Untuk itu, berbagai program saat ini digalakkan termasuk MS Bunda merupakan program pemanfaatan teknologi Mobile untuk menyelamatkan Ibu dan Bayi di Indonesia.
Launching SMS Bunda Di Maros (12/5/2016) (dok. bsfm)
Untuk Kabupaten Maros - Sulsel, Program SMS Bunda ini telah dilaunching pada kamis 12 Mei 2016 di Kantor Bupati Maros.
Selain Launching, Lembaga Maupe sebagai Penanggung jawab implementasi SMS bunda di kabupaten Maros juga melaksanakan diskusi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Bidan, relawan serta awak media untuk program SMS Bunda tersebut.
Kadis Kesehatan Maros, dr. Firman jaya mengungkapkan dalam bulan maret lalu ada 9 kasus kematian ibu di maros dan rata-rata disebabkan akibat kurang gizi dan kurang mampu sehingga harus dipikirkan bagaimana agar biaya sms itu tidak menjadi beban bagi ibu hamil dan nifaz.
Menjawab Hal tersebut, Program Director Sms Bunda dari Jhpiego, Sushanty mengatakan program SMS Bunda itu tidak akan memberatkan perekonomian keluarga karena hanya bertarif normal biaya sms sekitar Rp. 100 sampai Rp. 150,- dan untuk layanan info masuk melaui sms tidak lagi dikenakan biaya.
Sesi Diskusi dalam News Cafe sebelum Launching Sms Bunda (dok. bsfm)
Ketua DPRD Maros, H. AS Chaidir Syam mengatakan sms bunda turut andil dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan bayinya. Sehingga proses kelahiran bisa lebih dipersiapkan mulai dari proses administrasi persalinan dan kesehatan selama proses kehamilan dan setelah kelahiran.
Menurut Chaidir, layanan sms bunda ini bukan berarti ibu-ibu sudah tidak perlu lagi ke bidan tetapi justru sms bunda akan semakin mengingatkan ibu untuk rajin konsultasi ke bidan.
Dalam acara itu juga para peserta sudah mulai melakukan registrasi untuk mendapatkan informasi dan Tips kesehatan bagi ibu hamil dan nifas dengan Daftar Sms Bunda melalui HP dengan ketik : REG (spasi) perkiraan tanggal bersalin (spasi) kab/kota. Contoh : REG 30/03/2016 Maros lalu Kirim ke 08118469468.
Sementara untuk berhenti layanan tersebut cukup ketik : UNREG kirim ke 08118469468.
Direktur Lembaga Maupe, Hj. Agusnawati mengatakan untuk kabupaten Maros ditargetkan sebanyak 3500 partisipan ibu-ibu serta keluarga yang mendaftar Sms bunda.
Kedepannya, Agusnawati berharap Sms dan buku KIA (Kesehatan ibu dan anak) ini bisa dibuatkan konten lokal dengan bahasa ibu sehingga proses sosialisasi bisa lebih mudah dipahami dan semakin banyak Ibu yang mendapatkan informasi kesehatan kehamilan dan pasca melahirkan sehingga menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Maros.(bsfm news department)



Post a Comment