NEWS

Friday, 20 May 2016

MANAJEMEN RSUD SALEWANGANG MAROS CURHAT KE MAHASISWA

Beberapa Mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Maros (AMAR) mendatangi Manajemen RSUD Salewangang Maros dan melakukan diskusi terbuka di ruang rapat Rumah Sakit itu, kamis kemarin (19/5/2016).

Kepala RSUD Salewangang Maros, dr. Sitti Maryam Haba (dok.ist)

Diskusi dihadiri Direktur RSUD Salewangang Maros, dr. Sitti Maryam Haba dan sejumlah fungsionaris serta tenaga medik RSUD Salewangang.

Diskusi yang berlangsung dua jam itu dimulai dengan pemaparan pandangan dan aspirasi dari AMAR yang mempertanyakan kinerja dan pelayanan manajenen RSUD, yang kemudian ditanggapi masing-masing bagian dari pihak RSUD.

Koordinator AMAR, Amul Hikmah Budiman menjelaskan, Ada empat hal yang dipertanyakan pihaknya di forum itu antara lain masalah pelayanan, fasilitas, parkir, dan pembayaran.

Beberapa pernyataan dari pihak RS, terutama Direktur RSUD menyatakan pihaknya memang masih terbatas untuk kemampuan SDM, dan belum maksimalnya supply air dan listrik.

Sementara itu Koordinator AMAR, Amul Hikmah Budiman menyatakan bahwa seharusnya pihak Rumah sakit melakukan aturan tegas untuk kenyamanan pasien dan segera menindaklanjuti segala opini publik yang terbangun, terkhusus persoalan pelayanan yang harus dimaksimalkan.

Terkait masalah pelayanan, anggota Komite Medik yang juga dokter jaga, dr. Asmi mengatakan yang mereka lakukan sudah sesuai S.O.P apalgi hal yang berhubungan dengan administrasi.

Salah satu contoh yang dipaparkan terkait adanya keluhan pasien yang merasa diterlantarkan, padahal hal itu kembali ke persoalan prosedural dan dokumen administrasi atau kesediaan pasien untuk dirujuk.

Bahkan dr. Asmi menyebutkan dirinya pernah dianiaya dengan pemukulan oleh keluarga pasien di depan UGD tetapi tidak mempersoalkan dan melakukan penuntutan.

Sementara Kasubid Asuhan keperawatan, Asma mengatakan pihaknya melayani segala lini masyarakat dengan dokumen yang berbeda antara lain bpjs, kartu sehat, jamkesda dan lain-lain tetapi kondisi keterbatasan ruangan masih menjadi kendala sehingga ada pasien yang biasanya harus menunggu berhari-hari di UGD untuk mendapatkan antrian ruang perawatan.

Asma juga menyebutkan Persediaan air di RSUD perlu didukung PDAM Maros dengan target penggunaan air sekitar 6 tangki per hari.

Penggunaan air kadang bisa membludak akibat banyaknya keluarga pasien yang jaga karena selama ini belum adanya ketegasan pihak RSUD untuk pembatasan penjaga pasien. Bahkan ada keluarga pasien yang membawa beras untuk persiapan memasak di Rumah Sakit. Untuk sumur bor, saat ini memang ada tetapi tidak layak karena airnya asin.

Selain masalah Air, listrik juga menjadi kendala pihak RSUD. Adapun Kapasitas listrik saat ini 197 KVa, dan sejak tahun lalu diusulkan penambahan daya ke PLN wilayah menjadi 241 KVa, namun sampai saat ini belum dipenuhi.

Hal itu berdampak pada AC serta Ruang operasi yang sulit digunakan, karena keterbatasan kapasitas listrik.

Kabid TU RSUD Salewangan Maros, Haeruddin dalam kesempatan itu juga menyinggung terkait kondisi Parkir.

Haeruddin mengungkapkan Parkir RSUD saat ini telah dipihak ketigakan, tetapi hasil dari parkiran disetor ke pemda, dan satu sen pun tidak masuk ke RSUD. Kalaupun ada yg meminta bayaran lebih, itu adalah oknum sehingga diharapkan pengunjung dimohon melaporkan ke pihak RSUD jika mendapati oknum tersebut.

Kasubid manajemen keperawatan, Sri berharap masyarakat tidak menyudutkan satu pihak/institusi tanpa mengerti permasalahan dan prosedur yang ada  apalagi terkait UU Nomor 4 tentang RS, ada pasal hak RS untuk menggugat pihak yg merugikan baik secara material atau non material.

Sri mengapresiasi yang dilakukan AMAR yang langsung mendatangi pihak manajemen untuk mendengarkan penjelasan-penjelasan terkait keterbatasan RS dalam berbagai hal yang saat ini diakui pihaknya sementara dalam perbaikan dan pembenahan serta proses akreditasi. (Bsfm news department

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.