NEWS

Wednesday, 18 January 2017

RAJIN KIRIM DOA DI MEDSOS, PEMUDA INI JADI IDOLA TOKOH PEMUDA MAROS

Burhan, sosok pemuda Maros yang lugu, jenaka dan sederhana namun akhir-akhir ini menjadi terkenal dan sering menjadi bahan perbincangan di kalangan beberapa tokoh pemuda dan pejabat publik di Maros.

Pemuda berusia 25 tahun ini hanya berprofesi sebagai buruh bangunan dan tukang pijat tetapi kebiasaannya mengirimkan doa melalui messenger atau inbox facebook menjadikannya seorang yang diidolakan beberapa pengguna medsos di Maros.

Direktur Maros FM, Lory Hendradjaya (kiri) saat bersama Burhan (kanan) (dok. ist)

Burhan mengaku sebelum mengirimkan Do'a melalui messenger, dirinya setiap pagi harus duduk dan menuliskan pada selembar kertas konsep doa itu. Setelah mengedit Do'a, dirinya mengetik Do'a itu di androidnya dan mengirimkannya kepada beberapa teman medsos nya.

Burhan mengaku dari 2000 lebih teman facebooknya, setiap hari dia mengirimkan doa tersebut kesekitar 100 bahkan 200 akun dengan harapan bisa semakin dekat dalam bersilaturrahmi bersama orang-orang yang mendapat kiriman doa darinya. 

Anggota DPRD Sulsel, Irfan AB awalnya mengaku canggung dan sempat bertanya-tanya siapa sosok Burhan ini. Hingga akhirnya setelah menelusuri lebih jauh, Irfan pun merasa salut dan menganggap Burhan merupakan sosok pemuda yang peduli terhadap orang lain dan rutin mengirimkan Do'a dengan penuh keikhlasan. Menurut Irfan, jangankan mengirim Do'a, saling menyapa hanya untuk menguatkan silaturrahmi saja kadang banyak diantara kita yang lupa. Sementara Burhan tetap memperhatikan hal itu, terlepas kita mau membalas sapaan dan Do'a nya atau tidak.

Selain Do'a, saat ini Burhan juga sedang sibuk membuat orderan sandal jepit dengan ukiran nama, ia tidak mematok harga, yang mengorder pun bukan hanya orang biasa melainkan para tokoh dan pejabat publik di Maros, diantaranya Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Irfan Ab, Wawan Mattaliu, Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam, Anggota DPRD Maros, Amri Yusuf, Ketua APDESI Maros, Abd. Asis, Ketua KNPI Maros Marjan Massere, Ketua Karang Taruna Maros Syaharuddin Datu, Programmer Abdul Rahman, Direktur Radio Maros FM Lory Hendrajaya, dan beberapa tokoh pemuda Maros lainnya. 

Burhan dan beberapa tokoh pemuda maros saat memamerkan sandal jepit ukirnya (dok. ist)

Burhan dengan nama facebook Bur Han tidak menyangka keahlian pas-pas an dalam mengukir sandal sangat digemari rekan medsosnya. Awalnya Burhan hanya mengukir sandal untuk dirinya sendiri. Saat menguploadnya di facebook, Direktur Maros FM Lory Hendradjaya pun ikut memesan sandal ukiran tersebut dan akhirnya sandal jepit berukir seolah menjadi tren baru di setiap postingan medsos beberapa orang di Maros.

Hal unik lainnya yang dimiliki Burhan dan membuatnya disenangi dalam pergaulan karena sifat lugu dan jujurnya yang sering menjawab apa adanya saat ditanyai. Termasuk saat bersama Maros fm, saat ditanya terkait tempat dan tanggal lahir, Burhan pun spontan menjelaskan dirinya lahir di sawah. Sehingga untuk memastikannya, Maros fm pun kembali melontarkan pertanyaan yang sama namun tetap dengan jawaban yang sama dan menegaskan dirinya serius lahir di Sawah karena merasa tidak ada yang salah dengan jawaban itu. 

Lory menganggap fenomena yang diperlihatkan Burhan sebenarnya punya banyak makna dan hikmah dimana Burhan telah berhasil mengajar kita salah satunya tentang penggunaan medsos dengan bijak yang harus dimanfaatkan untuk semakin menyambung silaturrahmi dan menguatkan persaudaraan. Selain itu, Burhan juga membuat kita sadar bahwa untuk diterima dalam suatu pergaulan, tidak perlu menjadi orang lain dan tetaplah menjadi diri sendiri dengan jujur dan apa adanya. (maros fm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.