Terutama untuk 5 daerah endemik DBD yang telah dipetakan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros diantaranya Perumnas Tumalia, BTN Taniaga, Perumahan Palu Cipta, Jalan A. Nurdin Sanrima dan Kelurahan Bajubodoa.
Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Maros, dr. Firman Jaya senin kemarin (24/10/2016).
Kadinkes Maros, dr. Firman Jaya (dok. maros fm)
dr. Firman mengatakan lokasi tersebut menjadi rawan DBD karena dari merupakan daerah rawa dan banyak terdapat genangan air. Selain itu, setiap ada kasus pertama terjadi DBD, selalu berasal dari kelima lokasi tersebut.
Untuk itu dr. Firman berharap masyarakat bisa lebih menyadari bahaya penyakit tersebut sehingga bisa berpartisipasi aktif untuk mencegahnya seperti tidak membuang sampah sembarangan, dan melakukan aksi 3M yakni menguras bak air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas.
Sementara untuk usaha yang dilakukan Dinkes Maros dalam mengantisipasi penyebaran wabah DBD, dr. Firman mengaku pihaknya sudah melakukan fogging di lokasi adanya kasus DBD.
Adapun data tahun 2015, jumlah pasien DBD yang dirawat mencapai 800 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2010 yang mencapai 1300 pasien. (maros fm news department)

Post a Comment