Selain aktif mengangkat dan melestarikan nilai budaya melalui kesenian tradisional di Kabupaten Maros dengan melatih anak usia dini dan usia Sekolah dasar untuk belajar Barasanji, Sikkiri' dan Gendang, Bakri pun sudah menjalin koordinasi dan silaturrahmi dengan beberapa pemangku Adat Sulsel dan Nusantara.
A. Muhammad Bakri Bersama Pemangku Adat Kerajaan Marusu, A. Abd.Waris Karaeng Sioja (dok. ist)
Bakri saat ditemui wartawan kamis siang (12/1/2017) mengatakan, beberapa pemangku adat yang telah dijumpainya antara lain Sultan Palembang Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin II, Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, Karaeng Polongbangkeng, A. Makmur Sadda dan Sombayya Ri Gowa, La Maddusila serta pemangku adat Kerajaan Marusu, A. Abd. Waris Karaeng Sioja.
Bakri menjelaskan, apresiasi dari para tokoh kerajaan dan adat ini sangat tinggi contohnya yang disampaikan Karaeng Polongbangkeng, A. Makmur Sadda saat ditemui Bakri di kediamannya beberapa waktu lalu.
A. Makmur Sadda mengatakan generasi muda harus aktif dalam mempertahankan nilai budaya lokal karena kekayaan Indonesia salah satunya yakni banyaknya ragam budaya yang memiliki nilai kearifan lokal dan merupakan identitas bangsa yang tidak bisa dilupakan.
Sementara Pemangku Adat Kerajaan Marusu, A. Abd. Waris Karaeng Sioja berharap di Kabupaten Maros ini semakin banyak generasi yang akan menjadi Pemuda Pelopor dan aktif dalam pelestarian budaya lokal dan kesenian tradisional dengan menjunjung tinggi adat istiadat.
Karena prestasinya sebagai pemuda pelopor, Bakri pun kini direkrut sebagai salah seorang anggota Ikatan Cendikiawan Keraton Nusantara (ICKN) yang diketuai Sultan Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin II.
Pemuda Simbang ini berharap agar predikat Pemuda Pelopor bisa terus beregenerasi di lingkup Kecamatan dan Kabupaten Maros sehingga berbagai potensi termasuk seni budaya tradisional bisa terus dilestarikan dan dipertahankan tentu saja dengan dukungan berbagai pihak utamanya Pemerintah Kabupaten Maros. (Maros fm news department)


Post a Comment