Kabupaten Maros ditergetkan menjadi Pilot Project atau percontohan untuk Sekolah Ramah Anak Di Sulsel. Sekolah ramah anak memudahkan pemantauan kondisi anak selama berada di sekolah, memudahkan mencapai tujuan pendidikan, menciptakan lingkungan yang hijau dan tertata, membuat anak menjadi lebih betah di sekolah dan menciptakan kebiasaan-kebiasaan positif lainnya.
Hal itu terungkap dalam seminar nasional pendidikan bertema peningkatan mutu dan kualitas tenaga pendidik menuju sekolah ramah anak di Kabupaten Maros yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Maros bersama Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) Kabupaten Maros di ruang pola Kantor Bupati Maros, sabtu kemarin (4/6/2016).
Seminar dibuka Ketua Umum IGI Muh Ramli Rahim, sementara hadir mewakili Bupati Maros HM Hatta Rahman adalah Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Maros, Ashar Salam. Diikuti 300 orang peserta terdiri guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Juga kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan perwakilan siswa se Kabupaten Maros.
Seminar Nasional Pendidikan yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Maros bersama Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) Kabupaten Maros (4/6/2016) (dok. ist)
Dalam seminar ini dibahas bentuk-bentuk kekerasan di lingkungan sekolah yang saat ini menjadi perhatian, diantaranya membandingkan dengan anak lain, membentak dengan suara keras dan kasar, menghina dihadapan teman-temannya, menyebut bodoh, pemalas dan lain sebagainya. Juga mencap dengan sebutan anak nakal atau jahat serta kekerasan psikis lainnya.
Ketua IGI Maros Bagus Dibyo Sumantri mengatakan saat ini pihak IGI Maros dan Kerlip Maros sedang melakukan pemetaan beberapa sekolah yang nantinya akan didampingi untuk menjadi sekolah ramah anak yang bisa menghargai anak-anak. Bukan malah memberikan kekerasan fisik saat mereka berbuat salah.
Seminar ini menghadirkan pembicara Kasi Penilaian Direktorat Pembinaan SD Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr Susanti Sufyadi, Assisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreatifitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Elvi Hendrani dan Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip), Yanti Sriyulianti. (bsfm news department)
Berita Terkait :
- GURU SD/SMP DI SIMBANG MAROS PELAJARI UU PERLINDUNGAN ANAK DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PROFESI GURU
Monday, 6 June 2016
MAROS DITERGETKAN JADI PERCONTOHAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SULSEL
Posted by Maros FM on 3:14 am in News Pendidikan | Comments : 0
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


Post a Comment