Warga Kabupaten Maros kembali mengeluhkan pelayanan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros.
Seorang Warga Kecamatan Simbang, Nuraeni, minggu (25/2/2018) yang mengantarkan salah satu keluarganya ke RSUD Salewangang Maros pada jumat malam (23/2/2018) sekitar pukul 23.00 wita merasa tidak nyaman dengan perlakuan tim medis.
Nuraeni menceritakan saat awal tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Ia ditanyai oleh dokter jaga tentang layanan kesehatan yang digunakan apakah KIS atau layanan Umum.
Ia bersama pasien dan 3 orang lainnya yang mengantar pasien bingung dan menjawab jika pasien ini tergolong kurang mampu tetapi tidak memiliki KIS atau BPJS.
Ia meminta agar pasien segera dilayani terlebih dulu dan besok akan diurus KIS nya.
Namun dokter dan perawat tetap meminta kejelasan bahkan dengan nada bicara yang kurang bersahabat.
Nuraeni menjelaskan, ia dan keluarga sempat bingung karena terus ditanya soal Jaminan dan tidak menjelaskan jaminan itu seperti apa.
Hingga akhirnya salah seorang keluarga, a.n Fitriani ikut berbicara dan meminta agar pasien dilayani dan diperiksa terlebih dahulu.
Fitriani kemudian terlihat mengeluarkan sebuah kartu dan meletakkannya di meja depan dokter tersebut duduk sembari memperjelas ini jaminannya.
Fitriani merupakan salah satu anggota Komisi 3 DPRD Maros, namun saat meletakkan kartu yang merupakan id card anggota dewannya itu tidak menjelaskan kartu tersebut kartu apa.
Nuraeni menceritakan, saat Fitriani meletakkan kartu di meja, dokter itu tiba-tiba marah dan dengan nada tinggi bertanya ke Fitriani mengapa melemparkan kartu itu dan mengancamnya.
Padahal menurut kesaksian Nuraeni, Fitriani sama sekali tidak melempar kartu yang dijadikan jaminan itu dan tidak pernah ada kata-kata atau tindakan yang mengancam. Sehingga akibatnya terjadi kesalahpahaman.
Akibat dari keributan di IGD malam itu, membuat pasien a.n Sangkala meminta untuk pulang dan berobat di Rumah Sakit lain, namun ditahan pihak keluarga dan hingga minggu masih berada di RSUD yang baru saja mendapat predikat Akreditasi Paripurna.
Nuraeni merasa kecewa cara pelayanan Tim Medis di RSUD Salewangang Maros malam itu yang jauh dari sikap ramah dan harusnya bisa menenangkan situasi.
Ia berharap, manajemen RSUD Salewangang Maros bisa menempatkan tim medis mulai dokter dan perawat yang tepat di bagian IGD, utamanya bukan yang bertempramen tinggi karena kondisi IGD banyak didatangi pasien dan keluarganya yang sementara panik. (maros fm news department)
Keterangan Gambar : Warga Kecamatan Simbang, Nuraeni bersama Anggota DPRD Maros, Fitriani dan anggota dewan lainnya, Hj. Haeriah Rahman dan H. Hermanto saat membahas kondisi pelayanan RSUD Salewangang Maros. (25/2/2018)

Post a Comment