Gerakan Menabung bagi anak usia dini adalah inisiasi untuk kembali menguatkan anak-anak dalam menangkal perilaku konsumtif yang saat ini semakin tinggi.
Hal tersebut menjadi perhatian beberapa organisasi kepemudaan seperti Forum Pemuda Bhinneka Tunggal Ika (FPBTI), Komunitas Mahasiswa Kedokteran Maros (KOMADOKMA), dan Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Komisariat UNHAS-PNUP yang membagikan celengan dan edukasi gerakan menabung bagi anak-anak dalam program Bakti Muda Untuk desa (BUNDA), minggu (6/8/2017) di Desa Tunikamaseang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros.
Ketua Panitia "BUNDA", Rahmat Basri mengatakan, Kultur menabung masa lalu sudah mulai terkikis sehingga sulit dijumpai anak-anak yang mau menabung untuk membeli sesuatu yang sangat mereka idamkan, seperti sepeda, buku, baju, dan lain-lain.
Menurutnya, Anak-anak usia TK sampai SD banyak yang lebih senang menggunakan uangnya untuk beli kouta data agar bisa bermain game online android dan bukan lagi untuk target jangka panjang.
Sementara, Ketua Forum Pemuda Bhinneka Tunggal Ika (FPBTI), Amul Hikmah Budiman berharap pembagian celengan ini diharapkan menjadi simbol untuk orang tua dalam memberikan edukasi atau menggiring kembali anak-anaknya untuk menabung dalam celengan secara konvensional. Fungsinya mengajarkan sejak dini kepada anak-anak untuk berhemat.
Kegiatan Program "BUNDA" bertema "Kemanusiaan untuk Solidaritas Kebangsaan" ini, selain memberikan edukasi Gerakan Menabung, juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga, edukasi pola hidup bersih dan sehat serta pembagian semen untuk renovasi masjid dan fasilitas umum. (maros fm news department)

Post a Comment