NEWS

Monday, 16 May 2016

LEMBAGA QAF MAROS WISUDA PULUHAN GENERASI CILIK PENGHAFAL AL-QURAN

Rumah Tahfizh Qaf yang menjadi bagian dari Lembaga Quranic Forum (Qaf) Kabupaten Maros menggelar wisuda santri untuk pertama kalinya, minggu kemarin (15/5/2016) di Gedung Serbaguna Pemkab Maros.

Sebanyak 62 Santri dan santriwati penghafal Al-Quran diwisuda dengan diwarnai tangis haru para undangan dan orang tua santri apalagi saat mereka memasuki ruangan wisuda dan acara salam ta'dhim yang merupakan prosesi meminta restu santri kepada orang tua.

Prosesi wisuda melibatkan Ummi Foundation yang bermarkas di Surabaya sebagai penjamin mutu dari membaca Al-Quran santri tahfizh.

Wisuda Santri Penghafal Alquran dari Rumah Tahfizh Qaf Lembaga Quranic Forum Kabupaten Maros (dok. ist)

Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Bunda PAUD Maros, Hj. Suraida Hatta hadir dan turut mengalungkan medali tahfizh kepada santri.

Hj Suraida mengaku bangga dan terharu melihat santri usia 5 sampai 12 tahun memiliki semangat menghafal Al-Quran yang sangat tinggi sehingga masih sangat muda tetapi telah memiliki hapalan yang sudah lumayan.

Dalam wisuda itu, para orang tua dan undangan terlibat langsung dalam salah satu prosesi yakni tanya jawab dengan santri. Tanya jawab ini berupa orang tua atau undangan meminta kepada santri untuk menghafalkan surah secara spontan. Selain itu, santri juga diwajibkan menjawab dengan metode sambung ayat.

Tiga santri juga mendapat penghargaan dalam wisuda ini yakni Habibul Muiz sebagai hapalan terbanyak yakni 5 juz, Izzah Mustagfirah Nas nilai ujian terbaik dan Sofia Azwa Wardana sebagai santri teladan.

Ketua Qaf Maros, Nurhikmah mengatakan, wisuda ini merupakan pertama kali dilaksanakan Qaf dengan jumlah juz hapalan bermacam-macam dari juz 30 sampai juz 26.

Rumah Tahfizh Qaf sendiri telah berdiri sejak dua tahun lalu. Saat ini, jumlah santri Qaf mencapai 130 orang dengan. Rumah tahfizh Qaf menggunakan metode les atau ekstrakurikuler yakni sepulang sekolah para santri datang menghapal di Rumah Tahfizh dan pulang ke rumah setelah shalat isya.

Menurut Nurhikma, Siapapun bisa masuk dan menghapal di Rumah Tahfizh Qaf, karena santri tidak menginap. Jadi mereka datang setelah pulang sekolah untuk menghapal. Sehingga diharapkan kelak anak-anak rumah tahfizh Qaf tidak hanya cerdas dalam pelajaran sekolah saja tapi juga menjadi seorang penghapal alqur'an seperti cita-cita mereka untuk menjadi dokter tetapi dokter yang hapal Al-Qur'an, atau pilot hapal Al-Qur'an. (bsfm news departmnet)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.