Kebakaran menghanguskan bangunan semi permanen berukuran 3 meter X 6 meter milik pekerja bangunan yang sedang mengerjakan proyek Mall di daerah itu.
Seorang balita usia 3 tahun bernama Fathir meninggal dunia akibat terperangkap kobaran api dan jenazah langsung dievakuasi Petugas Polsek Mandai Maros ke RSUD Salewangang Maros.
Ibu Fathir, Risma Dg Baji (34) mengaku saat kejadian dirinya sedang mandi di sumur yang berjarak sekitar 300 meter. Dan saat itu meninggalkan Fathir bersama kedua saudaranya, Fahrul (3) yang merupakan saudara kembar korban dan Faiz (4) yang sedang asik bermain.
Risma mengaku kaget karena Fathir ditemukan bersama puing-puing kebakaran padahal saat ditinggalkan bersama kedua saudaranya yang lain, mereka sedang bermain diluar rumah.
Kedua saudara Fathir selamat dalam kejadian itu.
Ayah Fathir, Haerul (36) warga Dusun Bonto Cinde, Desa Tallasa, Kecamatan Bangkala, Jeneponto yang baru setahun di Maros untuk mengerjakan proyek dilokasi itu tetapi api yang melalap bangunan dengan sangat cepat membuat dirinya bersama pekerja bangunan lainnya tidak bisa menyelamatkan nyawa Fathir.
Salah satu pekerja bangunan rekan Haerul yang menjadi saksi mata menuturkan kebakaran itu kemungkinan besar disebabkan arus pendek karena tidak tertatanya kabel listrik yang ada di bangunan tersebut. Bahkan saat akan menyelamatkan nyawa Fathir, mereka sudah tidak bisa mendekat akibat panasnya kobaran api serta beberapa kabel listrik yang melintang.
Petugas Damkar Maros (4/6/2016) (dok. bsfm/ibhet)
Kepala Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros, Suyuti menjelaskan saat menerima laporan tersebut langsung menerjunkan 3 unit armadanya tetapi sebagian besar bangunan sudah hangus terbakar karena hanya terdiri dari papan, tripleks dan seng.
Meskipun demikian, Pihak Damkar dengan cepat berhasil mengendalikan api karena posisi bangunan yang terbakar langsung berbatasan dinding salah satu ruko di lokasi itu. (bsfm news department)



Post a Comment