![]() |
| Keterangan Gambar : Alat pendeteksi dini banjir yang di pasang oleh BPBD Maros (Ist) |
Kata Hariadi, Maros merupakan daerah yang hampir tiap tahun terkena banjir ketika musim penghujan datang begitu pula demgan Luwu Timur, maka dari itu alat ini dibutuhkan untuk meminimalisir korban dan kerugian, karena banjir dapat di deteksi secara dini.
Ia menjelaskan ada dua sensor yang dipasang pada alat pendeteksi bencana banjir tersebut yaitu pendeteksi ketinggian air sungai dan pendeteksi curah hujan. Alat ini akan mengirimkan informasi ke posko Desa Tangguh Bencana (Destana), yang ada di Kantor Desa Bonto Tallasa tentang ketinggian air sungai dn jumlah curah hujan.
Di posko ini terdapat juga sirine yang akan berbunyi apabila ketinggian air sungai mencapai status waspada, siaga, dan tertinggi awas, dan bisa didengar oleh Masyarakat sejauh radius dua kilometer.
Sementara itu Sekertaris Desa Bonto Tallasa Mustahir mengatakan di desanya telah dibentuk Tim Destana yang akan berjaga secara bergantian selama 24 jam di posko dan melaporkan secara langsung kondisi air sungai ke Tim BPBD Maros. (marosfm news department).


Post a Comment