Untuk itu Pemerintah Kabupaten Maros melakukan koordinasi dan inventarisasi kekurangan pasar Tramo sebelum difungsikan secara resmi tahun depan.
Hal itu disampaikan Bupati Maros, HM Hatta Rahman saat menggelar rapat di areal pasar Tramo, yang juga dihadiri Sekda Maros, H. Baharuddin, Kepala Dinas Koperindag, H Syamsir serta beberapa kepala SKPD lainnya rabu kemarin (14/9/2016).
Bupati Maros menggelar rapat di Pasar Tramo Maros (14/9/2016) (dok. ist)
Hatta menjelaskan rapat tersebut sengaja dilakukan di areal pasar tramo untuk melihat secara langsung berbagai kekurangan yang ada termasuk pengaturan lalu lintas, pengaturan pedagang yang akan menempati kios dan lapak serta kaki lima.
Menurut Hatta, beberapa sarana dan prasarana yang wajib di areal itu yakni halaman parkir, pagar, air serta listrik yang stabil.
Selain itu, kedepannya juga akan disiapkan terminal mini untuk sarana angkutan pasar serta parkir yang akan mengambil area utara dan selatan pasar Tramo. Selain itu lapangan tembak saat ini juga akan direlokasi sehingga bisa digunakan sebagai terminal angkutan pedesaan.
Hatta menjelaskan, kondisi pasar Sentral saat ini sudah tidak layak menjadi pasar kabupaten sehingga akan direnovasi menjadi pasar yang lebih layak dengan konstruksi 2 lantai dilengkapi dengan basement.
Sementara itu Kepala Dinas Koperindag H Syamsir menyebutkan, jumlah pedagang yang resmi di Pasar Sentral 793 sedangkan pedagang kaki lima sebanyak 300-an. Sedangkan kios di Pasar Tramo sebanyak 558 dan Lapak 564.
Menurut H. Syamsir, pedagang formal akan diprioritaskan dalam pasar tramo tetapi yang kaki lima juga tetap akan difasilitasi agar bisa menjual di pasar karena dengan jumlah kios dan lapak yang ada, cukup untuk menampung seluruh pedagang. (maros fm news department)


Post a Comment