NEWS

Wednesday, 10 October 2018

Cerita Pengungsi Palu Di Maros, "Ingin Bertahan Disana Tapi Kami Kelaparan Pak"

Gelombang pengungsi yang keluar dari Kota Palu atau Kabupaten Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah pasca bencana 28 September lalu terus bertambah tiap harinya.

Mereka meninggalkan kota tempat mereka mencari nafkah selama ini karena trauma atau ketakutan. Namun lebih banyak yang beralasan untuk mempertahankan hidup agar terhindar dari kelaparan.

Termasuk pengungsi yang kini tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Maros.

Keterangan Gambar : Koordinator Paraga Peduli, Alimin Assaggaf bersama Pengungsi Palu di Maros, Irfan Hidayat. (dok. marosfm)

Saat tim Paraga Peduli, salah satu Posko di Maros yang menggalang bantuan untuk korban bencana mendatangi pengungsian mereka, para korban pun bercerita bagaimana mereka mempertahankan hidup setelah rumah mereka hancur dan harta benda mereka hilang. Sebagian lagi menceritakan bagaimana mereka kehilangan anggota keluarganya.

Salah seorang pengungsi, Irfan Hidayat yang kini berada di dusun Barambang Desa Bontomatene Kecamatan Mandai menuturkan, hingga 5 hari setelah bencana, ia bersama keluarganya tidak tersentuh bantuan logistik padahal telah didata 3 kali oleh pihak kelurahan.

Ia pun baru mendapat pembagian logistik, saat tim relawan yang turun langsung membagikan beberapa bahan pokok, itupun jumlahnya terbatas.

Hingga akhirnya, ia bersama istri dan 2 anaknya memutuskan untuk mengungsi keluar Palu sementara waktu.

"Kami ini meskipun mau bertahan di sana, tetap susah pak karena betul banyak yang kelaparan di posko pengungsian sana" Ujar Guru yang tinggal di Tawaili ini.

Tim Posko Paraga Peduli pun memberikan bantuan logistik dan beberapa kebutuhan perempuan dan anak termasuk mainan dan alat menggambar untuk mengembalikan keceriaan mereka.

Selain mendatangi rumah pengungsi di Barambang, selasa kemarin (9/10/2018), Posko Paraga Peduli yang dibantu Tim dari Maros FM, PMI, GERTAK dan Marannu Peduli ini juga mendatangi 5 titik rumah yang menampung pengungsi antara lain di Dusun Salomatti, Desa Toddolimae Kec. Tompobulu, Dusun Tambua dan Tangkuru di desa Bontomarannu Kecamatan Lau serta Di dusun Bonto Ramba, Kecamatan Mandai.

Tim Posko Paraga Peduli ini telah bergerak menyalurkan bantuan ke rumah yang ditempati pengungsi sejak 6 Oktober lalu.

Koordinator Posko Paraga Peduli, Alimin Assagaf mengatakan, gerakan yang dilakukan ini untuk membantu meringankan beban pengungsi yang sedang kesusahan.

"Ini adalah bentuk empati kami sebagai masyarakat Maros atas duka yang dialami saudara kita di Sulawesi Tengah. Dimana yang kami salurkan ini juga merupakan titipan dari para donatur yang memberi kami kepercayaan untuk penyaluran bantuan mereka." Ungkap owner Toko Ole-ole Panorama Food di Jalan Bambu Runcing Maros yang juga menjadi Posko Induk Paraga Peduli. (marosfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.