NEWS

Wednesday, 22 January 2020

BPS Maros Akan Menggelar Survey Sosial Ekonomi Nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Maros akan menggelar  Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Survey ini akan melibatkan petugas survey sebanyak 50 orang. Pelatihan bagi petugas survey digelar di Aula Hotel Grand Town Maros Rabu, (22/1/2020)  Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Maros HM Hatta Rahman.
Keterangan Gambar : Pelatihan Petugas Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik Maros (BPS). (Ist)
Kepala BPS Maros Marwanto mengatakan, petugas survey ini merupakan petugas yang ber KTP Maros sehingga petugas nantinya tahu betul masyarakat yang akan disurvey.  Dalam melakukan survey katanya, BPS Maros akan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Maros.

Ia menjelaskan, Dalam kegiatan tersebut akan menggandeng Kominfo untuk mendiseminasi data, sedangkan terkait data penduduk kami menggandeng Dukcapil untuk jumlah data penduduk. Pihaknya bahkan memiliki rencana akan menunjuk salah satu desa atau kelurahan sebagai kampung data. Kampung ini akan menjadi role model untuk semua kebutuhan data.

Selain itu, menurut data BPS Maros, tingkat pengangguran terbuka tahun 2019 tercatat 4,71 persen atau mengalami penurunan dari 6,19 persen pada tahun 2018.

Marwanto menuturkan BPS Maros juga akan menggelar sensus penduduk 2020. Berbeda dengan sensus sebelumnya, sensus penduduk tahun ini akan diawali dengan sensus penduduk secara online yang akan berlangsung pada 15 sampai 31 Maret 2020 mendatang.

Ia berharap dari sensus penduduk secara online ini respon rate mencapai 25 persen dari jumlah penduduk atau 102 ribu jiwa dari jumlah penduduk Maros 408 ribu jiwa. Untuk ASN Maros yang mencapai 6 ribu lebih kalau semuanya berpartisipasi dalam sensus online ini maka target telah tercapai.

Sementara itu, Bupati Maros HM Hatta Rahman berharap dengan survey ini, ada data valid jumlah pengangguran di Maros. Data bisa menjadi acuan program, misalnya keberadaan Grand Mall berapa banyak tenaga kerja yang bakal di serap. Ia menjelaskan juga mengenai kendala apa saja yang ditemukan.

Kata Hatta dengan adanya data ini tentu pihak BPS bisa memperbaiki apa yang kurang dan program apa kedepan agar tenaga kerja Pemkab Maros lebih mampu bersaing

Hatta menambahkan, ketersediaan data yang aktual dan akurat sangat dibutuhkan, sejauh ini data akurat dan terbaru juga sulit didapat. Katanya Tanpa data yang akurat dan terbaru hasil evaluasi dan perencanaan akan menghasilkan data yang keliru, hal ini mengakibatkan salahnya perencanaan maupun pengalokasian anggaran pembangunan untuk tahun berikutnya. (marosfm news department)

Post a Comment

 
Copyright © 2014 102,3 Maros FM, Dari Maros Untuk Indonesia. Designed by Maros Enterprise.