Di usianya yang sudah senja, Hj Elong tidak pernah menyangka akan mendapat kabar anak, menantu dan kedua cucunya yang masih duduk di sekolah dasar lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa.
Kesedihan yang mendalam membuatnya histeris saat mendapat kabar tragedi yang merenggut 4 nyawa orang-orang yang sangat disayanginya dalam kecelakaan lalu lintas minggu sore (8/1/2017) di salenrang, poros Maros Pangkep. Agus, Nurmi, Ferdy dan Ayu harus menghadap Ilahi secara bersamaan.
Kesedihan itupun semakin menjadi-jadi, saat sekitar pukul 22.00 wita (8/1/2017), ambulance dari RSUD Salewangang Maros tiba di rumah duka jalan Mannuruki Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanayya, Makassar membawa 4 sosok jenazah.
Suasana Rumah duka di Jalan Mannuruki, Kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya, Makassar (8/1/2017). (dok. maros fm)
Selain Hj. Elong, Tita dan Rafly pun tidak kalah histerisnya.
Tita dan Rafly merupakan anak pertama dan kedua dari Agus dan Nurmi, juga kakak dari Ferdy dan Ayu.
Tita saat ini duduk di bangku kelas 2 SMA sementara Rafly duduk di kelas 2 SMP dan harus menjadi Yatim Piatu, bahkan kehilangan kedua adiknya yang masih duduk di bangku SD kelas 2 dan 1 SD Inpres Mannuruki 2 Makassar.
Mereka pun hanya mampu memeluk penuh tangis 4 jenazah, ayah, ibu, dan kedua adiknya yang berjejer rapi tertutup kain kafan tanpa mampu memahami rencana Tuhan selanjutnya.
Truk Tronton Hino DD 8429 XC yang terparkir menggunakan bahu jalan itu merenggut semuanya.
Bermula saat Agus akan menjemput Nurmi di Padanglampe, Pangkep karena sudah sekitar sepekan membantu orang tuanya menanam padi di sawah, sementara kedua anaknya, Ferdy dan Ayu menikmati liburan di rumah neneknya.
Berhubung masa liburan sudah berakhir, Agus yang juga security di DIPO 88, Parangloe berangkat menggunakan sepeda motor yamaha scorpio DD 5972 SB untuk menjemput mereka.
Sepulangya dari Pangkep menuju arah Makassar, tepat di KM 8-9, Jalan Poros Maros Pangkep, dirinya pun tak kuasa mengendalikan sepeda motornya dan menabrak truk yang diparkir Basir, warga Dusun Kassijala Desa Tunikamasea Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros.
Agus bersama kedua anaknya pun meninggal diatas motor yang terjepit dibawah truk, sementara Nurmi setelah terbentur akhirnya terjatuh dan ikut menyusul suami dan kedua anaknya.
Sehari-hari Agus dikenal tetangganya sebagai orang yang ramah dan rajin menebar senyum. Sementara Nurmi yang kesehariannya selain merawat keempat anaknya, juga membuka usaha warung kecil-kecilan di warungnya.
Saat Ramadhan tiba, Nurmi pun dikenal senang berbagi ta’jil seperti es buah untuk tetangganya. Tiada cela yang tertinggal.
Selain disayangi tetangga, keluarga, orang tua, dan kedua anak yang ditinggalkannya, Tuhan ternyata lebih sayang terhadap mereka.
Selamat Jalan Agus, Nurmi, Ferdy dan Ayu..
Meski kami bukan siapa-siapa, namun Empati dan Do’a tak berkesudahan senantiasa kami haturkan.
Semoga tragedi ini membuka mata banyak orang betapa berharganya hidup dan betapa tidak berharganya aturan yang hanya menjadi penghias rak buku dan tiada aplikasi nyata.
Yang sabar dek Tita dan dek Rafly..
(diolah maros fm news department untuk cerpen udara maros FM)


Post a Comment