Kabupaten Maros meraih penghargaan nasional APEX Award dalam ajang Archeological Partnership Expose (APEX) atau pagelaran kemitraan arkeologi yang digelar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat penelitian dan Balai Arkeologi Sulsel di Kabupaten Soppeng, senin kemarin (26/9/2016).
Wakil Bupati Maros saat menerima penghargaan APEX Award (26/9/2016) (dok. disbudpar maros)
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI atas upaya Pemkab Maros dalam pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya sebagai potensi ekonomi dan meningkatkan perekonomian daerah.
Penghargaan diserahkan Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Made Geria kepada Bupati Maros yang diwakili oleh Wakil Bupati Maros H.A. Harmil Mattotorang.
Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, M Irfan Mahmud saat penyerahan penghargaan itu mengatakan Maros salah satu kabupaten di Sulsel yang memiliki potensi peninggalan cagar budaya yang sangat kaya dan bereputasi dunia dan cagar budaya tersebut sangat penting bagi ilmu pengetahuan.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros, Rahmat Burhanuddin, rabu (28/9/2016) mengatakan, Maros meraih penghargaan ini karena Pemkab Maros sangat peduli dalam pelestarian cagar budaya.
Menurutnya, hal itu terlihat tiap tahun Pemkab Maros menganggarkan kegiatan perlindungan situs purbakala, sosialisasi cagar budaya, pembentukan tim registrasi cagar budaya, pembentukan tim ahli cagar budaya dan saat ini sementara direncanakan pendirian museum daerah. (maros fm news department)
Wednesday, 28 September 2016
LESTARIKAN CAGAR BUDAYA, MAROS RAIH APEX AWARD
Posted by Maros FM on 9:26 pm in News Pariwisata Pemkab Maros Seni Budaya | Comments : 0
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


Post a Comment