NEWS

Tuesday, 10 May 2016

DIRJEN KEMENTAN HIMBAU PETANI MAROS IKUT ASURANSI PERTANIAN

Dirjen Prasarana dan Sarana Kementrian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto melakukan kunjungan dan bertemu para petani di Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Maros, Senin kemarin (09/05/2016).

Kunjungan itu dilakukan Sumardjo untuk memantau serta mendengarkan keluhan petani dan memotivasi mereka agar produksi padi bisa meningkat di Kabupaten Maros.

Dalam kunjungan itu, hadir juga Wakil Bupati Maros, Andi Harmil Mattotorang, Dandim 1422 Maros, Letkol Inf. Sunarto S.Pd, Kepala Dinas Pertanian Maros, A. Burhanuddin, Wakil Ketua DPRD Maros, Rusdi Rasyid, beberapa anggota komisi III DPRD Maros serta Ketua Apdesi Maros, Abdul Azis.

Dirjen Prasarana dan Sarana Kementrian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto (baju putih) bersama Dandim 1422 Maros, Wakil Bupati Maros dan Kepala Dinas Pertanian Maros. (9/5/2016) (dok. bsfm/ist)

Sumardjo dihadapan petani mengingatkan pentingnya asuransi lahan pertanian. Menurutnya, Asuransi lahan pertanian itu harus dilakukan dan ditarget 30.000 hektar untuk setiap kabupaten.

Sumardjo mejelaskan lahan pertanian perlu diasuransikan sebelum terjadi gagal panen, sehingga bisa diklaim. Adapun untuk wilayah sulsel, beberapa daerah sudah melakukan asuransi untuk lahan pertaniannya seperti Luwu, Soppeng, Sidrap dan menyusul Maros.

Terkait asuransi itu, Dandim 1422 Maros, Letkol Inf. Sunarto menjelaskan untuk wilayah Kabupaten Maros sudah disosialisasi sejak akhir tahun 2015 dalam rangka melindungi petani dari resiko gagal panen tetapi hanya lahan dengan irigasi teknis yang bisa ikut asuransi pertanian sehingga animo petani masih kurang dan perlu peningkatan sosialisasi.

Sunarto mengatakan, asuransi usaha tani padi itu dikelola Jasindo dengan cara mendaftarkan petani. Untuk satu kali tanam, maka petani seharusnya bayar premi sebesar 180 ribu rupiah tetapi disubsidi pemerintah sehingga petani cuma membayar 36 ribu rupiah. Apabila petani gagal panen dengan kerusakan 75 % perhektar, maka bisa diklaim dan akan dapat uang pengganti untuk tanam sejumlah 6 juta rupiah.

Sebelumnya, Maros juga dikunjungi langsung Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman MP yang melakukan panen bawang merah di Desa Cenrana, Kecamatan Camba, jumat lalu (6/5/2016).

Amran Sulaiman memuji kesuburan tanah yang dimiliki Maros dan berharap kabupaten ini akan menjadi penyangga kota Makassar untuk komoditi dan kebutuhan hasil pertanian. (bsfm news department)

Berita Terkait :

- MENTERI PERTANIAN HARAPKAN MAROS JADI PENYANGGA KOMODITI HASIL PERTANIAN UNTUK MAKASSAR

- MENTAN OPTIMIS MAROS JADI DAERAH PENGHASIL BAWANG MERAH

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.