NEWS

Wednesday, 13 September 2017

PRIHATIN KEKEJAMAN DI MYANMAR, PELAJAR MAROS INI BIKIN PUISI UNTUK PENERIMA NOBEL PERDAMAIAN "AUNG SAN SUU KYII"

Gejolak kekejaman Kemanusiaan di Negara Myanmar terus menyita perhatian publik termasuk pelajar di Kabupaten Maros.

Salah satu pelajar SMAN 1 Maros, Ahmad Takbir Abadi yang ikut prihatin atas kondisi tersebut  membuat puisi yang mempertanyakan penerima nobel asal Negara Myanmar yang juga menjabat sebagai penasehat negara, Aung San Suu Kyi. 

Aung San Suu Kyi adalah penerima Nobel perdamaian atas usahanya memperjuangkan demokrasi dan Hak Asasi manusia di Myanmar pada masa lalu.

Ahmad Takbir Abadi, rabu (13/9/2017) menjelaskan dirinya  sengaja menulis puisi untuk Aung San Suu Kyi atas kekejaman militer terhadap Muslim Rohingya.

Menurutnya, Isi yang di tuangkan dalam puisinya dengan tegas mengecam agar aktivis kamanusiaan tersebut untuk kembali memperjuangkan hak asasi manusia di negaranya.

Berikut bunyi Puisi tersebut :

Kau kemana saja?
(Karya : Ahmad Takbir Abadi)

Binar mata terpejam dalam hitam tak berwarna 
Langit biru berawan dalam potret senja kala
Semantara jalan menagih kebenaran yang hilang sekian lama
Saksi derita lalu sorak dipanjatkan

Masih ingat kah kita akan pertumpahan di sore itu
Sejak luka begitu murah harganya
Juga harkat tak begitu jelas tempatnya
Dan suaralah yang bergerak meminta ruang yang semestinya

Lalu pada kecup bibir yang lukisannya tergambar layu
Jakan-jalan penuh dengan kecaman
Meminta dan memaksa  kebenaran 
Mengecam dengan mengeja hinaan
Sebab dijalan kita berbaris bersama merombak penindasan yang tak kenal salah

Saatnya dirimu menghadap ke kaca 
Melihat kembali wajahmu yang penuh kenangan
Darahmu mengalir darah perjuangan 
Air matamu penuh kesedihan 
Juga semangat pengabdian

Namun, kami tak melihatnya disaat jemari tak sanggup lagi meraba 
Dunia mencarimu, seorang Myanmar yang pernah mendapat lencana kehormatan 
Hingga hari ini saat mentahari berganti aroma 
Di tanahnmmu terjadi kemanusiaan yang hilang akal

Dunia tak melihatmu  sama seperti dulu, 
Ketika meriam di luncurkan 

dirimu di depan menghadap semua lawan
Kau sangat marah juga dendam ketika penindasan terus dibiarkan
Air mata terkuras begitu saja
Dan itu semua adalah dirimu yang kini tak lagi terbaca

Kau kemana saja? 
Saat Rohingya manusia seperti kita terindas biadab
Terbunuh begitu saja
Dibakar di liang lahab
Tak kenal kasihan

Kau Kemana saja?
Kemanusiaan Myanmar tercoreng kehormatannya
Jangan bilang kau hilang karena Tahta
Sebab dirimu berencana menjadi penguasa 
Menguasai banyak suara 
Karena mendukung orang yang tak kenal sayang

Wahai pejuang kemanusiaan 
Kembalilah pada tempatmu
Luka-luka lama tak bisa hilang begitu saja

Kaulah yang mengerti luka
Kaulah yang paham kemanusiaan
Kembalilah!

Kepada Aung San Suu Kyi

Perpustakaan
(13/09/2017)

Puisi ini rencananya akan disiarkan di media-media sebagai bentuk dukungan terhadap Etnis Rohingya di Myanmar. (maros fm news department)

Keterangan gambar : Pelajar Smansa Maros, Ahmad Takbir Abadi.

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.