Hal itu berdasarkan peraturan Dirjen Dikti no. 274/2014 tentang Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru yang menyebutkan, pihak berwenang dan memimpin ospek adalah dosen, sementara mahasiswa seniornya menjadi bagian dari kepanitiaan saja. Dan tidak ada lagi ospek yang berbau perpeloncoan ataupun kekerasan.
Penanggung jawab SIMABA PERTI YAPIM sedang memberikan sambutan dalam malam silaturahmi
Demikian disampaikan penanggung jawab kegiatan SIMABA yang juga wakil sekertais PERTI YAPIM, Abdul Hafid Burhami saat penutupan kegiatan SIMABA, minggu kemarin (28/8/2016) di Kampus Yapim Maros.
Hafid menjelaskan, mendengar kata ospek, masyarakat akan beranggapan adanya kegiatan perpeloncoan mahasiswa senior kepada juniornya. Walaupun sebenarnya ospek sejatinya merupakan kegiatan memperkenalkan dunia kampus dan sistem perkuliahan kepada mahasisa baru (maba).
SIMABA PERTI YAPIM 2016 diikuti 610 maba yang berlangsung selama 4 hari mulai dari 25-28 Agustus.
Kegiatan ini berisi pembekalan materi wawasan kebangsaan, keagamaan, akademik, pekenalan organisasi internal kampus, jalan santai, dan diakhiri malam ramah tamah. (Maros fm news department)
Penulis : Fahrul Z
Editor : Ady Maros Enterprise

Post a Comment