan utamanya daun kelor. Karena masyarakat Eropa dan beberapa negara di Amerika juga sangat memperhatikan persoalan makanan yang sehat (healthy food issues).
Gambaran kondisi di Belanda sendiri, produk daun kelor sangat mahal karena mereka mengimpor dari Afirka. Sehingga jika lolos ke US, dananya akan digunakan salah satunya untuk budidaya daun kelor secara intensif di Indonesia, khususnya Kabupaten Maros.
Terkait hal itu, Direktur BSFM, Lory Hendradjaya menyatakan komitmennya untuk mendukung pemuda maros berprestasi ini dengan menggunakan sarana radio untuk berkampanye agar masyarakat beramai-ramai mendukung Inovasi dan Ide enterpreneurship dalam bidang IPTEK yang kompetisinya saat ini diikuti Musawwir Muhtar.
Selain Lory, 2 Anggota Legislatif Provinsi Sulsel yang juga tokoh pemuda Maros, Irfan AB dan Wawan Mattaliu sejak minggu kemarin (23/4/2016) sudah gencar mengkampanyekan Voting untuk Musawwir melalui akun media sosialnya.
CARA MEMBERI DUKUNGAN KE MUSAWWIR MUHTAR
Cara berpartisipasi melakukan VOTING dan mendukung Musawir Muhtar :
1. Buka link http://www.gistnetwork.org/tech-I/vote kemudian register untuk membuat akun baru. Sekedar catatan, dalam register harus memasukkan email yang berlaku tetapi disarankan menggunakan password berbeda dengan yang digunakan untuk membuka email anda.
2. Buka link "Make your voice heard, Voting for the 2016 GIST Tech-I semifinalist". Lebih mudah mencarinya di Program Updates yang berada di tab sebelah kanan.
3. Filter semifinalist dengan memilih Indonesia pada kolom emerging economies. Setelah memilih Indonesia, tunggu hingga proses loading tuntas.
5. Klik vote dibawah video Musawwir Muhtar. Sampel gambar yang kami capture menandakan anda telah berhasil melakukan Voting dalam durasi 1x24 jam.
6. Vote hanya terbatas hingga 1 Mei 2016.
Mari Dukung Musawwir Muhtar dan Inovasinya dalam Ajang GIST Tech-I Competition. (bsfm news department)
Berita Terkait :
- PROFIL INSPIRATIF : MUSAWWIR MUHTAR, POTRET PEMUDA MAROS DENGAN SEGUDANG PRESTASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL
- ANAK PETANI DI MAROS RAIH BEASISWA S2 KE BELANDA
- HARI SUMPAH PEMUDA : PEMKAB MAROS DAN KNPI MAROS ANUGERAHI PENGHARGAAN BAGI PEMUDA BERPRESTASI





Post a Comment