Pemanfaatan mesin tanam tranflanter secara optimal bukan hanya dapat mempercepat proses penanaman tetapi juga bisa menghemat biaya tanam sampai 75 %.
Dengan menggunakan teknik tanam manual tenaga manusia murni maka perhektar biayanya bisa mencapai 2 juta tetapi dengan menggunakan mesin tanam bisa dihemat sampai hanya Rp. 500 ribu dengan perincian uang pemeliharaan Rp. 100 ribu, BBM Rp.100 ribu dan biaya operator Rp. 300 ribu dan bila operator sudah mahir, maka dalam 3 jam satu hektar bisa selesai.
Hal itu disampaikan Dandim 1422/Maros, Letkol Inf. Sunarto S.Pd dalam kegiatan percepatan tanam dengan menggunakan mesin tanam di Desa Lekopancing Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros, sabtu kemarin (3/9/2016).
Dandim 1422/maros sedang mencoba penggunaan mesin tanam (tranflanter) di Kecamatan Tanralili, Maros. (3/9/2016) (dok. Ist)
Sunarto menjelaskan untuk tranflanter di Maros untuk saat ini sudah ada sekitar 40 unit berasal dari bantuan pemerintah.
Selain itu, Sunarto juga mengatakan pihaknya saat ini sedang mendorong masa percepatan tanam di beberapa wilayah Maros seperti dalam kegiatan bertema "Gerakan Tanam Padi Masa Tanam ketiga guna mengejar target LTT" periode bulan Agustus - September Kerjasama Kodim 1422/Maros dengan Dinas Pertanian Maros bersama kelompok tani Pajong Patirong dengan areal tanam 40 Hektar.
Sunarto juga mengapresiasi teknik pembibitan dengan talang bibit yanh dimodifikasi kelompok Tani Pajong Patirong dengan menggunakan petak kayu diatas terpal dan kreativitas ketua Pok tani dengan membuat alat penebar benih di petak benih talang tryer supaya lebih cepat dan merata.
Sunarto dalam kesempatan itu juga menjelaskan kepada petani terkait program Upsus (upaya khusus) dan memaksimalkan Alsintan guna percepatan tanam serta penjelasan peluang hujan berdasarkan informasi dari BMKG. (Maros fm news department)


Post a Comment