NEWS

Tuesday, 8 August 2017

BHABINKANTIBMAS BERBAGI CERITA POTRET DUNIA PENDIDIKAN DI DUSUN TERPENCIL CINDAKKO MAROS

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Kabupaten Maros terus memperlihatkan citra positif di tengah Masyarakat.

Seperti yang dilakukan Bripka Alimuddin selaku Bhabinkamtibmas Desa Bontosomba Kecamatan Tompobulu yang melakukan inovasi kreatif di Dusun Cindakko dalam usaha memberantas buta aksara.

Usaha tersebut dilakukan Bripka Alimuddin karena prihatin dengan kondisi Dusun Cindakko yang sangat terpencil serta sulit dijangkau sehingga terbelakang dalam dunia pendidikan.

Dusun Cindakko yang dihuni sekitar 60 Kepala Keluarga ini merupakan salah satu dari tiga desa yang ada di Desa Bontosomba dengan lokasi jauh dari keramaian dengan jarak tempuh sekitar 20 kilo dari poros Kecamatan Tompobulu.

Medannya pun terbilang sulit dilalui apalagi jika Musim Hujan karena hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 jam lamanya, sedangkan saat musim kemarau bisa menggunakan roda 2 namun dengan jenis tertentu seperti trail.

Hal tersebut membuat Bripka Alimuddin tergerak untuk membantu memfasilitasi pendidikan anak-anak di Dusun tersebut.

Berbekal kemampuannya bersosialisasi dan menjalin komunikasi yang baik sebagai Bhabinkamtibmas, SD Cindakko yang menjadi satu-satunya Sekolah di Dusun terpencil ini terus ia garap agar mendapat simpati para donatur dan pekerja sosial.

SD Cindakko yang sejak 2010 berada di kolong rumah salah seorang warga, pun perlahan-lahan mendapat perhatian.

2015, SD Cindakko akhirnya bisa berdiri di sebuah lahan yang dihibahkan warga, serta bantuan dari beberapa donatur. Meskipun dengan kondisi dan fasilitas seadanya.

Bangunannya cuma 1 buah dengan ukuran 5X7 meter persegi, sehingga harus dibagi 2 kelas dengan cara para murid saling membelakangi antara murid kelas 1 dan kelas 2. Dan memang hanya ada 2 kelas itu karena materi pelajaran yang diberikan hanya fokus pada belajar membaca, menulis dan menghitung. Tidak ada satupun yang mendapat ijazah meskipun belajar sejak 6 tahun lalu.

Sekolah terdekat yang legal mengeluarkan Ijazah hanya SD Bonto-Bonto di Desa Bontosomba. Tidak ada anak dusun yang sekolah disana karena harus di tempuh dengn jalan kaki sekitar 5 jam. Itupun melewati hutan.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Bhabinkamtibmas ini pun terus melakukan mediasi dan bekerjasama Kepala Desa setempat, hingga bertemu 2 orang yang secara sukarela siap menjadi guru di SD tersebut. Mereka petani yang juga punya rasa kepedulian tinggi terhadap perkembangan pendidikan anak-anak dusun. Mereka Adalah pak Azis dan Hamid.

Untuk mengajar di SD Cindakko, Azis atau Hamid secara bergantian dikawal Bhabinkamtibmas, Bripka Alimuddin untuk berangkat ke dusun Cindakko pada malam hari, agar bisa mengajar keesokan harinya. Dalam perjalanan pun mereka mengabari 1 atau 2 murid, sehingga keesokan harinya mereka bisa berdatangan karena mendapat informasi ada guru yang akan masuk mengajar.

Bripka Alimuddin bersama Kepala Desa serta Guru Sukarela ini hanya bisa berharap bantuan dengan mengupload kondisi SD Cindakko ke Sosial Media serta menginformasikan secara "person to person" untuk menggugah simpati masyarakat dan pemerintah atas keberadaan SD Cindakko yang memprihatinkan dan masih membutuhkan uluran tangan seluruh pihak. (maros fm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.